Akan Hadir Aplikasi Spotify di Apple Watch

Penulis: Darmansyah

Selasa, 6 November 2018 | 08:54 WIB

Dibaca: 1 kali

Spotify tengah mengerjakan aplikasi mandiri untuk Apple Watch. Kehadiran aplikasi ini bertujuan mempermudah pengguna mengakses layanan streaming musik tersebut saat sedang beraktivitas.

Seperti ditulis  Phone Arena,  hari ini, Selasa, 06 November, pihak Spotify sejauh ini belum menyampaikan pernyataan resmi terkait aplikasi tersebut.

Namun, versi beta Spotify untuk Apple Watch telah tersedia dan bisa diunduh melalui layanan pengujian aplikasi, TestFlight.

Menurut laporan Mac Rumors, aplikasi tersebut masih dalam tahap awal pengembangan. Pasalnya, belum ada fitur offline, sehingga penggunaannya masih terbatas.

Adapun saat ini, belum ada informasi mengenai waktu peluncuran aplikasi Spotify untuk Apple Watch. Oleh sebab itu, para pengguna harus bersabar sampai pihak Spotify dan Apple mengumumkannya.

Di sisi lain, Spotify beberapa waktu lalu baru merilis aplikasi mandiri untuk perangkat WearOS. Ketersediaan untuk perangkat WearOS, dan rencana peluncuran untuk Apple Watch, mengindikasikan Spotify ingin merilis layanannya ke lebih banyak perangkat.

Spotify beberapa hari lalu mengumumkan pertumbuhan jumlah pelanggan berbayar. Per November, Spotify mengantongi delapan puluh tujuh juta pelanggan berbayar. Jumlah pengguna berbayar naik dari delapan puluh tiga juta pada Juli lalu.

Spotify juga mengungkapkan jumlah pengguna aktif bulanan yang kini sudah mencapai seratus sembilan puluh satu juta.

Lebih lanjut, Spotify menargetkan memiliki sembilan puluh tiga hingga sembilan puluh enam juta pelanggan berbayar pada akhir tahun ini.

Begitu pula dengan pengguna aktif bulanan, yang ditargetkan bisa mencapai dua ratus enam juta.

“Pengguna kami terus tumbuh dari paket Family dan Student,” jelas Spotify dalam keterangannya.

beberapa waktu lalu Spotify  mengumumkan peningkatan jumlah pelanggan berbayarnya.

Per bulan ini, November 2018, jumlah pelanggan berbayar Spotify meningkat hingga delapan puluh tujuh juta.

Peningkatan tersebut terbilang masif, mengingat pada Juli 2018 jumlah pelanggan berbayar aplikasi streaming musik ini menyentuh delapan puluh tiga juta.

Selain itu, seperti dilansir Ubergizmo Spotify juga mengungkap jumlah pengguna aktif bulanannya

Adapun jumlah tersebut meningkat dua puluh delapan persen jika dibanding dengan jumlah sebelumnya.

Perusahaan dengan demikian percaya diri menargetkan akan bisa mencapai lebih pelanggan berbayar pada akhir tahun ini.

Begitu pun dengan jumlah pengguna aktif bulanan yang ditargetkan bisa mencapai 206 juta pada waktu yang sama.

“Pertumbuhan pengguna kami terus tumbuh dari paket Family dan Student kami,” ujar Spotify.

Perang layanan streaming musik memang diakui masih terjadi. Karenanya, tidak heran masing-masing layanan selalu berupaya menghadirkan fitur anyar dan menarik untuk para penggunanya, seperti yang dilakukan Spotify baru-baru ini.

Dikutip dari Pitchfork,  layanan streaming musik asal Swedia baru saja bekerja sama dengan Ancestry.com untuk menghadirkan playlist berdasarkan DNA pengguna.

Lewat kerja sama ini dengan perusahaan genealogi ini, pengguna dapat melacak sejarah keluarganya dan hasilnya dikirimkan ke Spotify. Lalu, layanan tersebut akan membuat daftar putar berdasarkan informasi keluarga pengguna dan lagu yang didengarnya.

“Program ini mendorong pengguna mengetahui lagu berdasarkan riwayat leluhurnya,” tutur Global Head of Partner Solutions Spotify Danielle Lee. Karenanya, pengguna yang tertarik dapat mendaftar  melalui program ancestryDNA.

Ancestry selaku perusahan rekanan juga memastikan akan melindungi data pengguna yang terlibat program ini. Karenanya, Spotify tidak akan memiliki akses ke data DNA tiap pelanggan Ancestry.

Jika tidak ingin menyerahkan DNA tapi tetap ingin merasakan pengalaman mendengar musik dari para leluhurnya, AncestryDNA menawarkan opsi lain. Jadi, pengguna yang sudah mengetahui daerah leluhurnya tinggal memasukkan informasi tersebut laman khusus.

Setelah itu, Spotify akan membuatkan daftar putar yang dibuat berdasarkan wilayah dari beragam genre musik. Seluruh informasi yang diberikan sepenuhnya dimasukkan sendiri oleh pengguna sehingga dapat disesuaikan dengan keinginannya.

Sebelumnya, Spotify tengah berusaha memperbanyak koleksi musik dari musisi musikus independen (indie).

Melalui layanan beta yang sedang diuji coba, para musikus indie nantinya bakal lebih mudah mengunggah lagunya ke Spotify.

Dikutip dari Phone Arena,  Spotify sedang menguji layanan baru yang ditujukan untuk musikus indie.

Musikus yang diundang berpartisipasi dalam private beta akan melihat opsi baru di “Spotify for Artist” dalam aplikasi mobile dan situs web. Melalui opsi tersebut, mereka bisa mengunggah langsung musiknya.

Spotify merekomendasikan musikus untuk mengunggah lagu mereka setidaknya lima hari setelah dirilis ke publik. Hal ini dibutuhkan agar perusahaan bisa memastikan tidak ada lirik atau lagu yang melanggar materi orang lain.

Spotify dalam keterangannya menjelaskan, fitur baru semacam ini sudah lama diminta oleh para musikus.

Para musikus disebut ingin lebih mudah mengunggah lagu mereka secara langsung ke Spotify.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kami menguji sebuah tool upload di dalam Spotify for Artists karena kami meyakini menyuguhkan musik baru ke para penggemar kalian seharusnya bisa dilakukan dengan sederhana. Mulai hari ini, kami mengundang lebih banyak musikus untuk berpartisipasi dalam program beta ini,” jelas Spotify dalam keterangannya.

Fitur baru tersebut akan mempermudah musikus mendistribusikan karya mereka, dibandingkan cara yang ada sekarang.

Saat ini, musikus indie bisa memasukkan musik mereka ke Spotify melalui kerja sama dengan label rekaman besar, dan ini bukan hal yang mudah bagi pemusik baru.

Cara lain, musikus indie bekerja sama dengan layanan pihak ketiga, seperti TuneCore.

Layanan distribusi musik digital tersebut membantu mendistribusikan atau menjual karya musikus ke lebih dari seratus lima puluh platform, termasuk Spotify, iTunes, Google Play, Amazon, Tidal, dan Deezer.

Komentar