close
Nuga Sport

Rossi Sangat Prihatin Atas Kondisi Vinales

Valentino Rossi ikut prihatin dengan situasi sulit yang dialami Maverick Vinales jelang gelaran MotoGP Aragon pada Minggu .

Padahal, Rossi tahu betul ambisi Vinales yang ingin melesat bersaing di teratas klasemen musim ini sehingga memilih bergabung di Movistar Yamaha.

Namun kini kenyataannya belum memenuhi harapan pebalap asal Spanyol itu. Mantan pebalap tim Suzuki saat ini masih terkunci di peringkat kelima klasemen sementara MotoGP musim ini.

Ia masih di bawah Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo yang menghuni peringkat ketiga serta keempat sejauh ini.

Posisi puncak masih ditempati Marc Marquez, sedangkan Andrea Dovizioso merangsek ke peringkat kedua.

Padahal, musim lalu Vinales mampu meraih peringkat ketiga klasemen akhir dan disebut sebagai pencapaian impresif pada tahun pertamanya di Yamaha.

Rossi dan Vinales mengalami masalah yang sama yakni performa motor tunggangan mereka yang kurang maksimal musim ini.

“Ketika Maverick Vinales pindah dari Suzuki ke Yamaha, ia begitu yakin untuk memenangkan balapan ini. Sayang sekali, situasinya tidak memihak kepadanya dan ia kurang beruntung di Yamaha saat ini,” kata Rossi kepada situs resmi MotoGP dikutip dari Motorsport-total.

Sama seperti The Doctor, Vinales sempat mengeluhkan kondisi motor yang tidak mampu menunjang kemampuan balapannya di trek.

Ia bahkan berharap banyak agar Yamaha melakukan perubahan besar.

“Mudah sekali kalau hanya mengatakan: ‘Ada beberapa kesalahan atau harap bersabar menunggu sedikit lagi.’ Saya ingin tahu sejauh mana kemampuan Yamaha. Mereka hanya menyediakan kami motor,” terang Vinales.

Kendati kecewa dengan performa motor Yamaha musim ini, Vinales tetap optimistis menjuarai MotoGP mjusim depan.

Pebalap dua puluh tiga tahun itu pun sudah memperpanjang kontrak hingga dua tahun mendatang.

“Musim ini saya sudah belajar untuk bersabar. Sejujurnya, tekanannya amat tinggi. Saya berada di sini karena ingin menjadi juara, meraih sejumlah podium dan gelar, bukan berada di 10 besar,” ujar Vinales.

Vinales maupun Rossi memulai pesimistis bakal bisa meraih podium jelang MotoGP Aragon, Minggu

Sementara itu, pebalap Repsol Honda Marc Marquez menilai pesaing terdekatnya, Andrea Dovizioso, berharap Marquez melakukan blunder di Aragon

Sebelumnya, Dovizioso mengatakan bahwa Marquez pasti akan berjuang dan menekan untuk bisa memenangkan balapan di hadapan para penggemarnya di Aragon.

Pernyataan Dovizioso dianggap memancing Marquez untuk tampil agresif dan melakukan kesalahan.

“Dia ingin mendorongku melakukan kesalahan!” kata Marquez mengomentari ucapan Dovizioso.

Marquez mengaku selalu berupaya mendorong diri agar selalu menjadi yang tercepat di setiap sesia balapan dan latihan. Namun, diperlukan ketenangan untuk mengontrol emosi.

Pebalap Spanyol berusia 25 tahun itu berjanji bakal tampil lebih agresif di Aragon. Namun, ia tak mau melakukan blunder dengan memaksakan keadaan.

“Apa yang tidak boleh saya lakukan adalah membuat kesalahan bodoh. Saya perlu mengatur emosi. Saya mencoba melakukan tekanan di Misano, Austria hingga putaran akhir.”

“Di Aragon saya akan mencoba menekan lagi, tapi kita akan lihat nanti. Jika kami tak bisa menang, jalan lain adalah finis di podium di setiap seri. Itu target saya,” ujar Marquez.

Di Aragon, Marquez tercatat sudah tiga kali meraih kemenangan, yaitu pada tiga  musim

Saat ini, Marquez masih memuncaki klasemen MotoGP Selain itu Marquez juga merasa senang karena salah satu tikungan di Sirkuit Aragon akan diberi nama dirinya.

“Saya selalu menikmati setiap waktu saya balapan di Aragon, di hadapan penggemar dan kerumunannya. Saya juga suka treknya, saya telah mendapatkan hasil bagus di sini sebelumnya dan kali ini akan menjadi sebuah penghargaan lain buat saya,” ucap Marquez.

Tags : slide