Tuduhan Terhadap Rossi Makin Bias

Penulis: Darmansyah

Jumat, 29 April 2016 | 11:28 WIB

Dibaca: 0 kali

Tuduhan terhadap kecepatan Valentino Rossi di Jerez pekan lalu masih saja menggema di berbagai media dan ulasan pengamat

Di Jerez Rossi l mendapatkan podium puncak pertama pada musim ini setelah berjuang mati-matian di awal balapan

Dan Rossi dinilai sudah mampu menemukan performa terbaiknya.

Rossi memang sama sekali tak terkejar pada balapan di Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu.

Meski sempat disalip Jorge Lorenzo pada awal balapan, namun Rossi sukses meninggalkan rekan setimnya sampai akhir balapan.

Hal tersebut mendapat komentar dari mantan pembalap, Randy Mamola.

Bagi Mamola, kesepakatan kontrak yang dilakukan antara Ducati dan Lorenzo bisa jadi menjadi pemecut semangat Rossi yang selama ini tak betah membalap bersama Por Fuera.

“Valentino menjadi pembalap yang berhasil menampilan kondisi terbaik. Pembalap Italia tersebut menggunakan pengalamannya pada balapan di Jerez, Spanyol,” ujar Mamola dalam artikelnya di Motorsport, Jumat, 29 April 2016.

“Dan terlebih lagi, tampaknya berita mengenai kepindahan Lorenzo ke Ducati menjadi salah satu inspirasi bagi Rossi,” tandasnya.

Rossi telah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi dua musim yang disodorkan oleh Yamaha pada awal musim.

Pada saat itu, banyak pihak yang meragukan Yamaha telah mengambil keputusan yang tepat.

Rossi yang sudah memasuki usia tua dianggap sudah tidak mampu menjadi juara pada balapan dua tahun mendatang.

Terbukti pada tiga balapan terakhir sebelum Jerez, Rossi selalu kewalahan mengatasi perlawanan pembalap muda.

Namun Rossi membantah kritikan melalui kemenangan di Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu. Menurut mantan pembalap, Randy Mamola, kemenagnan di Jerez menjadi pesan dari Rossi kepada Yamaha bahwa mereka melakukan tindakan yang benar.

“Pesan yang disampaikan oleh Rossi adalah menunjukkan kepada seluruh pihak di Yamaha bahwa mereka tidak salah bertaruh,” ujar

“Itu membuat segalanya menjadi lebih jelas. Menandatangani kontrak lebih dari sekadar menjual motor karena ia terus bertambah kuat untuk mendapatkan kemenangan,”tandasnya.

Rossi diyakini  tinggal selangkah lagi menyamai rekor legenda balap motor dunia, Giacomo Agostini.

Sejauh ini, Rossi telah berhasil mengumpulkan seratus tiga belas kemenangan selama berkarier di MotoGP.

Sementara Agostini berhasil membukukan seratus dua puluh dua kemenangan dan lima belas gelar juara dunia selama berkarier di dunia balap motor. Meski akan tersaingi, Agostini mengaku senang jika Rossi menyainginya.

Pria yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur di Tim Yamaha ini menilai bahwa Rossi berpeluang besar menyamai rekornya. Ia juga memuji penampilan pembalap asal Italia itu saat menjajal GP Spanyol.

“Jika Valentino berhasil menyalip saya, maka dia memang pantas menerimanya,”ujar Agostini, seperti dikutip dari Speedweek.

Sementara itu, Andrea Iannone, pembalap Ducati, mengaku rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi, adalah sosok yang menginsipirasinya.

Keduanya memang terkenal menjalin hubungan baik. Bahkan Iannone kerap dikaitkan dengan kabar mengenai kemungkinan menjadi tandem Rossi di tim Garpu Tala musim depan.

Apalagi Jorge Lorenzo sudah pasti akan hengkang pada akhir musim.

Sejatinya sejak musim lalu Iannone memang sudah dikaitkan dengan pabrikan asal Lesmo, Italia tersebut.

Namun hingga kini Maniac Joe – julukan Iannone – belum memberikan kepastian soal kemungkinan bergabung ke Yamaha pada musim depan.

“Saya memiliki hubungan baik dengan Valentino dan staff. Valentino adalah referensi ketika saya masih kecil,” ujar Iannone seperti dikutip dari Cycle World.

“Ketika saya berada di trek seeperti sekarang, ada rasa hormat. Tetapi kami semua adalah rival,” tegasnya

Komentar