Bing Bakal “Diskriminasi” Seperti Google

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Mei 2015 | 16:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Microsoft sedang melakukan revisi dengan meng”update” mesin pencarinya, “Bing,” dengan mengubah algoritmanya sehingga lebih “pilih kasih” atau memprioritaskan situs-situs yang lebih ramah terhadap peramban smartphone dan tablet.

Hal itu dilakukan oleh Microsoft sebab pencarian melalui perangkat mobile ternyata lebih tinggi ketimbang pencarian internet melalui PC desktop.

Separti di kutip “nuga” dari laman situs”slashgear,” Bing baru-baru ini memberikan tanda khusus “mobile-friendly” di halaman hasil pencariannya, dengan harapan mempermudah pengguna smartphone mencari situs yang sesuai dengan layar mereka.

Bing juga akan membuat algoritma baru yang menilai tingkat kenyamanan suatu situs saat dilihat di browser mobile ke dalam ranking pencarian. Dengan demikian, situs yang mobile-friendly akan lebih diutamakan dalam hasil pencarian Bing.

Microsoft belum memberikan kepastian kapan algoritma baru itu akan diterapkan ke dalam Bing, namun Bing mengatakan bahwa algoritma itu akan hadir dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk menentukan tingkat keramahan terhadap browser mobile, beberapa faktor yang dipertimbangkan antara lain navigasi, daya baca, scrolling, dan kompatibilitas.

Situs bisa dikatakan mobile-friendly apabila menampilkan konten yang tertata rapi dan mudah dinavigasi dengan sentuhan. Situs web juga harus mudah dibaca tanpa harus melakukan zoom in di layar atau menggesernya ke samping.

Faktor lain, seperti gangguan pop-up juga masuk dalam pertimbangan.

Bulan lalu, Google telah lebih dulu mengumumkan bahwa algoritma pencariannya telah diubah dengan mengutamakan situs yang ramah terhadap browser mobile.

Google telah menyarankan agar pemilik situs memperbaiki tampilan webnya agar lebih mobile-friendly.

Bing ternyata juga bisa juga digunakan untuk meramal.

Mesin pencari buatan Microsoft tersebut baru saja memberikan prediksinya perihal juara kompetisi Liga Inggris.

Dikutip dari BetaNews, , Bing Predicts, nama layanan tersebut, menggunakan serangkaian algoritma yang cukup rumit untuk menghasilkan ramalannya tersebut.

Microsoft sendiri memiliki reputasi yang cukup baik untuk masalah “ramalan” seperti ini.

Sebelumnya, Cortana, mesin pencari berbasiskan suara, pernah memprediksi laga final American Football, Super Bowl.

Kala itu, Cortana menggunakan algoritma super rumit yang diklaim memeriksa sampai hal sekecil pun. Pada kenyataannya, Cortana mampu memberikan prediksi juara yang tepat kala itu.

Satu hal yang harus disadari, baik Bing Predicts maupun Cortana, sejatinya adalah teknologi yang dibuat oleh manusia.

Kedua produk itu hanya memberikan prediksi berdasarkan data belaka. Masih ada kemungkinan bahwa hasil ramalannya akan salah atau kurang tepat.

Setahun lalu, Microsoft meluncurkan tampilan baru untuk fitur pencarian gambar atau dikenal dengan “image search” mesin pencari Bing miliknya.

Tapi tampilan bukan satu-satunya yang diubah.

Seperti dikutip dari Ubergizmo, menurut penjelasan dalam sebuah blog Microsoft, raksasa software ini ternyata juga menerapkan sejumlah optimalisasi untuk proses pencarian Bing.

Bing pun kemudian disebut bisa menampilkan hasil pencarian gambar yang lebih baik atau lebih relevan dengan tujuan pengguna dibanding Google.

Apa bedanya hasil pencarian gambar dari dua search engine di atas?

Microsoft mengklaim bahwa Bing mampu “memahami” bahwa dalam kasus ini pengguna berusaha mencari gambar pangeran saja, maka Bing hanya menjadikan gambar pangeran Albert tanpa kehadiran orang lain.

Sementara, Google juga memasukkan gambar sang pangeran dalam pernikahannya, mungkin karena gambar-gambar tersebut adalah yang paling populer berdasarkan link yang terhubung atau jumlah publikasi. Ini membuat hasil pencarian gambar Google menjadi kurang relevan.

Microsoft menamakan kemampuan ini “entity understanding” yang mampu membedakan apakah pengguna sedang berusaha mencari orang, tempat, atau sesuatu yang lain.

Sejumlah kemampuan lain juga dilibatkan dalam optimalisasi pencarian Bing, seperti Big Data, penyaringan gambar yang sama (duplikat), dan pengutamaan gambar berkualitas tinggi.

Tentu, “lebih relevan” di sini tergantung apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pengguna, yang belum tentu sesuai dengan “pemahaman” Bing.

Tapi tak ada salahnya dicoba, sekadar untuk mencari alternatif baru. Siapa tahu hasil pencariannya memang lebih cocok.

ubergizmo dan slashgear

Komentar