Ayunan Pendulum Pada Jam Bisa Diungkap

Penulis: Darmansyah

Senin, 27 Juli 2015 | 09:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah jadi misteri dan teka teki yang tidak terjawab selama tiga ratus lima puluh tahun, akhirnya, pendulum jam yang berayun pada arah berlawanan satu sama lain dengan tetap bisa dipecahkan Henrique Oliveira, seorang ahli matematika dari Universitas Lisbon dan penulis studi terbaru mengenai pendulum itu, seperti ditulis “Live Science.”

Oliveira berhasil menjawab pertanyaan mengapa pendulum itu bisa seperti itu?

Ternyata jawabannya adalah, suara detak dari pendulum itu yang membuat ayunan pendulum jadi sinkron.

Jawaban atas pertanyaan itu telah menjadi misteri selama tiga setengah abad sejak ahli fisika dari Belanda, Christiaan Huygens, menemukan jam pendulum

Huygens menemukan jam pendulum itu ketika sedang berbaring di ranjang dalam kondisi kurang enak badan sambil memperhatikan dua jam yang tergantung di dinding.

Seperti diceritakan kembali Henrique Oliveira, mengenai pendulum itu, kepada Live Science, Huygens mendapati suatu keanehan.

Tak soal bagaimana pendulum pada jam itu mulai berayun, dalam setengah jam kedua pendulum akan berayun pada arah berlawanan satu sama lain.

Penyebab efek, yang disebut Huygens dengan istilah “jenis simpati yang aneh”, menjadi misteri berabad-abad. Barulah sekarang para ilmuwan menemukan jawabannya.

Oliveira dan koleganya meneliti sepasang pendulum jam yang tergantung dari tiang yang sama. Mereka menemukan bahwa jam itu dalam saling mempengaruhi satu sama lain melalui tenaga kecil yang keluar dari tiang penopang.

“Tapi belum pernah ada yang mengetes ide jam yang tergantung pada dinding yang sama,” kata Oliveira kepada Live Science. Hasil penelitian itu dimuat di jurnal Scientific Reports edisi pekan lalu.

Oliveira dan Luis Melo, ahli fisika dari Universitas Lisbon, memutuskan untuk menganalisa bagaimana dua pendulum berinteraksi satu sama lain pada sebuah dinding yang tetap, ketimbang menyelidiki bagaimana pendulum berinteraksi di tiang yang bisa bergerak.

Mereka menghitung, saat pendulum bergerak maju mundur, suara detak bisa merambat lewat dinding dari jam ke jam. Detak ini dapat mengintervensi ayunan pendulum, membuat ayunan pendulum jadi sinkron.

Para peneliti itu mengetes ide mereka dengan eksperimen yang melibatkan dua pendulum yang tergantung pada sebuah rel aluminium di sebuah dinding. Hasilnya, perubahan kecepatan pada ayunan pendulum bertepatan dengan siklus suara detak.

Mereka berencana mengembangkan model penelitian ini untuk menjelaskan perilaku jenis oscillator lain, seperti oscillator elektronik yang digunakan untuk mensinkronkan aktivitas mikrocip.

Seperti diketahui, sebenarnya, jam pertama kali berdetik dan berdetak tujuh abad silam tahun lalu. Kasla itu jam tersebut tidak dapat menunjukan waktunya dengan tepat.

Hanya sedikit jam yang memiliki ketepatan yang cukup akurat untuk mengukur menit karena jam tersebut memiliki satu jarum. Jarum menit pertama kali setelah mahasiswa kedokteran Italia, Galileo Galilei, memiliki ide cemerlang pada sat kebangkitan gereja.

Galileo pasti telah melihat bandul berayun ratusan kali sebelumnya, tetapi dia tidak memperhatikan dengan cermat sampai pada tahun pertamanya sebagai mahasiswa kedokteran ketika dia benar-benar memperhatikan sebuah pendupaan di katedral Pisa.

Seorang biarawan mengayunkannya untuk menebarkan asap yang keluar dari dupa tersebut. Galileo menghitung waktu ayunan dengan menggunakan denyut nadinya.

Dia merasakan denyut jantung yang teratur di pergelangan tangannya. Hal yang mengejutkannya, setiap ayunan, besar atau kecil memiliki jumlah detak yang sama.

Kemudian, Galileo melakukan beberapa percobaan mengayunkan pendulum, lalu memberinya beban dengan panjang tali yang berbeda.

Eureka! Dia menemukan bahwa berat tidak membuat perbedaan terhadap waktu ayunan, tetapi panjang tali dari pendulum yang membuatnya berbeda.

Menggandakan panjang tali pendulum akan membuat ayunan menjadi empat kali lebih panjang dan membagi dua oanjang tali akan memotong waktu menjadi seperempat.

Galileo menyarankan guru pribadinya bahwa dokter dapat menggunakan pendulum khusus untuk mengukur denyut nadi seorang pasien.

Penyakit akan meningkatkan kecepatan denyut nadi seseorang sehingga para dokter harus memeriksanya secara rutin.

Alat Galileo disebut sebagai sebuah pulsilogium, alat ini membantu para dokter menghitung denyut nadi seseorang secara tepat.

Putranya, Vicenzo membuat sketsa jam pendulum yang dijelaskan ayahnya. Setelah Galileo meninggal, Vicenzo membuat sebuah model jam, tetapi dia tidak dapat membuat model tersebut berdetak.

Seorang ilmuan Belanda, Christian Huygens berhasil membuat jam pendulum pertama.

Komentar