Valentino Rossi Bikin Lorenzo Meriang

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Juni 2015 | 11:00 WIB

Dibaca: 2 kali

Valentino Rossi menghimpit Jorge Lorenzo sepanjang lomba seri ketujuh MotoGP di Sirkuit Katalunya, Barcelona, Spanyol, Minggu malam WIB, 14 Juni 2014, dan membuatnya “meriang” terhadap perlawanan cukup sengit itu, yang digambarkan lewat waktu finis keduanya yang kurang dari satu detik.

Terhadap ketidakmampuan Rossi menaklukkan Lorenzo di Katalunya itu disebabkan posisi startnya yang kurang oke.

Rossi memulai balapan MotoGP Catalunya di posisi tujuh. Seperti sudah terjadi di sepanjang musim ini, dia mampu merangsek naik ke posisi atas dan akhirnya bisa finis di atas podium.

Menuntaskan balapan di posisi kedua, Rossi merasa kalau dia harusnya bisa memperoleh hasil lebih bagus. Punya kecepatan yang bagus, satu hal yang menghambatnya adalah posisi start yang terlalu jauh di belakang.

Sebagai catatan, Lorenzo dapat posisi start ketiga.

“Saya sempat berharap mengejar Lorenzo, tapi itu sulit. Sayangnya memulai dari posisi tujuh, saya kalah banyak meski meyakinkan di lap pertama,” ucap Rossi.

“Saya senang bisa memiliki kecepatan yang bagus,dan punya kecepatan yang sama dengan Lorenzo. Setelah tujuh balapan kami berjarak satu angka dengan kecepatan yang sama, jadi saya pikir ini akan menarik,” lanjutnya di Crash.

Rossi terus dapat hasil tak memuaskan di seluruh sesi kualifikasi musim ini. Sejauh ini hasil terbaik yang dia raih adalah menempati posisi start keempat, yang didapat di MotoGP Austin.

Saat menjadi juara Qatar dan Argentina dia memulai balapan dari posisi delapan. Di Spanyol dia dapat posisi lima, urutan start tujuh di Prancis dan kembali ke posisi delapan di MotoGP Italia.

Meski begitu Rossi selalu berhasil menuntaskan balapan di atas podium. Faktanya, dia justru satu-satunya rider yang selalu masuk tiga besar musim ini.

Meski masih memimpin klasemen pebalap di MotoGP 2015, Valentino Rossi kini hanya unggul satu poin dari rekan setimnya di Yamaha, Jorge Lorenzo.

Rossi pun kini mengusung misi tak mudah: membendung laju Lorenzo.

Menatap paruh kedua musim ini, Rossi yang tengah mengincar gelar juara dunia ke-sepuluh niscaya mulai memikirkan cara menghentikan laju rekan setim sekaligus rivalnya itu.

Kenyataannya, Lorenzo tampil impresif dengan memenangi empat seri terakhir secara beruntun.

Rossi sendiri sebenarnya terbilang konsisten sejauh ini. Dia satu-satunya pebalap yang tak pernah absen naik podium. Ia sudah menang dua kali, jadi runner-up dua kali, dan tiga kali finis di tangga ketiga.

Namun Rossi menyadari itu tak akan cukup untuk membawanya merengkuh titel juara dunia jika Lorenzo juga terus konsisten finis terdepan. Pria Italia itu mengakui mengusung misi sulit finis di depan Lorenzo di balapan-balapan selanjutnya, dengan yang terdekat di trek Assen, Belanda.

“Saya sudah selalu berada di posisi teratas sejak balapan pertama dan penting untuk mempertahankannya. Tapi sekarang selisih poinnya cuma satu angka, jadi untuk menjaga posisi terdepan berarti saya harus finis di depan Jorge dan itu sulit,” kata Rossi dikutip Crash.

“Di sisi lain, saya senang karena ini merupakan balapan yang penting setelah tiga balapan yang cukup sulit. Di sini situasinya lebih baik karena sejak Sabtu pagi saya sudah cukup tangguh. Itu memberi kami kepercayaan diri yang bagus.”

“Sekarang kami akan beristirahat dan menuju ke Assen, sebuah trek yang disukai semua orang tapi kondisinya berbeda. Daya cengkeramnya bagus di sana tapi cuacanya berubah-ubah. Anda tak pernah tahu di Assen,” tandasnya.

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi berkuasa di seri ketujuh MotoGP 2015 yang berlangsung di Barcelona.
Lorenzo tengah on fire di performa terbaiknya dan menyabet empat kemenangan beruntun, sementara Rossi mengaku sulit berada di depan Lorenzo.

“Sayang sekali ketika Anda melawan Jorge di level seperti ini, sangat sulit untuk menang tiga kali beruntun. Ketika saya tiba di tempat kedua, saya terpaut ti[is dengan Lorenzo dan sangat sulit bangkit di posisi tersebut,” ucap Rossi.

Rossi masih memimpin puncak klasemen pembalap, namun terpaut hanya satu poin dengan Lorenzo yang ada di bawahnya. The Doctor pun tahu perlombaan selanjutnya di Assen, Belanda akan sangat menentukan posisi klasemen.

“Saya sudah berada di posisi pertama dari perlombaan pertama dan penting untuk mempertahankannya. Tapi sekarang perbedaannya hanya satu poin, jadi untuk menjaga posisi, berarti saya harus berada di depan Jorge dan itu sulit,” imbuh Rossi.

“Dari sisi lain, saya bahagia karena perlombaan hari ini penting, setelah tiga perlombaan sebelumnya yang cukup menyulitkan. Di sini lebih baik, dari Sabtu pagi saya cukup kuat dan ini memberikan kami kepercayaan diri,” lanjutnya.

Jorge Lorenzo menjadi juara MotoGP Catalunya setelah memimpin balapan sejak awal hingga menyentuh garis finis. Meski terlihat dominan, balapan sebenarnya berjalan sulit untuknya.

Memulai balapan dari posisi tiga, Lorenzo langsung menyodok ke posisi terdepan tak lama setelah start. Setelah itu Lorenzo tak terkejar oleh pesaing-pesaingnya untuk menuntaskan balapa di posisi terdepan.

Ini adalah untuk kali keempat secara beruntun Lorenzo meraih kemenangan. Bukan cuma menang, dalam empat race tersebut dia juga tercatat memimpin balapan sejak lap awal sampai akhir.

Meski terlihat sangat dominan di Catalunya, Minggu malam WIB, diakui Lorenzo balapan sebenarnya berjalan sulit. Selain suhu panas dan tekanan dari Valentino Rossi, Yamaha tunggangannya juga mengalami masalah.

“Anda tahu di sana sangat panas, kami tidak merasakan temperatur setinggi ini di sepanjang akhir pekan jadi sulit untuk mengulang kecepatan seperti kemarin pagi (sesi latihan),” ungkap Lorenzo.

“Valentino mengalami sedikit kemajuan di kondisi ini dan saya sedikit bertambah buruk. Kami punya banyak masalah dalam akselerasi dan motornya banyak mengalami goyangan, pada bagian depan, tapi saya tetap bisa fokus. Valentino memberi tekanan hebat, tapi akhirnya saya bisa meraihnya,” sambung Lorenzo di situs resmi MotoGP.

crash, motogp.com dan mcn

Komentar