Admin Grup WhatsApp Tambah Deskripsi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 23 Februari 2018 | 08:23 WIB

Dibaca: 0 kali

WhatsApp, seperti ditulis “phone arena,” hari ini, Jumat, 23 Februari,  segera merilis fitur baru untuk aplikasinya di Android maupun Windows Phone.

Fitur baru tersebut memungkinkan pengguna untuk menambahkan deskripsi grup.

Fitur ini memungkinkan pengguna baru untuk mengetahui apa tujuan grup tersebut dibuat atau aktivitasnya sebelum bergabung.

Langkah ini diberikan untuk membantu anggota baru mendapatkan konteks saat mereka diundang masuk ke dalam sebuah grup WhatsApp.

Kemampuan untuk menyunting deskripsi grup saat ini bisa dilakukan oleh semua anggota grup. Namun grup admin yang dapat mengakses ini sunting deskripsi ini nantinya.

Deskripsi akan terlihat di halaman obrolan sebagai kotak yang disematkan terpisah dari halaman info grup di bawah nama grup.

Fitur tersebut saat ini bisa dicoba di WhatsApp versi beta dan untuk pengguna iPhone masih perlu bersabar untuk mencicipinya.

Hadir di versi beta, belum diketahui kapan fitur tersebut akan dirilis secara resmi. Banyak orang telah terlibat dalam tes ini.

WhatsApp sendiri baru-baru ini menguji fitur “Demote as Admin”. Fitur ini memungkinkan admin grup mencabut hak admin untuk admin lain dalam grup yang sama.

Secara terpisah, WhatsApp juga menguji fitur ‘Sticker’ di aplikasi Windows Phone beta terbaru.

Fitur itu saat ini tidak tersedia di Android atau iPhone, dan masih merupakan fitur tersembunyi bahkan pada versi Windows Phone.

WhatsApp secara terus menerus menambah fitur-fitur baru untuk menyenangkan penggunanya.

Belum lama ini  aplikasi ini telah menghadirkan penangkal pesan berantai yang berisi hoax.

WhatApp akan segera melepas fitur ini  yang  memberitahu pengguna bahwa pesan itu telah dibagikan berkali-kali.

Notifikasi ini akan muncul untuk pesan yang sudah dibagikan lebih dari dua puluh lima kali dengan fitur ‘forward‘.

Pemberitahuan yang bertuliskan “Forwarded Many Times” atau telah diteruskan berkali-kali akan muncul di bawah pesan yang diteruskan itu. Saat ini, notifikasi tersebut hanya muncul pada pesan yang terkirim.

WhatsApp menyarankan untuk mencegah pesan ini muncul saat pengguna ingin mengirimkan pesan ke banyak orang, bisa menggunakan opsi Broadcast List.

Dengan fitur ini, hanya orang-orang yang memiliki nomor pengguna dalam kontak mereka yang akan menerima pesan tersebut.

Dengan kata lain, fitur ini tak bisa disalahgunakan untuk mengirim pesan kepada orang yang tak menyimpan nomor pengirim pesan.

Saat ini, WhatsApp tidak memblokir pesan yang diteruskan lebih dari dua puluh lima kali. Lantaran masih dalam pengembangan, masih belum jelas bagaimana WhatsApp akan menerapkan fitur ini nantinya.

Meski demikian, penyebar hoaks mungkin akan segera menemukan cara untuk mengakali hal ini. Tapi setidaknya fitur ini akan memperlambat kerja mereka.

Kepada WhatsAppen, juru bicara WhatsApp menyebut bahwa perusahaan itu tengah mengawasi penyebaran spam di platformnya dengan ketat dan akan mengambil langkah pencegahan.

Jika Anda mendapat pesan sampah (spam) yang dikirim ke banyak orang sekaligus, ada baiknya Anda melaporkan nomor tersebut.

WhatsApp sendiri sebenarnya punya perangkat untuk mendeteksi spam secara otomatis. Tapi, laporan aktif dari pengguna akan lebih efektif untuk mengatasi penyebar spam, demikian diberitakan WhatsApp Beta Info.

Selain itu WhatsApp telah memiliki fitur tombol untuk mengalihkan telepon suara ke video.

Selama ini pengguna WhatsApp tak bisa mengintegrasikan dua pilihan panggilan ini.

Sebelum melakukan panggilan, pengguna hanya bisa memilih akan melakukan panggilan suara atau video.

Jika di tengah percakapan video, pengguna ingin mengubah ke panggilan suara karena sinyal jelek misalnya, hal ini tak bisa dilakukan otomatis.

Panggilan harus dimatikan dulu, lalu pengguna harus melakukan panggilan ulang dengan suara. Begitu juga sebaliknya.

Tombol untuk bertukar mode panggilan ini akan muncul di layar saat panggilan dilakukan. Saat melakukan panggilan suara, tombol video akan muncul di bagian tengah bawah layar.

Saat pengguna ingin mengubah mode panggilan menjadi panggilan video, penerima panggilan akan menerima peringatan. Jika penerima panggilan menerima perubahan mode telepon ini, maka sambungan telepon akan berubah jadi video call.

Jika tidak diterima, maka panggilan akan berlanjut dalam panggilan suara, demikian disebutkan WABetaInfo.

Saat ini, fitur tersebut hanya bisa digunakan oleh pengguna yang terdaftar dalam pengguna versi beta WhatsApp. Mereka yang terdaftar di program ini akan mengetes fitur-fitur baru yang akan digunakan WhatsApp untuk seluruh penggunanya kemudian.

Untuk menjadi anggota program beta testing ini, pengguna bisa mendaftar disini.

Saat ini WhatsApp ‘call’ juga hanya bisa digunakan untuk melakukan telepon antar pengguna.

Kabarnya, ke depan Whatsapp juga memungkinkan layanan telepon untuk grup, seperti disebutkan The Independent

Komentar