China Resmi Blokir Total WhatsApp

Penulis: Darmansyah

Selasa, 26 September 2017 | 14:08 WIB

Dibaca: 0 kali

China secara mengejutkan membuat keputusan memblokir total  aplikasi pesan WhatsApp.

Pemblokiran ini merupakan jawaban dari sikap yang pernah dikemukakan China pada Juli lalu, untuk membatasi obrolan video dan pengiriman foto dan file lainnya via WhatsApp

Pemblokiran pesan teks WhatsApp menunjukkan bahwa sensor China mungkin telah mengembangkan perangkat lunak khusus untuk mengganggu pesan semacam itu

“Mereka mengandalkan teknologi enkripsi yang digunakan oleh beberapa layanan selain WhatsApp, kata Nadim Kobeissi, seorang kriptografer terapan Symbolic Software Paris, seperti ditulis  dari New York Times, Selasa, 26 September .

Seorang spesialis komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, Lokman Tsui mengatakan, WhatsApp tampaknya sangat terganggu mulai hari Minggu.

Penyensoran tersebut telah mendorong banyak orang di China untuk beralih ke metode komunikasi yang mudah dipantau oleh pihak berwenang China, seperti aplikasi WeChat dari perusahaan internet Tencent di China, yang berbasis di Shenzhen.

Penutupan WhatsApp membuat banyak kecemasan pada media sosial Tiongkok.

“Kehilangan kontak dengan klien saya, dipaksa kembali ke usia telepon dan email untuk bekerja sekarang,” keluh salah satu pengguna di Weibo, situs microblogging mirip Twitter.

“Bahkan WhatsApp diblokir sekarang? Saya akan segera keluar dari bisnis,” kata pengguna media sosial China lainnya di Weibo.

Langkah China ini tak memedulikan apa yang dilakukan Mark Zuckerberg  yang selama ini sibuk melakukan “pendekatan” terhadap  meraka

Zuckerberg selama ini  sibuk berkunjung ke Negeri Tirai Bambu itu, bertemu para pimpinan negeri itu, bahkan hingga belajar bahasa Mandarin.

Tpoh   akhirnya China tetap “memblokir” WhatsApp, layanan pesan instan populer yang diakuisisi oleh Facebook -perusahaan pimpinan Zuckerberg- pada  tiga tahun silam

Laporan terbaru menyebutkan bahwa WhatsApp sudah tidak bisa dipakai oleh sebagian besar pengguna di China.

Pemerintah China sebenarnya sudah berupaya memblokir WhatsApp pada pertengahan tahun ini

Ketika itu, para pengguna WhatsApp mendadak kesulitan dalam mengirim foto dan video lewat layanan tersebut, tapi pesan berupa teks masih bisa terkirim.

Awal pekan ini, keseluruhan layanan WhatsApp di China dilaporkan sudah tidak berfungsi.

Bahkan pesan teks tak bisa terkirim, menurut Nadim Kobeissi, cryptographer di firma riset Symbolic Software. Menurut dia, cara pemblokiran dengan mengganggu fungsi layanan -alih-alih langsung memblokir sepenuhnya- termasuk jarang dilakukan.

“Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah China dalam menyensor sesuatu,” ujar Kobeissi.

Dia menambahkan, monitor trafik internet di Symbolic Software sudah mendeteksi gangguan WhatsApp di China sejak Rabu pekan lalu, namun baru Senin kemarin pemblokiran diterapkan sepenuhnya.

Lokman Tsui, seoang pakar komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, turut mengatakan bahwa layanan WhatsApp sudah mengalami gangguan parah pada hari Minggu pekan lalu di China.

Segelintir pengguna masih bisa memakai WhatsApp, tapi layanannya sudah demikian terbatas sehingga sama saja dengan diblokir.

“Kalau Anda cuma dibolehkan melaju dengan kecepatan satu mil per jam di sebuah jalan, Anda tentu tidak mau melewati jalan itu meskipun sebenarnya tidak diblokir secara teknis,” ujar Tsui memberi analogi.

Pemblokiran WhatsApp di China terjadi menjelang persiapan Beijing menyambut kongres Partai Komunis yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang.

Di perhelatan besar yang diadakan saban lima tahun ini Partai Komunis akan memilih jajaran pimpinannya.

Pemblokiran WhatsApp berarti bahwa warga China dan pengunjung harus menggunakan layanan alternatif seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di China yang memiliki sembilan ratus enam puluh tiga juta pengguna aktif.

WhatsApp adalah produk terakhir Facebook yang masih dibolehkan di China. Sebelumnya, aplikasi utama Facebook sudah diblokir sejak delapan tahun lalu

Instagram juga tidak bisa diakses di Negeri Panda. “Pedekate” Zuckerberg rupanya tak bersambut.

Komentar