Chrome Akan Tampil Lebih Hemat RAM

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 Oktober 2016 | 15:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Google akan mengenyahkan perkataan “rakus” RAM yang melekat pada perambah Chrome miliknya dan tidak menginginkan anggapan tersebut terus menempel sebagai kritik dari pengguna.

“Google bersiap untuk memperbaikinya melalui Chrome versi terbaru,” tulis blog resmi Google, Senin, 17 Oktober 2016, seperti dikutip “endgatget.”.

Saat ini, seperti yang dianalisa Net Applications, Chrome digunakan lebih dari setengah pemakai  komputer desktop.

Browser buatan Google itu lebih dipilih ketimbang berbagai produk lain, seperti Microsoft Internet Explorer, Microsoft Edge, Mozilla Firefox, Apple Safari, dan Opera.

Sayangnya, ada sedikit kekurangan di Chrome, yakni penggunaan memori di RAM yang cukup besar.

Semakin banyak tab yang dibuka, RAM akan terkuras semakin banyak yang membuat kinerja komputer berat dan juga baterai laptop cepat habis.

Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah Chrome versi terbarutersebut.

Saat pembaruan itu selesai dikerjakan, Chrome dijanjikan akan membuat komputer menjadi lebih enteng.

Pembaruan tersebut, seperti juga ditulis majalah ekonomi terkenal  Forbes, untuk edisi Senin hari ini, salah satunya, dilakukan dengan memodifikasi mesin pengolahan JavaScript dan mengurangi jejak-jejak memori yang tersisa setiap kali pengguna memakai Chrome.

Efeknya diyakini bakal signifikan karena sebagian besar situs modern menggunakan JavaScript.

Sejauh ini, Google berulang kali menguji coba fitur Chrome versi baru itu menggunakan sejumah situs, seperti New York Times, Reddit, dan YouTube.

Hasilnya, konsumsi RAM yang terjadi saat membuka situs tersebut rata-rata berkurang lima puluh persen persen dibandingkan konsumsi RAM pada Chrome terdahulu.

Tim yang mengerjakan pembaruan ini, menargetkan agar Chrome bisa dipakai lebih nyaman di perangkat apa pun dengan RAM berkapasitas kecil.

Hingga kini  peramban versi baru ini belum tersedia.

Rencananya, Google akan merilisnya di awal Desember mendatang.

Tim  yang menangani Chrome versi baru itu dinamakan V8. Mereka  dikabarkan sangat tertarik dan masih mencari cara untuk membuat peramban tersebut lebih ringan dan bisa mudah dipakai pada perangkat yang memiliki memori RAM kurang dari 1 GB.

Untuk juga dimaklumi peramban internet bisa menentukan daya tahan baterai laptop.

Dari semua browser yang ada di pasaran, Edge adalah yang paling hemat baterai.

Paling tidak itulah yang hendak disampaikan oleh Microsoft lewat seuah video promosi.

Seperti ditulis pada laman  Engadget, ada  empat perangkat Surface Book yang  sangat hemat.

Microsot mengukur waktu untuk melihat peramban mana yang bisa membuat Surface Book bertahan paling lama.

“Pengujian dan data kami menunjukkan bahwa Anda bisa browsing lebih lama dengan Microsoft Edge, ketimbang Chrome, Firefox, atau Opera di perangkat Windows 10,” tulis Microsoft dalam sebuah blog.

Peramban Chrome sendiri selama ini memang dikenal boros baterai.

Google berupaya memperbaiki masalah tersebut, tapi belum ada hasil yang enunjukkan peningkatan signifikan.

Alhasil, Chrome sering jadi bulan-bulanan pabrikan browser lain.

Di samping Microsoft, Opera juga pernah menyindir borosnya konsumsi daya Chrome pada bulan Mei lalu.

Chrome mulai mengambil tindakan serius terhadap situs-situs web yang tidak menggunakan enkripsi sebagai pengaman.

Versi berikutnya dari peramban besutan Google tersebut bakal menyertakan peringatan baru terhadap situs-situs yang masih menggunakan protokol transfer data HTTP

Bentuknya berupa peringatan berbunyi “tidak aman” di jendela di samping kolom alamat website.

Ke depan, Google berencana menerapkan jenis label lain seperti simbol segitiga berwarna merah, supaya lebih terlihat oleh pengguna.

“Studi-studi menunjukkan bahwa pengguna tidak menganggap absennya icon ‘secure’ sebagai peringatan,” tulis Google dalam sebuah posting mengenai soal ini.

“Kami berencana melabeli situs HTTP dengan lebih jelas dan akurat sebagai tidak aman, secara bertahap, dan berdasarkan kriteria yang makin diperketat, lanjut Google.

Laman HTTP yang tidak terenkripsi sangat berbahaya apabila digunakan sebagai sarana login ke suatu layanan online. Informasi login rentan dicegat oleh hacker selagi ditransfer dari komputer pengguna ke server.

Google berencana mulai menerapkan peringatan baru ini pada Chrome yang akan diluncurkan pada Desember mendatang.

Komentar