Aturan Baru YouTube Picu Pro dan Kontra

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Januari 2018 | 10:00 WIB

Dibaca: 5 kali

Sejumlah vlogger menyuarakan pendapatnya terkait kebijakan YouTube yang meningkatkan standard bagi sebuah channel agar dapat menghasilkan uang.

Melalui pengumuman di akun Twitter @YTCreators, salah satu platform berbagi video terbesar di dunia ini menginformasikan khalayak luas mengenai peraturan baru terhadap monetisasi untuk para kreator konten di YouTube.

Beberapa warganet, yang juga mencari peruntungan dengan menjadi YouTuber, memunculkan pendapatnya masing-masing, dan tentunya menimbulkan pro dan kontra.

Sejumlah netizen mengatakan bahwa kebijakan ini baik untuk menghindari lebih banyak kreator konten yang hanya bermodalkan mengunggah ulang video orang lain untuk mendapatkan uang.

Di sisi lain, ada warga Twitter yang berpendapat bahwa hal ini semakin menyulitkan pemilik channel kecil yang sudah berjuang mati-matian untuk mengais views dan subscribers, ditambah dengan semakin ketatnya persaingan antar kreator.

Tidak hanya YouTuber dari luar negeri saja, kreator lokal pun turut memposting cuitan mengenai kebijakan baru ini.

Lewat akunnya, ia berpendapat bahwa peraturan ini harus dilihat oleh para kreator untuk terus berjuang dalam menciptakan konten yang baik terlebih dahulu dibandingkan terus memikirkan uang.

Menurut peraturan baru yang diumumkan Selasa kemarin,, YouTube sekarang akan menerapkan kriteria lebih ketat untuk jenis video yang dapat menghasilkan uang.

Selain itu, YouTube akan memperkenalkan proses penyaringan baru terhadap konten video agar sesuai dengan yang ditawarkan pengiklan.

Bicara masalah kebijakan layanan, anak perusahaan Google ini melakukan perubahan peraturan setidaknya hampir tiap tahun.

Pada dua tahun  lalu, monetisasi konten video di kanal YouTube tidak dikenakan syarat tertentu. Namun kebijakan itu berubah dua tahun kemudian.

Pada April tahun  lalu, konten video harus memiliki minimal sepuluh ribu tayangan untuk bisa menampilkan iklan dan mendapatkan uang.

Syarat tersebut diterapkan setelah YouTube mendapat boikot dari pengiklan yang dimulai Maret tahun lalu. Saat itu YouTube menampilkan iklan dalam video berbau kekerasan dan rasial.

Tak ingin mengulangi kejadian serupa, YouTube menambahkan syarat lagi yang lebih ketat di tahun  ini.

Peraturan baru yang cukup berat bagi pemula yang ingin jadi YouTuber ini mulai efektif pada Februari depan.

” Ambang batas ini dibuat agar pembuat konten menghasilkan video-video yang sesuai dengan pedoman dan kebijakan komunitas kami.

” Selain itu aturan ini memperjelas keinginan kami untuk menampilkan konten dengan standar yang lebih tinggi,” tulis Robert Kyncl, kepala bisnis YouTube, dan Neal Mohan, kepala produk YouTube, dalam sebuah pernyataan bersama di blog.

Dari penjelasan tersebut, YouTube pada intinya ingin mengurangi pembuat konten video abal-abal yang hanya bisa mengunggah ulang karya orang lain. Selain itu YouTube ingin memanjakan kanal besar dengan konten asli agar penghasilan mereka tetap stabil.

Selain menerbitkan persyaratan baru, YouTube berjanji bahwa staf moderator konten mereka akan menyaring setiap video di Google Preferred, sebuah layanan premium bagi perusahaan yang beriklan di YouTube.

Google mengatakan bahwa proses penyaringan manual akan dilakukan pada pertengahan Februari di Amerika Serikat dan pada akhir Maret di negara-negara lainnya.

Komentar