Atasi Baterai Smartphone Lewat Cara Ini

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Januari 2017 | 08:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda seorang pengguna  smartphone?

Kalau iya, Anda pasti tak pernah sepi dari keluhan  performa baterai yang boros.

Dan ironisnya, hanya segelintir yang benar-benar merawat baterai.

Sama seperti manusia, baterai juga perlu dirawat agar selalu sehat.

Salah satu cara paling sederhana untuk menjaga stamina baterai adalah menge-charge dengan tepat.

Ya, mengisi daya smartphone tak cuma soal memasukkan kabel charge ke port USB. Pengguna harus mengenali waktu yang tepat untuk mengisi daya.

Jangan sampai membiarkan ponsel semalaman di-charge. Pasalnya, sama seperti manusia, baterai juga bisa kenyang daya. Ketika kekenyangan, performanya pun akan menurun.

Menurut engineer senior di Motorola, Mark Carlson, pengguna sebaiknya mengisi baterai ketika menuju kosong, sebagaimana dilaporkan Forbes.

Jangan sampai benar-benar kosong karena sama saja dengan memberi makan untuk manusia yang benar-benar telah mati.

Jangan pula mengisi daya ketika baterai masih setengah penuh karena sama saja dengan memberi makanan manusia ketika masih kenyang.

“Baterai pada kondisi sepuluh persen akan menyerap daya lebih cepat daripada ketika kondisinya lima puluh persen,” kata Carlson.

Menurut Carlson, menge-charge berlebihan alias overcharging akan berpengaruh pada usia baterai yang lebih pendek.

Selain itu, menge-charge juga jangan terlalu sering. Lagi-lagi sesuaikan dengan kebutuhan.

Sebab, baterai punya batasan charge alias charge limit. Jika sudah melampaui batasan itu, performa baterai akan menurun.

Pengguna seyogyanya menge-charge ponsel dalam kondisi sepuluh persen dan membiarkannya terisi hingga seratus persen. Siklus itu akan terhitung satu kali.

Jika pengguna menge-charge ponsel dalam keadaan lima puluh persen lalu mencabutnya saat seratus persen, siklus terhitung satu kali padahal pengisiannya cuma lima puluh persen.

Mekanisme ini kurang efisien.

Memang tak terbantahkan fungsi smartphone bisa digunakan untuk membantu mengerjakan banyak hal, mulai dari mengecek e-mail, membaca berita, memotret, hingga aktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan.

Dan  fungsi tersebutlah yang menjadi biang  umur baterai masih menjadi kendala.

Rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai empat hingga lima jam jika digunakan secara intens.

Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian

Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali.

Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.

Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel.

Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen.

Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu “dikuras” hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik.

Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi seratus persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi seratus persen terisi juga tidak baik.

Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau seratus persen secara terus-menerus.

Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak.

Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.

Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai.

Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan.

Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai.

Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.

Komentar