10 Tahun Lagi Alien Jadi Teman Manusia

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Juli 2015 | 15:57 WIB

Dibaca: 1 kali

Stephen Hawking, fisikawan terkenal asal Inggris, Kamis, 23 Juli 2015, mengumumkan proyek bernilai jutaan dolar yang diberi nama “Breakthrough Listen” dengan target menemukan alien dalam waktu sepuluh tahun mendatang dan menghadirkannya sebagai bagian yang ikut memiliki jagat raya.

Proyek yang digagas secara “spektakuler” itu menyertakan astronom terkenal, fisikawan, ilmuwan, dan ahli lainnya, secara bersama dengan sumber daya dari seluruh planet Bumi, termasuk beberapa observatorium, universitas, dan lembaga lainnya.

Keberadaan alien masih menjadi isu penting setelah ditemukannya sumber kehidupan di Planet Pluto olerh NASA lewat satelit New Horizons sehingga menimbulkan perbincangan menarik di masyarakat.

Saat ini perbincangan tentang alien bukan hanya mengenai keberadaannya, tetapi sudah sampai pada sosok dari alien tersebut.

Selama ini alien digambarkan sebagai sosok pria hijau kecil atau bahkan monster dengan gigi tajam dan memiliki cakar, tetapi t ahli evolusi biologi mengklaim, alien memiliki bentuk menyerupai manusia.

Adalah Professor Simon Conway Morris, paleontology di University of Cambridge, berpendapat, kehidupan di planet lain kemungkinan mengikuti teori yang dikenal evolusi konvergen.

Profesor Conway Morris, sebagai hasil dari teori itu, kehidupan di planet lain yang menyerupai Bumi akan mengikuti jalur evolusi yang sama dengan planet Bumi. Jika benar, maka kemungkinan alien akan digambarkan menyerupai manusia.

“Menurut saya, dalam setiap zona layak huni yang tidak mendidih atau beku, kehidupan cerdas akan muncul karena kecerdasan konvergen,” kata Professor Conway Morris yang dimuat dalam Dailymail, Kamis.
.
Selain itu, mengingat jumlah planet potensial untuk ditinggali saat ini, menjadikan dasar pemikiran adanya kemungkinan makhluk yang menjadi serupa dengan manusia di Bumi.

Profesor yang dikenal tentang studi ledakan Kambrium itu juga berpendapat, evolusi konvergen diatur setiap aspek perkembangan kehidupan Bumi.

Sementara itu, proyek pencarian alien yang dipelopori oleh Hawking itu digadang-gadang akan menjadi pencarian terbesar, terpanjang, dan terorganisir yang dibiayai khusus serta diperkirakan akan memakan waktu hingga sepuluh tahun.

“Kami percaya bahwa kehidupan muncul secara spontan di Bumi, sehingga dalam alam semesta yang tanpa batas ini seharusnya terjadi kehidupan lain. Di suatu tempat dalam kosmos kehidupan cerdas lainnya mungkin tengah menyaksikan cahaya milik kita, menyadari apa keinginan mereka,” ujar Profesor Hawking, sebagaimana dilaporkan Nerdist

Proyek Breakthrough Listen nantinya akan memanfaatkan radio teleskop dari seluruh dunia, termasuk di dalamnya dua teleskop radio terbesar di dunia, untuk memindai jutaan bintang di galaksi Bima Sakti dan galaksi terdekat lainnya utntuk menemukan sinyal radio atau sinyal lainnya dari kehidupan lain di luar Bumi untuk membuktikan keberadaan alien.

Sebelum proyek “Breaktrough Listen” gagasan Hawking mengemuka, sejak tahun 80-an lembaga Search for Extraterrestrial Intelligence Institute telah didirikan. Sayangnya, SETI tak lagi dibiayai oleh pemerintah Amerika Serikat, lalu selanjutnya berbagai proyek yang dilakukan SETI pun dibatalkan dan mereka hanya mengandalkan bantuan dari universitas organisasi swasta dan sumbangan masyarakat.

Sedangkan proyek buatan Hawking, Breakthrough Listen, sepenuhnya didanai oleh milyuner asal Rusia, Yuri Milner. Milner sendiri sebelumnya diketahui pernah berinvestasi di berbagai perusahaan teknologi, seperti Facebook, Twitter, Spotify, Zynga, Groupon dan Alibaba.

Sebelumya, para ilmuwan Colorado dikagetkan dengan penampakan warna baru di Planet Pluto dan menandai adanya kehidupan alien dalam planet Pluto.

Para ahli mengungkapkan bahwa gambar yang didapat dari planet, jauh lebih detail dari yang mereka harapkan.

“Ini sedikit tidak biasa untuk melihat begitu banyak detail permukaan pada jarak,” jelas Tim Geologi Tim Penyidik Horizone, dari Investigasi Universitas Washington di Saint Louis. Demikian seperti dilansir dari Daily Mail.

Namun sayang, gambar yang hanya masih terlihat titik di permukaan planet yang berada di garis khatulistiwa tersebut, belum begitu jelas. Tetapi diperkirakan dengan merapatnya pesawat Horizons dalam waktu dua minggu ke depan, gambar itu akan terlihat lebih jelas.

Gambar dari Pluto yang diambil oleh New Horizons semntara ini, diperkirakan mirip dengan titik area kehidupan manusia di Bumi jika dilihat dari jarak jauh.

Area titik tersebut berada konsisten baik tentang jarak maupun ukuran mereka, membentuk seperti sebuah kumpulan di seluruh planet.

“Ini teka-teki yang nyata dan kami tidak tahu apa tempat tersebut. Kami tidak bisa menunggu untuk mengetahui,” kata peneliti New Horizons, Dr Alan Stern dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Sebelumnya, Agustus 2014, pesawat ruang angkasa milik badan antariksa Eropa, Rosette, berhasil mencapai komet 67P/Churyumov-Gerasimenko dan dari gambar dan data yang disampaikan komet itu memiliki struktur batuan khas yang digambarkan mirip puzzle.

Dalam sebuah laporan yang dirilis akhir pekan lalu, para peneliti, yakni Max Wallis dari Universitas Cardiff dan Chandra Wickramasinghe dari Buckingham Center for Astrobiology menganggap jika tampilan aneh komet tersebut berasal dari banyaknya kehidupan mikroba asing yang diduga milik alien.

“Rosetta telah menunjukkan bahwa komet tidak harus dilihat sebagai benda mati yang memberku, komet nyatanya juga mendukung proses geologi dan bisa menjadi lingkungan lebih ramah untuk kehidupan mikro dibanding wilayah Antartika,” jelas University of Cardiff spesialis Max Wallis

Kedua ilmuwan tersebut juga menganalisis jika Comet 67P benar-benar menyembunyikan koloni mikroorganisme asing di bawah permukaannya, maka diperkirakan alien tersebut telah berevolusi dan menghasilkan senyawa khusus yang memungkinkan mereka hidup di suhu cuaca di bawah nol derajat.

Komentar