Mengamankan Data Pribadi di Facebook

Penulis: Darmansyah

Rabu, 13 Februari 2019 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Isu pencurian hingga penyalahgunaan data pribadi dalam ruang digital semakin marak.

Salah satunya menyerang media sosial seperti Facebook.

Namun, masih ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga data pribadi dalam platform media sosial. Facebook pun memiliki berbagai fitur untuk digunakan pengguna mengamankan data pribadinya.

Berikut tips lima hal dasar dari fitur keamanan Facebook untuk menjaga data pribadi tetap aman. Fitur ini sangat mudah diakses

Where You’re Logged In  menunjukkan lokasi pengguna login dan perangkat yang digunakan. Hal ini sangat berguna untuk memberitahukan aktivitas yang aneh atau tidak biasa.

Fitur ini bisa digunakan untuk memeriksa yang dilakukan oleh pihak lain dan juga memberikan opsi mengambil tindakan dengan cara keluar dari perangkat tersebut.

Penting untuk memeriksanya secara berkala jika pengguna mengakses Facebook di komputer umum atau perangkat milik orang lain.

Facebook merekomendasikan pengguna untuk mendaftarkan diri agar mendapatkan pemberitahuan terkait login yang tidak dikenal. Ketika mengaktifkan fungsi ini, pengguna akan menerima notifikasi di akun Facebook, Facebook Messenger, dan email yang terdaftar.

Notifikasi tersebut menginformasikan pengguna jika ada pihak lain yang telah login melalui perangkat tak dikenal. Pengguna juga dapat memilih ‘not me’ dan keluar dari perangkat tersebut.

Banyak orang menggunakan kata sandi yang mudah diingat dan berkaitan dengan pengalaman pribadi. Yang menjadi isu adalah hal ini sangat mudah ditebak orang lain.

Sangat penting untuk menggunakan kata sandi yang kuat dan unik sehingga tidak mudah ditebak. Sebaiknya pengguna menggunakan kombinasi unik angka, karakter, dan kata, dan juga mengunjungi menu ‘Changing Password’ secara berkala.

Cara lain untuk memperkuat pertahanan adalah dengan memanfaatkan ‘two-factor authentication’ atau 2FA untuk login.

Fungsi 2FA Facebook membuat akun lebih aman karena pengguna harus menggunakan kombinasi identifikasi personal untuk login, biasanya kata sandi dan kode unik login yang dikirimkan ke nomor ponsel melalui pesan singkat.

Lapisan kedua perlindungan ini banyak digunakan oleh bank dan penyedia layanan online lain yang menggunakan data pribadi atau data keuangan.

Setelah akun sudah aman, pengguna dapat mendaftarkan perangkat yang sering dipakai untuk Authorized Logins , yang tidak membutuhkan kode dan juga mengatur App Passwords  khusus.

Facebook memampukan Anda untuk mengatur sistem keamanan ekstra termasuk memilih 3 hingga 5 orang teman yang dapat dihubungi jika pengguna tidak dapat mengakses akun.

Fungsi ini sangat bermanfaat jika seseorang mengakses akun pengguna dan mengganti email dan kata sandi. Pilih Reveal My Trusted Contacts (Ungkap Kontak Tepercaya) dan ketik nama lengkap teman.

Selanjutnya pengguna akan menerima link yang hanya dapat diakses oleh orang tersebut, dan mereka dapat memberikan kode untuk mengakses kembali akun.

Klaim Mark Zuckerberg bahwa pihaknya telah meminta Cambridge Analytica untuk menghapus data 50 juta pengguna Facebook yang dicuri masih perlu dipertanyakan.

Nyatanya, data hasil curian Cambridge Analytica ternyata masih tersedia dan bebas diakses oleh pengguna internet. Stasiun televisi Inggris  Channel 4 mencatat dengan mudah mendapatkan profil psikografis pengguna Facebook di Colorado.

Sebagian besar data yang dihimpun berisi informasi mengenai kebiasaan menggunakan Facebook termasuk profil psikologis dan kebiasaan  warga Colorado. Data ini yang diduga kemudian digunakan untuk menarget pemilih

Di sisi lain, Zuckerberg juga memastikan pihaknya telah menghancurkan seluruh data yang dicuri CA, namun pertanyaan mengenai keberadaan salinan data yang diklaim telah dihapus dan dihancurkan hingga kini masih belum ada kejelasan.

Skandal pencurian lima puluh juta data pengguna Facebook yang muncul ke permukaan memicu protes keras dari berbagai kalangan di seluruh dunia. Zuckerberg disebut siap bersaksi di Kongres AS untuk mempertanggung jawabkan skandal tersebut.

Akibat skandal ini muncul kekecewaan terhadap keamanan data yang kemudian diikuti dengan seruan untuk menghapus akun Facebook.

Elon Musk jadi orang pertama yang menghapus laman SpaceX dan Tesla sebagai bentuk kekecewaan terhadap skandal tersebut.

Komentar