Vettel Itu “Alien” di Formula One

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 November 2013 | 09:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebastian Vettel menyemburkan “sampanye” kemenangannya usai menjuarai GP Abu Dhabi di Yas Marina Sircuit, Minggu malam WIB

“Autosport,” situs otomotif dunia member julukan baru untuk Sebastian Vettel sebagai “alien” Formula One usai menggeber mobilnya dengan “full speed” di Sirkuit Yas Marina, GP Abu Dhabi, Minggu, 03 November 2013, malam WIB, yang mengukuhkan dirinya sebagai juara untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut.

Menempati posisi start di urutan dua, di belakang rekan satu timnya Mark Webber, Sebastian Vettel hanya butuh sekian detik untuk mendahului Webber dan terus berada di posisi terdepan hingga menyentuh garis finis.

“Saya bagaikan terbang saja. Tidak mudah untuk menaklukkan Yas Marina. Tapi saya santai saja menekan gas hingga kecepatan maksimum. Ini sebuah pesona balapan pantai yang mengasyikkan. Saya menikmatinya,” ujar Vettel kepada “crashnet” usai menyamai prestasi Michles Schumacer, sang mentor dan idolanya, yang juga pernah tujuh kali menjuarai seri lomba Formula One secara berturut-turut.

Sebastian Vettel, yang akrab disapa dengan “Little Schumy,” dalam balapan di Buddh International Sircuit, New Delhi, India, pekan lalu telah menancapkan prestasinya sebagai juara dunia keempat kalinya bersama Red Bull Racing.

Rekan satu tim Vettel, Mark Webber, yang menempati “pole position” di Yas Marina, seperti kehabisan kata-kata mengungkap kehebatan Sebastian Vettel. Webber menyebut Vettel sebagai pembalap yang datang dari planet lain.

Webber memulai balapan dari posisi terdepan di Yas Marina, tapi sempat turun ke posisi ketiga di belakang Vettel dan Nico Rosberg pada awal balapan di Abu Dhabi. Namun keputusan untuk menggunakan ban medium ternyata tepat.

Kendati pada akhirnya berhasil menyalip Rosberg untuk menempati posisi kedua, Webber tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengejar mobil Vettel yang terus melaju untuk meraih kemenangan ketujuh.

“Vettel seperti pembalap alien hari ini dan sangat kuat di stint pertama. Dia sangat cepat dan bannya juga tidak cepat habis, itu yang membuat para rivalnya seperti menghadapi sebuah bencana termauk saya,” kata Webber memuji Vettel, dilansir Crash.

“Rosberg membalap sangat baik melawan Vettel dan saya, sayang dia melebar pada tikungan pertama. Kami semakin tertinggal dan saya mencoba menyerang Rosberg di lap pertama, tapi kami menjaga performa ban. Pada lap kedelapan atau sembilan, kami mengalami masalah bagian belakang,” jelasnya.

“Saya membuat pergerakan yang bagus terhadap Rosberg untuk kembali ke posisi kedua. Sangat menyenangkan untuk menang, tapi kami finis kedua. Saya akan pergi ke Austin dan mencoba untuk melakukan lebih baik,” tambah pembalap asal Australia itu.

“Performa mobil sangat luar biasa, tidak ada yang bisa saya katakan lagi. Saya seperti terbang di beberapa lap, setidaknya saya merasa seperti itu. Jaraknya sangat jauh, sebuah kejutan yang sangat besar, jadi saya mengucapkan terima kasih,” kata Vettel, usai balapan seperti yang dikutip oleh “ESPN.”

“Terima kasih kepada Renault juga. Banyak kesuksesan dari kami terjadi karena mereka. Mereka melakukan sebuah tugas yang sangat baik dan saya berarap tahun depan kami akan memiliki sebuah mesin yang kuat dan tahan lama seperti tahun ini,” jelasnya.

“Saya pikir hari ini luar biasa; kecepatan yang kami miliki (terasa) menakutkan pada beberapa bagian. Saya merasa sangat, sangat bagus dengan ban lunak dan bisa memaksimalkan mencatat waktu lap yang bagus di awal-awal lap,” sahut Vettel usai balapan.

“Tak banyak balapan di mana Anda membalap dan sepenuhnya mengusai kendali mobil – jadi ini terasa spesial. Saya tidak bisa memaksimalkan diri saya kemarin, tapi kami berhasil melakukannya hari ini,” lanjut Vettel di Crash.

Finis terdepan di Abu Dhabi merupakan kemenangan ketujuh Vettel secara beruntun, sebuah rangkaian yang dia mulai sejak menjadi kampiun di Belgia, akhir Agustus lalu. Tujuh kemenangan beruntun dalam satu musim ini membuat Vettel menyamai rekor yang dipunya Michael Schumacher (2004) dan Alberto Ascari (1952).

Komentar