Awas!! Google Awasi Pergerakan Kita

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Januari 2017 | 11:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda memakai  layanan Google?

Mulai dari email, penyimpanan awan  atau cloud computing, termasuk sistem operasi Android?

Bahkan, tak sedikit di antaranya menjadi pilihan utama pengguna internet.

Namun, tahukah Anda selama menggunakan layanan Google turut mengumpulkan informasi seputar aktivitas pengguna?

Bahkan, beberapa di antaranya mungkin tak disadari oleh pengguna.

Google sendiri bukannya tanpa alasan melakukan hal tersebut. Informasi yang dikumpulkan memang akan digunakan untuk menawarkan pengalaman pengguna yang lebih baik.

Bagi Anda yang belum mengetahui informasi yang dikumpulkan Google,  ada sejumlah data pengguna yang disimpan raksasa internet tersebut.

Selama pengguna menyalakan fitur Location di smartphone Android, Google sebenarnya ikut membaca pergerakan pengguna.

Jadi, semua lokasi yang pernah disinggahi dapat terekam di layanan pemetaan Google Maps.

Untuk mengetahui riwayat lokasi, kamu bisa membuka Google Maps, dan sapu layar di bagian kanan.

Setelah muncul beberapa pilihan, buka “Your Timeline”. Pada kolom tersebut, dapat dilihat seluruh riwayat perjalananmu.

Daftar lokasi yang diperllihatkan pun terbilang akurat.

Anda juga diberikan kesempatan untuk mengedit lokasi dalam daftar riwayat tersebut.

Apabila kamu ingin data itu dihapus, cukup pilih menu “Delete Day” di kolom bagian kanan atas.

Penjelajahan internet dengan memanfaatkan akun Google juga memungkinkan raksasa internet itu menyimpannya. Jadi, hasil pencarian tersebut juga dapat kamu lihat.

Apabila kamu melakukan pencarian di perangkat berbeda dengan akun yang sama, Google juga akan menyimpan informasi itu.

Hal yang sama juga berlaku ketika kamu mengakses YouTube. Selama masih mengakses layanan berbagi video itu menggunakan akun Google yang sama, riwayat penelusuran akan tetap disimpan.

Tak hanya itu, aktivitas pengguna smartphone Android ketika mengakses sejumlah aplikasi di perangkatnya juga terekam oleh Google.

Informasi yang ditampilkan mencakup jumlah aplikasi dan berapa kali dibuka, termasuk informasi waktu akses.

Apabila kamu pengguna Android, kemungkinan besar sudah tak asing lagi dengan fitur “Ok Google”.

Kehadiran fitur perintah berbasis suara ini memudahkan pengguna untuk melakukan aktivitas di perangkatnya.

Sama seperti layanan lain, Google juga menyimpan aktivitas suara dan audio yang dilakukan pengguna saat memanfaatkan layanannya. Hanya, tak semua aplikasi mendukung penyimpanan audio ke akun pengguna.

Lantas, bagaimana caranya untuk menyetop penyimpanan data-data tersebut? Bagi kamu yang ingin melakukannya, harus terlebih dulu masuk ke akun Google yang digunakan.

Setelah berhasil masuk, buka pilihan “Kelola aktivitas Google Kamu” di bagian Info Pribadi dan Privasi.

Lalu, pilih “Buka Kontrol Aktivitas” dan aktifkan jeda pada layanan yang informasinya tidak lagi ingin disimpan.

Pilihan ini memang tak bisa menghentikan sepenuhnya penyimpanan data pengguna oleh Google. Namun, setidaknya kamu dapat menghapus, mengoreksi, dan mengedit informasi terkait penelusuran, aplikasi, dan layanan Google lain yang pernah diakses.

Dalam keterangan yang disertakan, Google sendiri juga menyebut bahwa data itu hanya bisa dilihat oleh pengguna bersangkutan.

Karena itu, sangat penting untuk menjaga kerahasiaan password dari akun Google yang digunakan

Ketika menggunakan Google, para pengguna internet membuat sebuah kesepakatan.

asalnya saat menggunakan Gmail, layanan pencarian, YouTube, dan Maps secara gratis, sebagai gantinya Anda telah setuju berbagi informasi yang akan dijual kepada pengiklan.

Laman Business Insider melaporkan bahwa semakin banyak informasi yang diketahui Google tentang Anda, maka semakin besar peluang Google menyesuaikannya dengan target konsumen ideal bagi pengiklan.

Pengiklan bersedia membayar lebih tinggi agar iklan mereka menyasar konsumen yang tepat. Sebagai contoh, maskapai penerbangan sebagai pengiklan ingin agar iklan mereka dilihat oleh orang-orang yang menyukai travel.

Contoh lainnya, orangtua akan menjadi target dari penjual baju anak-anak. Google menggunakan banyak metode untuk mempelajari para pengguna layanannya, seperti Gmail, Maps, atau melalui dari ponsel Android untuk mengetahui nama, nomor telepon, lokasi, dan berbagai hal lainnya.

Google juga menyimpulkan informasi tentang Anda dengan melihat aktivitas pencarian internet, seperti apa yang dicari dan di-klik.Bagaimana cara mengetahui jika Anda menjadi target iklan?

Dengan melihat sebuah situs bernama ‘Ads Settings‘, Anda bisa melihat apa yang Google tahu tentang Anda.

Bukan perkara mudah untuk menemukan Ads Settings.Pertama, Anda bisa meng-klik link.

Kemudian klik ‘Account history‘.Setelah itu Anda akan melihat beberapa kolom seperti ‘Things you search for‘ dan ‘Places you’ve been‘.

Kemudian di kolom ‘Related settings‘, terdapat keterangan ‘Ads‘ dan Anda bisa meng-klik ‘Edit settings‘ yang ada di sampingnya.

Setelah itu akan muncul laman ‘Ads Settings‘, yang menunjukkan sejumlah informasi yang diberikan Google kepada para pengiklan.

Informasi itu antara lain jenis kelamin, umur, dan ketertarikan Anda yang berasal dari aktivitas di layanan Google.

Jika Anda tidak ingin menjadi target pengiklan, maka Anda bisa mengedit informasi tersebut.

Selain itu, juga terdapat pilihan ‘Opt out‘, agar tidak akan menjadi target pengiklan berdasarkan aktivitas Anda di layanan Google.

Komentar