Apakah Ada Dampak “Supermoon” Terhadap Bumi?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 Juni 2013 | 09:09 WIB

Dibaca: 4 kali

“Supermoon” telah berlalu. Jejak dari “bulan purnama” itu masih terasa di langit subuh ketika bulan masih benderang. Tapi tidak lagi “super” kala Minggu malam, 23 Juni 2013, lalu.

Lihatlah di langit subuh. Walau pun sedikit “complang” sisa purnama masih terlihat alam ukuran yang tak biasa. Ia masih cukup besar dibanding dari perjalanan tahun kita menyaksikannya di langit subuh.

Setelah “supermoon” berlalu banyak orang bertanya, apakah ia memiliki dampak terhadap bumi? NASA, badan antariksa milik Amerika Serikat langsung menjawab pertanyaan bernada khawatir dari penduduk bumi itu. “Tidak memiliki dampak besar. Hanya dampak kecil dan itu juga telah berlalu.”
Apakah ada efek lainnya Bumi? Jawabannya sama, tidak!

Efek supermoon bagi bumi bersifat sangat ringan. Menurut studi paling rinci para seismolog dan vulkanolog, tidak akan ada pengaruhi keseimbangan energi internal bagi bumi karena ada pasang lunar setiap hari.
Jangan khawatir dengan ocehan akan ada gempa atau terpengaruhnya musim yang bisa menimbulkan badai besar dan sebagainya. NASA tegas mengatakan “supermoon” telah berlalu bersama dampaknya terhadap kehidupan bumi.

Memang ada aktivitas lempeng tektonik dan gunung berapi. Ada kemungkinan akan meningkat, namun efeknya sangat kecil.

Yang jelas, supermoon mempengaruhi pasang surut laut dan berkontribusi terhadap banyak aspek budaya dari kehidupan kita (aspek yang terlihat bagaimana planet kita merupakan bagian dari tata surya)
Terlepas dari perdebatan dan isu tentang dampanya, bulan purnama di langit cerah di Minggu malam lalu terlihat sangat besar dan paling terang.

Kenapa ia di sebut “supermoon?” Alasan utamanya, karena bulan lebih dekat dengan bumi dibanding waktu-waktu sebelumnya. Bahkan, “supermoon” kali ini menurut NASA menjadi pertemuan terdekat antara bumi dan bulan.

Tahun ini “supermoon” ternyata 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dibanding bulan purnama biasa. Para astronom menyebut supermoon sebagai “perigee” . Selama perigee, Bulan hanya berjarak sekitar 221.824 mil. Jarak terjauh yaitu 252.581 mil (apogee). Bulan akan benar-benar berada di apogee hanya dua minggu setelah supermoon, yaitu pada 7 Juli.

Jadi sebelum bulan benar-benar masuk dalam “apogee” atau posisi sebenarnya di cakrawala, tidak salahnya Anda menikmatinya. Paling tidak masih ada waktu selama dua belas hari lagi menyaksikan bulan di langit subuh atai dinihari WIB dalam besaran yang tidak biasanya.

Apa definisi supermoon dan mengapa disebut itu?

Supermoon adalah situasi saat bulan sedikit lebih dekat ke bumi dalam orbitnya dibanding rata-rata, dan efek ini paling terlihat ketika itu terjadi pada saat yang sama sebagai bulan purnama. Jadi, bulan mungkin tampak lebih besar meskipun perbedaan jarak dari Bumi hanya beberapa persen.

Komentar