Cara Mengetahui Pemblokir di WhatsApp

Penulis: Darmansyah

Selasa, 11 Juli 2017 | 12:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Merasa ada yang memblokir nomor WhatsApp Anda?

Jika jawabannya  iya, maka ada  empat langkah yang harus diambil untuk membuktikannya

Pemblokiran nomor di WhatsApp memang terjadi secara diam-diam

Juga tanpa ada notifikasi sama sekali.

Itu  bukan berarti pengguna yang diblokir tidak dapat mengetahuinya.

Jika diblokir, Anda tetap bisa mengirimkan pesan kepada pengguna WhatsApp lain.

Hanya saja, si pengguna lain itu tidak akan menerima pesan Anda. Hal tersebut juga berlaku untuk pengiriman foto, video, dan panggilan.

Ada sejumlah hal yang bisa dijadikan indikator diblokir atau tidaknya nomor WhatsApp Anda. Indikator ini memang tidak langsung terlihat setelah pemblokiran, melainkan mesti menunggu selama beberapa menit setelahnnya.

Seperti ditulis laman The Star, hari ini, Selasa,11 Juli, total ada empat indikator yang bisa Anda pakai untuk memastikannya.

Langkah pertama, coba buka kontak yang diperkirakan telah memblokir Anda untuk mengirimkan pesan. Setelah diblokir, pesan Anda tidak akan menunjukkan tanda centang dua.

Pesan yang dikirim itu hanya akan menunjukkan tanda centang satu saja. Hal ini berarti pesan Anda sebenarnya telah dikirimkan, tetapi nomor tujuan belum menerimanya

Untuk langkah berikutnya, perhatikan penanda waktu (time stamp) yang muncul di bawah nama kontak. Biasanya jika membuka kolom obrolan akan muncul tulisan “Last Online”, lengkap dengan waktu kapan terakhir si pengguna itu aktif di WhatsApp.

Jika Anda diblokir, penanda waktu seperti ini tidak akan bisa Anda lihat. Sementara orang lain yang tidak diblokir akan tetap bisa melihatnya.

Yang ketiga, cek foto profil. Pengguna yang diblokir tidak akan bisa melihat foto profil orang yang memblokirnya. Biasanya, kolom foto tersebut akan berganti dengan bingkai kosong saja.

Dan terakhir, cobalah telepon memakai WhatsApp Call. Jika nomor WhatsApp Anda memang tidak diblokir, penggilan tersebut akan masuk ke nomor WhatsApp tujuan. Namun sebaliknya, panggilan itu tidak akan diteruskan.

Satu hal yang perlu dicatat, indikator tersebut belum mutlak mengindikasikan pemblokiran.

Adakalanya tanda centang satu atau kehilangan foto profil terjadi karena penerima memang sedang berada di daerah yang sinyalnya kurang baik.

Pesan baru masuk ketika pengguna berada di daerah dengan sinyal yang lebih baik.

Tapi jika Anda sudah mengecek keempat hal tersebut selama beberapa kali dan tidak ada perubahan. Maka bisa diperkirakan Anda memang benar-benar diblokir.

Selain itu masih ada lagi hal baru di WhatsApp, Yaitu, fitur penarikan pesan yang sudah terlanjur dikirim

Instruksi cara menggunakan fitur tersebut kemudian dihapus, tidak lama setelah live di laman dukungan resmi milik WhatsApp.

Menurut laman dukungan yang sempat terbaca, pengguna bisa menarik kembali pesan yang tidak sengaja terkirim.

Akan tetapi, fitur tersebut hanya bisa digunakan dalam kurun waktu lima menit setelah pesan terkirim.

Pengguna bisa menarik kembali pesan terkirim sebelum periode waktu lima menit itu berakhir. Namun, apabila terlambat, maka pesan akan tetap terkirim.

Ada dua pilihan penarikan pesan yang dilakukan, yakni “edit” atau menyunting kembali pesan terkirim dan “revoke” alias menarik kembali pesan secara keseluruhan.

Nantinya, si penerima pesan bakal mendapatkan notifikasi yang menyatakan bahwa pesan tersebut sudah ditarik kembali, sebagaimana dikutip dari  Daily Sabah.

Tanda-tanda kehadiran fitur itu sendiri sebenarnya sudah terendus sejak beberapa bulan lalu. Fitur tersebut sudah diujicoba lewat versi beta dari WhatsApp.

Fitur penarikan pesan ini sendiri dikatakan sudah sangat ditunggu-tunggu oleh para pengguna layanan pesan singkat tersebut. Saat ini, WhatsApp diketahui digunakan oleh lebih dari stau komadua miliar pengguna.

engguna aplikasi pesan instan WhatsApp pasti sudah paham, tanda centang hitam di samping pesan berarti pesan tersebut telah terkirim, centang dua hitam sudah diterima, dan dua centang biru berarti pesan sudah dibaca.

Namun ada kalanya si penerima tidak ingin pengirim tahu saat pesannya sudah dibaca, dengan alasan masing-masing tentunya.

Bagi Anda yang termasuk dalam golongan demikian bisa mengikuti tips berikut ini, tentang bagaimana membaca pesan di WhatsApp tanpa harus membuat dua tanda centang hitam menjadi biru.

WhatsApp memang menyediakan fitur untuk menonaktifkan tanda centang biru  dalam Menu, namun setting ini berlaku dua arah.

Jika diaktifkan, maka pengguna pun tidak bisa melihat apakah pesannya sudah dibaca atau belum.

Namun, ada solusi lain untuk memecahkan masalah ini. Adalah ponsel yang sudah menggunakan Android  Nougat yang memungkinkan pesan WhatsApp bisa dibaca tanpa ketahuan.

Caranya sangat mudah. Hanya dengan mengintip pesan di notifikasi saat pesan WhatsApp masuk. Tampilan notifikasi di tiap-tiap ponsel Android Nougat bisa berbeda.

Contohnya, untuk ponsel LG dengan Nougat , Anda cukup menekan tanda panah ke bawah di notifikasi untuk melihat isi pesan WhatsApp secara keseluruhan.

Jika ponsel Anda belum mencicipi Nougat, jangan khawatir. Ada triknya, rahasianya terletak pada fitur Airplane Mode yang ada di setiap perangkat smartphone.

Jika Anda menerima pesan WhatsApp yang ingin dibaca tanpa membuat pengirimnya tahu, ubah mode smartphone ke dalam Airplane Mode sebelum membuka pesan.

Dalam mode ini, semua aplikasi akan menjadi offline, namun semua pesan yang diterima sudah diterima dan tersimpan dalam cache smartphone untuk dibaca.

Sebelumnya, pastikan dulu aplikasi WhatsApp sedang tidak dibuka saat mengaktifkan Airplane Mode ini.

Dengan mematikan data, maka WhatsApp tidak bisa memberitahu server bahwa pesan yang dikirim telah dibuka dan dibaca.

Pengguna pun bisa bebas membaca semua pesan dalam mode Airplane Mode ini tanpa khawatir pengirim pesan mengetahuinya.

Namun begitu mode Airplane Mode dinon-aktifkan, server WhatsApp bisa mengidentifikasi apakah pesan yang dikirim sudah dibaca atau belum.

Perlu diingat, trik ini hanya berlaku untuk pesan pribadi saja. Read-receipt untuk semua pesan yang dikirim dalam percakapan kelompok atau group chatakan selalu aktif.

Komentar