Tujuh Pebalap MotoGP 2015 Dipenalti

Penulis: Darmansyah

Rabu, 14 Januari 2015 | 15:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Regulasi baru yang menyertai musim balap MotoGP 2015, yang akan dimulai di Sepang, Malaysia, Minggu kedua Februari 2015 mendatang, menjerat langsung tujuh pebalap “top” dengan penalti.

Ketujuh pebalap itu adalah Andrea Iannone, Mike di Meglio, Aleix Espargaro, Bradley Smith, Stefan Bradl, Hiroshi Aoyama, dan pebalap debutan Jack Miller.

Mereka langsung membawa penalti dari dosa di musim balap 2014 karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, poin penalti yang didapat seorang pebalap tidak dihapus di akhir musim lalu.

Poin penalti akan tetap berlaku di MotoGP 2015.

Itu merupakan salah satu perubahan regulasi untuk MotoGP 2015. Dengan demikian, setidaknya ada tujuh pebalap yang akan memasuki MotoGP 2015 dengan mengantongi poin penalti.

Sejak musim 2014 lalu, aturan poin penalti memang sudah diubah.

Alih-alih dihapuskan setiap musim balapan berakhir, poin penalti baru akan otomatis gugur setelah berjarak setahun penuh sejak didapatkan oleh setiap pebalap.

Maka sejumlah pebalap berbagai kelas yang musim 2014 kemarin mendapatkan poin hukuman tersebut, bakal mengantonginya saat memasuki musim baru nanti.

Poin ini akan diakumulasikan dengan sanksi otomatis yang mengikuti.

Sebagaimana dilansir Crash.net, poin penalti ini tidak berkaitan dengan poin pebalap di kejuaraan.

Sedangkan hukuman tambahan bisa dikenakan oleh pengarah balapan, antara lain denda, ride through, penalti grid atau waktu, larangan tampil, diskualifikasi, atau pencoretan.

Iannone dan Miller menjadi pebalap dengan koleksi poin penalti terbanyak dua poin. Iannone mendapat penalti manuver berbahaya di GP Perancis dan Australia musim lalu, sedangkan Miller mendapat penalti di seri Italia Moto3.

Poin penalti ditentukan dalam skala satu hinggasepuluh. Pebalap akan mendapat hukuman saat poin penalti mereka minimal mencapai empat akan memulai balapan dari posisi terakhir.

Hukuman selanjutnya akan terjadi saat poin penalty tujuh, yang memulai balapan dari pit-stop. Sedangkan hukuman terberat adalah poin penalty sepuluh, yakni didiskualifikasi dari seri balapan selanjutnya.

Poin penalti tidak akan mempengaruhi poin pebalap di klasemen kejuaraan. Sanksi tambahan bisa diberikan kepada pebalap, mulai dari denda hingga dicoret dari kejuaraan.

Dalam musim balapan MotoGP 2015 nanti ada sosok paling sesasiona. Dia adalah Jack Miller. Pebalap ini mengundang perhatian tersendiri di lintasan MotoGP 2015 berkat predikatnya sebagai debutan yang “lompat kelas”.

Menurut mantan rider top Loris Capirossi, Miller punya karakter oke dan sudah siap mental tampil di kelas teratas.

Miller, yang baru akan genap berusia dua puluh tahun pada 18 Januari mendatang, akan berpacu di arena MotoGP setelah musim lalu menjadi runner-up di kelas Moto3–yang digelutinya selama tiga musim terakhir.

Langkah pemuda Australia tersebut terbilang tidaklah lazim karena biasanya seorang pebalap melewati jenjang Moto2 terlebih dulu sebelum kemudian berkecimpung di kelas primer–MotoGP.

Akan tetapi Capirossi, yang juga merupakan anggota Komisi Keselamatan MotoGP, menilai Miller sudah siap menjawab tantangan. “Tanpa keraguan itu merupakan sebuah langkah besar,” kata Capirossi di laman web situs resmi MotoGP.

“Saya sudah bicara kepadanya, dan ia secara mental telah siap dan punya tekad bagus. Ia memiliki karakter kuat dan saya pikir ia bisa melangkah jauh. Ketika seorang pebalap memiliki talenta, itu juga sesuatu yang bisa dilihat di kategori mana pun,” sebutnya.

Komentar