Asik…., WhatsApp Kini Punya Fitur Baru

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 Agustus 2017 | 08:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “the verge,” hari ini, Kamis, 24 Agustus, memberitahu  kehadiran  fitur status baru dari WhatsApp dengan latar warna-warni ala Facebook.

Dengan fitur baru ini, pengguna Whatsapp bisa memvariasikan status yang mereka poskan dengan menambahkan warna latar belakang, font, emotikon, hingga tautan.

Pembaruan status WhatsApp ini bisa didapat di versi iOS dan Android.

Sayang, fitur anyar ini belum mampir untuk pengguna di negeri ini.

Whatsapp menyebutkan bahwa fitur ini akan digulirkan secara bertahap ke berbagai pengguna di seluruh dunia hingga akhir pekan ini.

“Fitur baru ini memudahkan untuk berbagi pembaruan status berbasis teks kreatif. Untuk mencari rekomendasi liburan atau memberi tahu kelompok tentang alamat untuk sebuah pesta di grup,” tulis WhatsApp seperti  juga ditulis  “ ibtimes.co.in”

Pengguna juga bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat status tersebut. Whatsapp menyediakan tiga opsi; bisa dilihat oleh seluruh kontak, “kontak kecuali…”, dan “bagikan hanya dengan…”.

Serupa dengan Instagram, pengguna bisa melihat siapa saja yang sudah melihat status tersebut. Untuk memberi respon terhadap status yang diposkan, seseorang harus terdaftar dalam kontak orang tersebut

Sebelumnya, seperti dirilis “phone arena,” WhatsApp telah meraih pencapaian penting dengan satu miliar pengguna aktif setiap harinya.

Sementara itu, pengguna aktif bulanannya mencapai angka satu koma tiga  miliar pengguna per bulan.

Ini merupakan pertumbuhan yang sangat cepat.

Sebab, tahun lalu angka satu miliar ini adalah angka pengguna aktif bulanan mereka. Tapi kini, angka tersebut telah menjadi angka pengguna harian.

Tak hanya itu, para pengguna mengirimkan lebih dari 55 miliar pesan perhari. Sebagian besar adalah pesan teks.

Pesan video hanya satu persen dari seluruh pesan terkirim ini, yaitu sebanyak satu miliar.

Sementara pesan foto mengambil jatah kurang sekitar sembilan persen, yaitu sebanyak empat koma lima miliar pesan terkirim. Aplikasi ini sendiri telah digunakan di lebih dari enam puluh bahasa.

Selain itu, fitur WhatsApp Status berhasil digunakan oleh dua ratus lima puluh juta pengguna aktif setiap hari.

Sebagaimana kita tahu, fitur Whatsapp Status ini dikloning dari Snapchat Stories. Ironisnya, jumlah pengguna harian Whatsapp Status jauh lebih banyak dari pengguna harian Snapchat Stories.

Angka-angka ini diumumkan sebagai bagian dari hasil Facebook.

Perusahaan juga mengungkapkan bagaimana iklan mobile perusahaan terus berkembang. Saham Facebook pada semua waktu cenderung tinggi setelah perusahaan mengumumkan hasil ini.

Ke depan, WhatsApp segera merilis layanan chat untuk bisnis di mana perusahaan akan memonetisasinya. Perusahaan dilaporkan membuat aplikasi terpisah untuk pengguna bisnis ini.

Sementara itu pengguna  WhatsApp di China kini sedang mengalami kesulitan untuk mengirimkan foto, videos, bahkan terkadang teks.

Pemerintah China menerapkan sistem filter masif yang memblokir sebagian pesan di layanan tersebut. Sistem filter ini merupakan bagian dari kebijakan “Tembok Besar Firewall” pemerintah untuk membatasi kebebasan bicara secara online.

Hal ini diungkap oleh seorang analis keamanan, Nadim Kobeissi. Ia adalah seorang kriptografer dari Symbolic Software, seperti dikutip The New York Times.

Pemblokiran ini memang masih sebagian. Namun bisa jadi mengarah pada pemblokiran penuh. Mungkin juga pemerintah China tak jadi melakukan pemblokiran.

Jika pemerintah China melalukan pemblokiran permanen, maka Whatsapp akan masuk dalam deretan situs lain yang sudah mendapat pelarangan sebelumnya.

Untuk diketahui, bahwa Whatsapp adalah aplikasi terakhir Facebook yang masih bisa beroperasi di China. Facebook dan Instagram sudah diblokir terlebih dulu disana.

Belakangan, China memang kian memperketat kontrol terhadap konten internet. Sebelumnya, pemerintah China dikabarkan sempat berencana untuk memblokir layanan VPN. Meski belakangan, pemerintah China menyangkal hal tersebut.

Selanjutnya, pemerintah juga meminta tiga situs lokal untuk menghentikan layanan streaming video dan audio. Sina Weibo, iFeng, dan ACFUN diminta untuk tidak menyiarkan video dan audio yang tidak sejalan dengan aturan nasional mengenai audio visual dan mempropagandakan ujaran negatif, demikian Financial Times

Penyensoran penuh Whatsapp seringkali menguntungkan bisnis lokal di China.

Pemblokiran Whatsapp diperkirakan akan kian mendongkrak bisnis WeChat. Saat ini WeChat memiliki 768 juta pengguna di China.

Sementara Whatsapp memiliki tujuh ratus  juta pengguna di seluruh dunia. Masih lebih sedikit dari pengguna WeChat.

Contoh lain adalah layanan pencarian Baidu yang berhasil mencuri tempat setelah Google hengkang dari negara tersebut.

Sementara layanan media sosial Weibo, diuntungkan dengan tidak tersedianya layanan media sosial seperti Facebook dan Twitter, demikian

Komentar