Rossi Ungkapkan Balapan Terburuknya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 22 Juni 2017 | 10:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Pebalap veteran MotoGP, Valentino Rossi, menyebutkan seri balapan di Jerez dan Barcelona adalah yang terburuk dilaluinya sepanjang musim ini.

Hal itu juga dirasakan rekan satu timnya, Maverick Vinales.

Padahal, musim lalu Jerez dan Barcelona merupakan penampilan terbaiknya. Ia tampil sebagai juara di kedua seri balapan tersebut.

Hasil itu sangat berbanding terbalik dengan raihannya musim ini, di mana ia finis kesepuluh di Jerez dan kedelapan di Barcelona.

“Sangat menyedihkan bahwa dua balapan yang saya menangi tahun lalu, Jerez dan Barcelona merupakan dua balapan terburuk kami tahun ini,” kata Rossi

Rossi mengaku ia kehilangan tarikan motor setelah dipaksa untuk memperlambat kecepatannya. Ia menyebut tidak bisa menambah kecepatannya dengan pesat saat berada di setiap tikungan yang dilaluinya.

“Kita perlu mengembalikannya seperti tahun lalu, agar lebih kompetitif dengan sedikit usaha. Saya telah berpacu dengan M1. Saya adalah pebalap uji coba yang bagus sejak pertama saya tampil di tahun ini,” jelasnya.

Rossi menambahkan, seharusnya ia bisa banyak belajar untuk bisa lebih bertahan dengan ban yang dimilikinya di setiap tikungan.

Sepanjang seri balapan tahun ini, pebalap  gaek itu menyebut Yamaha M1 yang ditungganginya itu telah kehilangan keunggulan, terutama saat berada di tikungan menyudut.

Ia berharap di sesi uji coba berikutnya, masalah itu sudah bisa terselesaikan dengan baik.

Juara Dunia MotoGP tujuh kali itu pun menyadari bahwa bernostalgia dengan masa lalu bukanlah hal yang selalu menyenangkan.

Namun, ia selalu berpikir Yamaha adalah tim pabrikan yang selalu memiliki keunggulan pada kecepatan saat di tikungan.

Sayangnya, keunggulan itu tidak lagi dirasakannya sepanjang musim ini.

“Mari berharap bisa mendapatkan kembali performa seperti tahun lalu. Anda harus membatasi kerusakan (motor) dan memanfaatkan akhir pekan yang baik,” pungkasnya.

Yamaha telah mencoba sasis baru untuk mengatasi persoalan bagi para pebalap yang disuplainya termasuk Rossi dan Vinales.

Rossi sudah merasakan sasis baru itu lebih baik, namun masih ada persoalan pada kaitannya dengan ban.

Hingga balapan ketujuh musim ini, Rossi berada di peringkat kelima klasemen kejuaran dunia pebalap MotoGP musim ini dengan mengoleksi delapan puluh tiga poin.

Ia akan kembali berjibaku di aspal MotoGP pada balapan di Assen, Belanda, Minggu

Sementara itu, Johann Zarco mengungkapkan jika ia diperkenankan  menggantikan posisi Valentino Rossi di Movistar Yamaha itu adalah  impiannya

Pebalap asal Perancis itu mampu membuat kejutan pada debutnya di MotoGP musim ini.

Bergabung bersama Yamaha Monster Tech 3 tahun ini sebagai rookie, Zarco langsung diperhitungkan para jagoan lainnya di MotoGP.

Posisinya di klasemen sementara tahun ini pun bisa dibilang cukup mengejutkan. Zarco sukses bertahan di posisi sepuluh besar, tepatnya di peringkat keenam.

Posisinya hanya berjarak satu setrip dari Rossi yang berada di peringkat kelima klasemen sementara. Zarco mengantongi  tujuh puluh lima poin, sedangkan pebalap asal Italia itu baru mengumpulkan delapan puluh tiga poin.

“Target saya adalah berada di tim pabrikan bukan tim satelit. Sebab, jika Anda ingin berebut gelar juara, Anda harus berada di tim pabrikan,” ucap Zarco seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

Zarco menuturkan, akan sangat fantastis jika ia masuk ke tim pabrikan Yamaha dan tetap berada di sana.

“Kenapa tidak? Saya ingin menjadi salah satu yang terbaik untuk pantas menggantikan Valentino  dan itu semua yang bisa saya harapkan,” ujar Zarco.

“Terus berharap dan sekuat tenaga mengupayakannya karena itu merupakan target luar biasa dan impian bagi para pebalap.”

Pebalap  tersebut mengakui tidak menyangka bisa tampil impresif dan bersaing pada musim debutnya di kelas primer.

“Itu merupakan hal fantastis tapi ketika Anda adalah pebalap, ini merupakan posisi yang Anda kejar. Sejak awal, saya merasakannya motor ini bakal bisa ke podium dan sekarang saya bisa melihatnya,” ujar Zarco.

“Saya bisa meraih podium ketika saya bisa mengendalikan semuanya. Itu bisa memberikan saya motivasi tinggi untuk terus berusaha sekuat-kuatnya meraih podium.”

Komentar