Anda Tahu Apa Itu “Downtime”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 2 April 2015 | 09:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang pernah luput dari “penyakit error,” ketika sedang menjelajahi dunia maya?
Jawabannya hampir tidak ada pengguna internet yang absen dari “penyakit” itu.

Kata-kata “layanan tidak tersedia” atau “error” merupakan “teman sejati” para pesilancar internet kala berpindah dari satu situs ke situs yang lain.

Anda tahu nama peristiwa itu?

Para ahli teknologi informasi menamakannya dengan istilah downtime, yaitu kondisi web tak dapat diakses dalam jangka waktu tertentu.

Pastinya Anda jengkel. Apalagi jika Anda sedang diburu target pekerjaan untuk meng”upload” atau me”download.”

Yang pasti ada keruh=gian dari sisi ini, terutama waktu dan finansial.

Anda tahu apa yang terjadi di belakang “downtime” itu?

Pertama mungkin pasokan listrik terputus dan keberlangsungan sistem kerja pada server di data center dapat terganggu. Ini yang disebut dengan downtime.

Kondisi downtime adalah ancaman utama bagi data center, terutama pada negara yang pasokan listriknya kurang baik.

Pada saat-saat seperti itu dibutuhkan generator sebagai back up daya dan Uninterruptible Power Supply atau dikenal dengan sebutan UPS.

Fungsinya sebagai penahan aliran listrik agar perangkat di data center dapat bertahan sampai generator siap memasok listrik.

Untuk itulah, syarat utama membangun data center adalah adanya proteksi dengan sistem cadangan, yaitu cadangan daya dan UPS. Pasalnya, server pada data center tidak boleh mati. Ya, bahkan untuk sedetik pun.
Bila terlanjur mati, akan butuh waktu lama untuk mulai kembali menghidupkannya atau “re-boot,” kembali.

Perlu diketahui, efektifitas UPS bergantung pada kebugaran baterai yang masa efektifnya adalah dua sampai empat tahun, tergantung ukuran dan kondisi beban yang di-back up oleh UPS tersebut. Semakin bugar baterai, semakin dapat diandalkan kinerjanya. Oleh karena itu, keseluruhan unit baterai harus diganti secara reguler.

Dilansir dari situs Schneider Electric, gangguan terbesar sebetulnya tak hanya datang dari sistem, melainkan juga kelalaian manusia.

Situs tersebut menjelaskan, bahwa sistem yang baik juga membutuhkan monitoring yang baik Kecerobohan dan kelalaian manusia memang bisa menjadi ancaman terganggunya keberlangsungan data center. Fakta menyebutkan bahwa persentase penyebab downtime akibat kesalahan.

Untuk mencegah dan meminimalkan gangguan yang terjadi akibat manusia diperlukan pemeliharaan alat-alat atau perangkat yang menunjang keberlangsungan data center.

Dengan melakukan pemeliharaan, perangkat atau alat yang sudah tak layak pakai dapat segera diganti atau hanya sekadar diperbaiki secara berkala agar kinerjanya optimal.

Pada dasarnya, pemeliharaan dan perawatan data center dapat dilakukan dengan memperkuat sistem, infrastruktur dan keamanan fisik. Hal pertama harus diperhatikan adalah pengaturan sirkulasi udara dan suhu secara tepat.

Sebagai catatan, jika tidak diperhatikan, terminasi kawat listrik yang kendur dengan beban besar akan menimbulkan panas. Jika dibiarkan dalam waktu yang lama akan berpotensi mengakibatkan kebakaran.

Adapun prioritas selanjutnya adalah pemeliharaan hardware. Responsif atau tidaknya sistem biasanya tergantung pada kapasitas dalam hardware. Pemeliharaan dapat dilakukan dengan cara melakukan pengarsipan, defragmentasi, meningkatkan sistem operasi, software dan juga hardware.

Cara lain mengantisipasi terjadinya downtime adalah memperkokoh integritas karyawan. Dengan melibatkan karyawan, upaya perusahaan meminimalkan kemungkinan downtime dapat terlaksana.

Karyawan sungguh memahami perannya dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Mereka mungkin memiliki saran tentang cara untuk meminimalkan downtime atau meningkatkan fungsinya.

Selain itu, dengan efisiensi monitoring. Perangkat dan peralatan dapat diintegrasikan dengan menggunakan software yang juga berguna sebagai alat monitoring.

Lewat pengaturan pada software itu dapat diketahui letak sumber panas pada perangkat secara tepat, pengaturan suhu secara otomatis, hingga komunikasi data. Kapasitas dalam tiap server juga bisa diatur sehingga penggunaannya efektif dan efisien.

Tak hanya itu. Jika ada sistem atau peralatan yang terganggu dan tidak berfungsi, software dapat segeras memberitahukan dengan cepat

Komentar