Empat Kota Indonesia di Google Street

Penulis: Darmansyah

Kamis, 21 Agustus 2014 | 16:46 WIB

Dibaca: 0 kali

Empat kota di Indonesia, Jakarta, Bogor, Surabaya dan Bali resmi menjadi bagian dari Google Street, sebuah proyek panorama jalan, yang pengerjaannya dimulai November 2012. Sebagai contoh dari proyek ini pengambilan foto di Jakarta saja dilakukan lebih dari sepuluh mobil yang dilengkapi kamera 360 derajat dalam masa dua tahun.

Kamis, 21 Agustus 2014, Google meresmikan layanan foto panorama jalan Street View untuk Indonesia sebagai hasil sebuah kerja yang berlanjut. Street View merupakan proyek jangka panjang Google mendokumentasikan pemandangan jalan yang sejajar dengan mata manusia.

Konsep teknologi yang ada di balik Street View diperkenalkan oleh perusahaan pencitraan digital bernama Immersive Media, sebuah perusahaan asal AS dan fokus melakukan penelitian hingga 2003.
Google Indonesia hari ini, Kamis , secara resmi menghadirkan layanan Google Street View di Indonesia.

Layanan pemetaan jalanan tersebut hanya mengkover empat kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Denpasar.

Andrew McGlinchey selaku Product Manager SEA Google APAC mengatakan, cakupan Street View mencapai sembilan persen dari jalanan utama di empat kota tersebut.

Tak hanya jalanan di empat kota, Street View juga merekam obyek-obyek wisata eksotis, seperti persawahan di Ubud, Bali atau terumbu karang di Pulau Komodo.

Sementara Rudy Ramawy, Country Director Google Indonesia mengatakan, ke depannya Street View akan dikembangkan ke lebih banyak kota lagi di Indonesia.

“Selain empat kota tadi, kami juga akan terus mengekspansi layanan Street View di Indonesia, melihat penerimaan masyarakat,” ujar Rudy. “Seluruh Indonesia akan berusaha di-cover Google”

Untuk mendukung proyek tersebut, Rudi mengatakan jumlah mobil Google Street View akan akan ditambah sesuai keperluan dan waktu yg ditargetkan

Dalam setiap pengambilan gambar di tempat-tempat umum, Google mengklaim selalu mengikuti peraturan yang berlaku dan memiliki izin.

Kendala lalu-lintas di kota-kota di atas diakui Google menjadi hambatan terbesar. Sebab menurut Google, mobil Street view membutuhkan kecepatan yang konstan dalam merekam lingkungan sekeliling.

Google Street View memungkinan pengguna PC dan smartphone “berjalan-jalan” secara virtual di seputaran wilayah perkotaan dan tempat wisata. Bahkan, bila terekam Google, suasana depan rumah Anda pun bisa dilihat di Street View.

Immersive Media meluncurkan sistem kamera berbentuk bola pada 2004, yang semuanya telah menggunakan format digital. Teknik perekamannya menggunakan sistem kamera sebelas lensa yang disebut Dodeca.

Sebelas lensa kamera ini merekam gambar dari sebelas sudut berbeda berdasarkan geometri dodecahedron. Meski hasil akhir yang ditampilkan dalam layanan Google Street View merupakan gambar diam, tetapi sebenarnya gambar yang direkam dengan sistem kamera ini adalah video full-frame.

Ia dapat menangkap gambar tiga puluh frame per detik dengan resolusi yang sangat tinggi.

Google bekerja sama dengan Immersive Media sejak kali pertama proyek Street View berjalan. Namun, dalam perjalanan waktu, kedua belah pihak memutuskan untuk mengakhiri konten lisensi. Google membuat sistem kamera sendiri.

Kamera Google Street View kadang dipasang di atas mobil, troli, sepeda, di atas perahu, bahkan dipegang sendiri oleh manusia. Semua itu tergantung pada medan lokasi yang ingin direkam.

Di Indonesia, sistem kamera dipasangkan di atap mobil yang akan menyusuri jalan-jalan beberapa kota. Mobil ini memajang logo Google Maps Street View dan Wonderful Indonesia.

Setelah perekaman selesai, selanjutnya adalah proses penyatuan gambar dengan komputer. Gambar disusun lalu “dijahit” hingga menghasilkan foto panorama 360 derajat. Google akan memburamkan pelat nomor kendaraan dan wajah pengguna jalan yang terekam untuk melindungi privasi warga.

Google Street View telah merekam lima puluh tujuh negara di dunia, termasuk Asia, yang mencakup Jepang, Taiwan, Hongkong, Makau, Singapura dan Thailand.

Jika Google Street View diakses dari situs internet, pengguna dapat menjelajahinya dengan mengarahkan tombol panah di layar. Foto pemandangan dapat dilihat dari berbagai arah dan sudut, serta dapat dilihat dalam berbagai ukuran.

Di Jakarta, umpananya, kini siapapun bisa dinikmati Street View, seperti Museum Fatahillah, Bundaran Hotel Indonesia, kawasan Senayan, dan sebagainya.

Tak hanya obyek-obyek tersebut, jalan-jalan di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi sudah bisa dijelajahi melalui layanan Google Street View di PC dan smartphone.

Dengan Street View, selain menyediakan akses foto panorama suatu lokasi, Google juga menjadikannya model bisnis layanan tersebut yang menyasar pengguna dari kalangan perusahaan.

Untuk mengakses layanan Google Street View, buka dari browser, http://maps.google.com, klik area yang ingin Anda kunjungi dan pilih menu “Street view” yang muncul di bawah area pencarian. Cara lain ialah dengan “menyeret” atau “drag icon” gambar orang berwarna kuning yang terletak di kanan bawah layar browser ke area yang akan dijelajahi.

Komentar