Don Nguyen Menebus Dosa Flappy Bird

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 28 Januari 2017 | 09:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Don Nguyen  datang lagi dengan sebuah gim baru untuk “menebus” dosanya di empat tahun lalu yang membuat dunia dibuatnya terkejut oleh kesuksesan gim  “supersulit” berjudul Flappy Bird.

“Setelah empat tahun  tak ada kabar, Don Nguyen kembali “turun gunung” dengan meluncurkan gim terbaru bernama Ninja Spinki Challenges,” tulis laman situs tekno  Venture Beat, hari ini, 28 Januari 2017.

Dalam pembuatan gim terbarunya ini Nguyen bekerja sama dengan studio gim berbasis di Jepang yang bernama Obokaidem.

Mengingat Ninja Spinki Challenges merupakan gim buatan Nguyen, dapat dipastikan gim ini akan memiliki tingkat kesulitan dan kemampuan untuk “menghipnosis” pemain

Serupa dengan Flappy Bird. Ninja Spinki Challenges terdiri dari beberapa mini gim berbeda yang menampilkan Ninja Spinki sebagai karakter utama.

Saat memainkannya setiap pengguna  langsung menyadari bahwa beberapa level di gim ini hampir mustahil untuk dilewati.

Persis seperti saat kami memainkan Flappy Bird sebelumnya.

Gim ini menampilkan dua modus permainan yaitu, Endless dan Challenge.

Untuk memainkan gim ini, kamu hanya perlu menyentuh layar dan mengerakkan karakter ke kanan atau ke kiri untuk menghindari berbagai benda yang melayang di tiap levelnya.

Ninja Spinki Challenges saat ini sudah bisa kamu unduh di App Store dan Google Play gratis dan tanpa fitur in-app purchase

Sebelum kehadiran gim ini, Do Nguyen telah membuat “Flappy Bird”  yang menyedot perhatian netizen pada empat tahun silam

Game mobile itu tak lama bertahan karena Nguyen sendiri menariknya dari peredaran oleh  karena dianggap terlalu bikin ketagihan.

Alasannya banyak terjadi hal buruk akibat gim itu.

Mulai dari ibu yang menelantarkan anak karena terlalu sibuk bermain, orang yang kehilangan pekerjaan, sampai belasan ponsel rusak dibanting anak-anak sekolah yang dibuat kesal oleh si toko burung terbang.

Dan setelah melewati masa empat tahun, Nguyen akhirnya kembali merilis game mobile sebagai penebusan dosa dengan tajuk “Ninja Spinki Challenges”

Game itu hadir dengan grafis 8-bit dan tersedia di Android maupun iOS.

Lantas, apakah Ninja Spinki Challenges bakal sama adiktif dan hebohnya dengan Flappy Bird?

Belum ada yang bisa memastikannya sekarang karena game itu baru hadir dua hari lalu di Android.

Berbeda dengan Flappy Bird yang tujuannya cuma mengumpulkan score tertinggi tanpa akhir, Ninja Spinki Challenges mengenal kata tamat.

Game tersebut berisi enam mini-game yang masing-masing punya tantangan alias challenge yang harus dilewati.

Seperti game challenge lainnya, mula-mula pemain akan merasa permainan mudah lalu lama-lama jadi sulit, sebagaimana dilaporkan GSMArena.

Tiap mini game punya dua mode, satu menggunakan waktu, satunya lagi tak punya batasan waktu. Mekanisme bermainnya mengandalkan tekanan dan sapuan

Game ini tersedia secara gratis di Play Store maupun App Store.

Nguyen Ha Dong, adalah seorang lelaki  asal Hanoi, Vietnam.

Ia meluncurkan game Flappy Bird di bawah bendera .Gears Studio

Dong mengatakan, ia adalah satu-satunya orang di .Gears Studio.

“.Gears bukan perusahaan. Ini hanya diriku seorang, tapi aku harus menggunakan istilah ‘kami’ untuk mempersiapkan perubahan di masa depan,” katanya.

Dalam  sebuah wawancara dengan TechCrunch, pada waktu itu  Dong mengatakan bahwa ia telah membuat game sejak empat sebelumnya.dan sebagian besar bernuansa era 8-bit

Game kami akan membawa Anda ke titik kegilaan,” ujar Dong.

Ia tipikal pengembang aplikasi yang menghindari publikasi di media massa. Dia menolak beberapa permintaan wawancara dengan media.

Ketika TechCrunch menanyakan pertanyaan tentang latar belakangnya, dia menjawab “Aku tidak nyaman dengan hal itu.”

Di situs web .Gears, Dong juga tidak memberi banyak informasi.
Kendati demikian, Dong memiliki akun Twitter, dan sering mengunjungi forum online

TechCrunch menyebut Dong sebagai pribadi yang “semi-anonim.”

Dong menjelaskan bahwa pemrograman game Flappy Bird memakan waktu dua sampai tiga hari, dibangun dengan framework untuk iOS dan AndEngine untuk Android.

Setelah itu, ia membuat game lain seperti Super Ball Juggling dan Shuriken Block, dengan nuansa dan genre yang serupa Flappy Bird.

Untuk menghasilkan uang, Flappy Bird membuka lapak iklan, baik di perangkat iOS maupun Android.

Iklan muncul di sisi atas layar ketika pengguna memainkan Flappy Bird. Terkadang, iklan ini cukup mengganggu karena menutupi bagian atas pipa yang harus dilewati oleh karakter burung.

Mengenai kesulitan dalam permainan Flappy Bird, Dong mengklaim bahwa tidak mustahil bagi siapa saja untuk melewati tantangan.

“Dalam semua permainan saya, skor Medal Platinum adalah skor terbaik saya ketika merilis aplikasi,” ungkapnya.

Di masa depan, Dong berencana memberi pembaruan fitur dan menutup kekurangan Flappy Bird, Super Ball Juggling, dan Shuriken Block.

“Saya harap Anda bisa melihat update dan game terbaru saya di App Store pekan depan,” tutup Dong.

Flappy Bird telah menjadi fenomena global.

Tanpa melakukan promosi, game ini meraih sukses besar hanya dengan menawarkan sebuah permainan yang memang sulit untuk dimainkan sehingga membuat pengguna frustrasi, tetapi sederhana dari sisi visual dan tanpa desain level.

Tak banyak yang tahu kapan Flappy Bird “dilahirkan”?

Kapan unduhan game ini mulai meningkat?

Kenapa ia mendadak populer secara alami?

Berapa uang yang dihasilkan dari Flappy Bird? Mengapa pula game ini akhirnya “dimatikan”.

Situs teknologi Mashable melacak sejarah “kelahiran” hingga “kematian” Flappy Bird dari akun Twitter milik Nguyen.

Data tentang Flappy Bird juga didapatkan dari Topsy, hingga perusahaan analisis aplikasi Distimo dan App Annie. Berikut kisahnya.

Flappy Bird adalah contoh sempurna popularitas yang diraih dengan cara alami.

Berkat pemberitaan di media sosial dan media massa, pembicaraan dari mulut ke mulut

Komentar