Awas!! Anda Sedang Diintip Oleh Google

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 25 Juli 2015 | 18:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Google, tidak lama lagi, akan menghadirkan menu location history yang resmi disangkutkan di Google Maps. Tapia was. Anda jangan merasa gembira duluan.

Lantas? Penyebabnya aplikasi peta garapan Google itu dapat digunakan untuk melacak lokasi penggunanya secara real-time.

Seolah seperti memata-matai, Google Maps akan mengikuti jejak penggunanya dari satu tempat ke tempat lain.

Dilansir laman T3, beberapa hari lalu,, nantinya, pengguna dapat mengaktifkan pilihan bernama Real-time routines yang terdapat dalam menu side-bar.

Pengguna dapat mengakses menu Options, My Places, lalu Your Timeline dalam Google Maps.

Setelah diaktifkan fitur Your Timeline akan melacak tempat-tempat yang pengguna datangi selama perangkat mobile mereka aktif.

Bergulir di desktop dan Google Maps versi Android, Google Location History akan mudah menavigasi kedatangan dan kepergian penggunanya.

Fitur tersebut bahkan mampu menebak bagaimana pengguna melakukan perjalanan mereka, apakah dengan bus, kereta, ataupun berjalan kaki. Meski seperti dimata-matai, Google menjamin fitur tersebut bersifat pribadi dan hanya akan dapat dilihat oleh penggunanya.

Jika ingin kembali menonaktifkan fitur Google yang dapat melacak lokasi pribadi ini pengguna dapat pergi ke website myaccount.googgle.com dan di website itu Anda dapat mengakses dan mengelola pengaturan History Location, dan pengaturan Google lainnya.

Tentu tidak hanya sekadar itu kehadiran aplikasi Google ini.

Google Maps dengan aplikasi baru ini juga bisa membantu Anda saat berada di perjalanan hingga sampai di tempat tujuan. Aplikasi tersebut juga menampilkan penunjuk arah, navigasi belok ke kiri maupun ke kanan.

Dilansir Mashable, apabila berkendara di jalan raya New York City, berhati-hati bila sedang belok kiri. Laporan terbaru menunjukkan bahwa tujuh belas pejalan kaki dan tiga pesepeda terbunuh pada tahun lalu oleh mobil yang berbelok kiri.

Untuk itu, pejabat New York City menyurati Google beberapa waktu lalu, meminta layanan peta Google Maps agar menyediakan opsi baru. Opsi baru ini diharapkan dapat mengurangi petunjuk berbelok ke kiri yang disarankan oleh aplikasi navigasi tersebut.

Menurut website NPR, 25 persen dari semua kejadian tabrakan kendaraan melibatkan para pejalan kaki dan hal ini dikarenakan mobil yang berbelok ke kiri. Kecelakaan para pejalan kaki karena mobil yang berbelok ke kiri tetap yang tertinggi di Amerika Serikat.

Pemerintah Amerika Serikat kabarnya telah mendesain ulang beberapa persimpangan, menempatkan sinyal belok kiri dan menambah durasi sinyal untuk pejalan kaki. Google Maps juga dilibatkan sebagai bagian dari upaya mengurangi kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki.

Aplikasi peta ini terus diperbarui dengan fitur baru. Bulan lalu, Google Maps dan Federal Railroad Administration mengonfirmasi bahwa mereka mengembangkan fitur yang memberitahu pengguna setiap kali mereka mendekati persimpangan rel kereta api.

Berlainan dengan fungsi Google Mapd di New York. Di Indonesia Anda yang ingin mudik dan ingin menghindari kemacetan, dimudahkan bila menyimak fitur terbaru yang diberikan google.

Google Maps kini menyediakan jalan alternatif dan akses kemacetan di sembilan belas kota di Indonesia secara real time. Ke-sembilan belas kota tersebut antara lain, Surabaya, Medan, Semarang, Palembang.

“Tujuan kami adalah untuk terus membuat Google Maps menjadi perangkat yang komprehensif dan mudah digunakan bagi pengguna di Indonesia. Kami berharap informasi kemacetan real time di sembilan belas kota ini akan membantu pengendara di kota-kota seluruh Indonesia menemukan rute tercepat ke tujuan mereka,” kata Director, Program Management Google, Suren Ruhela, dalam keterangan resminya.

Beberapa kota lainnya meliputi Makassar, Batam, Pekanbaru, Bogor, Bandar Lampung, Padang, Denpasar, Malang, Samarinda, Tasikmalaya, Yogyakarta, Surakarta, Banda Aceh, Pekanbaru, dan Jambi. Dengan tambahan informasi kemacetan secara real time ini bisa diakses melalui ponsel dan desktop.

Caranya cukup mudah, setelah mengaktifkan layer “Traffic” di Google Maps, Anda akan mulai melihat rute yang Anda pilih diisi dengan warna yang berbeda. Itu menandakan perbedaan kecepatan yang disebabkan oleh kemacetan. Hijau berarti lancar, oranye menandakan kemacetan ringan, dan merah berarti kemacetan yang lebih padat.

Selain dari informasi kemacetan, Google Maps juga akan memberikan informasi real time mengenai kecelakaan, perbaikan jalan, dan penutupan jalan.

Bahkan jika ada insiden yang terjadi ketika Anda berada di jalan, Google Maps akan menggunakan informasi tersebut untuk memberikan rute alternatif, termasuk penjelasan mengapa rute tersebut disarankan agar Anda bisa sampai ke tujuan dengan lebih cepat dan terhindar dari kemacetan.

Peluncuran informasi kemacetan hari ini di sembilan belas9 kota adalah bagian dari inisiatif Google untuk membuat Google Maps lebih berguna bagi pengguna di Indonesia.

Tahun lalu, Google memperkenalkan fitur gambar Street View untuk Jakarta, Bogor, Denpasar, Surabaya, dan Taman Nasional Komodo.

Komentar