Valentino Rossi Ditinggalkan Pelatihnya

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Desember 2018 | 09:14 WIB

Dibaca: 1 kali

Kabar duka datang untuk pebalap veteran MotoGP, Valentino Rossi

Ia dikabarkan berpisah dengan pelatihnya  Luca Cadalora yang sudah menemaninya sejak MotoGP dua tahun silam.

Rossi mengungkapkan perpisahan dengan Cadalora usai menjalani tes di Jerez. Rossi menyebut perpisahan dengan Cadalora lantaran alasan pribadi.

“Sayangnya, Cadalora mengucapkan selamat tinggal kepada kami. Setelah tiga musim, dia memutuskan untuk lebih lama di rumah karena adalah sebuah musim yang panjang dan kami lebih banyak ada di luar rumah,” tutur Rossi seperti dikutip dari Motorsport.

Rossi menyatakan hubungannya dengan Cadalora selama ini terjalin dengan baik dan ia sempat berharap Cadalora terus menemaninya di MotoGP  musim depan.

“Tentu ini sebuah momen yang cukup menyedihkan karena saya merasa sangat cocok dengan Luca, begitu juga dengan dirinya, namun dia membuat sebuah keputusan dengan pertimbangan keluarga.”

“Ini keputusan pribadi. Kami sudah mencoba untuk mempertahankannya namun dia sudah membuat keputusan ini. Hubungan kami selama ini sangat baik dan saya yakin akan terus seperti itu,” ujar The Doctor.

Dalam sesi tes di Jerez, Rossi juga sempat ditemani oleh Idalio Gavira yang merupakan pelatih pebalap untuk tim Sky Racing Team VR46.

“Di Jerez kami ditemani Idalio Gavira, yang merupakan pelatih akademi, namun kami harus memutuskan posisi pelatih untuk tahun depan,” tutur Rossi.

Di MotoGP  musim lalu, Rossi secara mengejutkan memutuskan untuk menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun bersama Yamaha. Dengan demikian, ia akan terus membalap hingga MotoGP dua tahun mendatang mendatang saat usianya menginjak empat puluh satu tahun.

Sementara  itu kabar lain mengatakan Rossi masih menunjukkan rasa tidak puas dengan performa motor Yamaha yang akan digunakan pada musim balap MotoGP  mendatang

Pebalap veteran itu telah menjalani dua sesi tes pramusim di Valencia dan Jerez. Rossi mengakui ada beberapa perubahan positif dan menilai hasil tes cukup baik, namun tetap menagih keseriusan Yamaha untuk memberi motor terbaik demi meraih prestasi tahun depan.

“Saya rasa dari mesin yang kami coba hari ini cukup mudah untuk menentukan pilihan. Hari ini kami bekerja dan sedikit lebih baik. Kami memperbaiki kecepatan,” terang Rossi dilansir Crash.

“Tapi bagi saya masih ada banyak pekerjaan bagi kami jika ingin bersaing khususnya dengan Ducati dan Honda, serta Suzuki. Jadi saya harap Yamaha bisa melanjutkan pekerjaan dan mendorong hasil yang lebih baik pada Februari,” sambung pebalap yang sudah menjalani 18 musim di kelas MotoGP.

Rossi mengungkapkan mesin yang diuji pada hari terakhir tes di Jerez memberikan harapan baru kendati masih ada beberapa persoalan yang mengganjal.

“Saya cukup cepat dan saya memiliki perasaan yang baik tentang motor. Dari barang yang kami miliki kami telah menentukan dan saya rasa situasinya cukup jelas. Tapi kami masih harus terus bekerja. Kami telah berkembang tapi belum cukup.”

“Kami masih kesulitan dalam cengkeraman ketika berakselerasi. Kami telah melakukan sedikit perbaikan. Kami butuh upaya lebih besar untuk tahun depan,” ucap Rossi.

Setelah tes pramusim di Valencia dan Jerez, para pebalap akan menjalani sesi tes lagi pada bulan Januari sebelum MotoGP  dimulai.

Dalam sebuah kesempatan lainnya Rossi mengaku frustrasi setelah meraih hasil terburuk sepanjang kariernya bersama Yamaha di MotoGP musim ini.

Rossi mengakhiri MotoGP  musim ini tanpa mampu meraih kemenangan. Padahal dalam dua balapan terakhir pebalap gaek itu memiliki peluang besar untuk meraih kemenangan di seri Malaysia dan Valencia.

Pada balapan MotoGP Malaysia, Rossi terjatuh di tikungan satu saat memimpin balapan di empat lap tersisa. Sementara di MotoGP Valencia, akhir pekan lalu, The Doctor terjatuh saat lima lap tersisa ketika sedang bersaing dengan Andrea Dovizioso di posisi terdepan.

Kegagalan meraih kemenangan di Malaysia dan Valencia membuat Rossi untuk kali pertama sepanjang karier bersama Yamaha gagal meraih kemenangan di MotoGP.

Sebelumnya Rossi hanya gagal dua kali meraih kemenangan dalam satu musim MotoGP, yakni ketika memperkuat Ducati

“Perasaannya sangat mengecewakan. Kondisinya sangat buruk,” ujar Rossi mengomentari membuang peluang emas meraih kemenangan di MotoGP Malaysia dan Valencia.

“Sangat disayangkan. Saya minta maaf karena kami membutuhkan podium ini. Saya membutuhkan podium ini, begitu juga Yamaha, karena kami tidak pernah mampu meraih podium sejak MotoGP Jerman,” sambung Rossi dikutip dari Motorsport.

Rossi menyalahkan dirinya sendiri atas kecelakaan di Malaysia dan Valencia, meski pihak Yamaha tidak bisa memastikan apa yang terjadi. Rossi pun menganggap hasil di dua seri terakhir tetap positif bagi Yamaha.

“Saya tidak mampu menang, tapi dalam dua balapan terakhir saya mampu bersaing di posisi terdepan di kondisi basah dan kering, jadi itu perasaan yang bagus. Ketika Anda bersaing meraih kemenangan, itu merupakan hal yang positif,” ucap Rossi.

Sebelumnya Rossi menegaskan masih mengincar gelar juara dunia kesepuluh dalam dua tahun ke depan bersama tim Yamaha.

Rossi sudah sembilan tahun tanpa gelar juara dunia. Sejak MotoGP sembilan tahun lalu, Rossi selalu gagal bersaing dengan pebalap-pebalap seperti Jorge Lorenzo, Casey Stoner, dan Marc Marquez.

Prestasi terbaiknya dalam sembilan musim terakhir adalah menempati peringkat kedua klasemen pebalap

Tahun ini, Rossi kembali gagal menjadi juara dunia.

Komentar