Tanpa Rossi Balapan San Marino “Sepi”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 September 2017 | 08:20 WIB

Dibaca: 1 kali

Ketidakhadiran Valentino Rossi dalam balapan di San Marno, Minggu, 10 September, terus mengundang ketidaknyamanan bagi penonton dan pebalap.

Hari ini, Jumat,  08 September, seperti ditulis “crash,” pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, yang kini berada di puncak klasemen sementara MotoGP,  mengaku simpati terhadap nasib Valentino Rossi dan menyayangkan kegagalan duel lawan The Doctor di sirkuit Misano dalam Grand Prix  San Marino.

Dovizioso datang ke GP San Marino dengan status sebagai pemimpin klasemen  unggul sembilan angka atas Marc Marquez yang jadi pesaing terdekatnya

Selain menghadapi Marquez, Dovizioso juga harus menghindari kejaran Maverick Vinales. Tetapi dalam perburuan di GP San Marino kali ini, Dovizioso tak akan mendapatkan tantangan dari Rossi.

Dovizioso sendiri mengaku sedih menghadapi fakta tersebut.

“Sangat disayangkan bahwa Valentino Rossi tak ada di sini karena tentunya saya akan bisa menjalani duel yang sengit melawan dirinya bila ia bisa hadir di lomba ini,” kata Dovizioso seperti dikutip dari Crash.

Rossi gagal tampil di GP San Marino karena mengalami patah kaki dalam masa persiapan menghadapi balapan kali ini.

Menurut pemeriksaan dokter, Rossi butuh istirahat selamatiga puluhb hingga empat puluh hari. The Doctor kemungkinan besar juga bakal absen di GP Aragon dua pekan setelah berlangsungnya GP San Marino.

Yamaha menyatakan bahwa mereka tak akan menghadirkan pebalap pengganti Rossi di balapan kali ini.

Sementara itu Ducati justru juga akan menurunkan Michele Pirro sebagai pebalap wild card di seri kali ini.

“Ducati datang ke Misano sebagai pemimpin klasemen. Saya akan berusaha tampil sebaiknya dan bisa mengakhiri lomba di tengah-tengah para pebalap hebat yang hadir di sana,” ucap Pirro.

Dovizioso sendiri datang ke Misano dengan satu tekad memenangkan

Dengan latar belakang pebalap Italia dan menunggangi Ducati, maka Dovizioso bakal dapat dukungan penuh di GP San Marino.

“Datang ke Misano sebagai pemuncak klasemen tentu merupakan hal yang fantastis,” ujar Dovizioso seperti dikutip dari Crash.

Dovizioso optimistis dirinya bisa memberikan performa apik di seri kali ini dan menjaga peluang untuk jadi juara dunia musim ini.

“Di masa lalu, Misano bukan sirkuit favorit untuk Ducati, namun beberapa pekan lalu kami melakukan tes yang sangat positif di sirkuit ini.”

“Kami berada dalam kondisi yang bagus jadi kami akan berusaha untuk untuk meraih hasil terbaik,” kata Dovizioso.

Dovizioso saat ini beradadalam kondisi bagus. Ia mampu memenangi dua seri terakhir di GP Austria dan GP Inggris, serta menjadi pebalap dengan koleksi kemenangan seri terbanyak di MotoGP musim ini.

Sementara itu, mantan  manajer Valentino Rossi, Carlo Pernat menilai Ducati melakukan kesalahan karena memutuskan merekrut Jorge Lorenzo sebagai pebalap mereka di awal musim.

Pernat menyebut Lorenzo punya kemampuan baik dalam hal teknik maupun pengalaman sebagai seorang pebalap.

Namun Ducati tak mempertimbangkan hubungan Lorenzo dengan Rossi yang tidak bagus dalam beberapa tahun terakhir.

“Saya melihat sebagai sebuah kesalahan ketika Ducati memutuskan merekrut Lorenzo. Saya menghormatinya sebagai pebalap namun dia seperti tak terlihat bagi sembilan puluh persen atau mungkin delapan puluh persen penggemar dari Italia,” kata Pernat seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Pernat bahkan yakin Lorenzo bakal mendapat cemooh ketika ia berhasil jadi juara di GP San Marino, tempat yang seharusnya jadi seri kandang Ducati.

“Saya ingin melihat bila Lorenzo mendapatkan kemenangan perdana di MotoGP namun kemudian ia akan disiuli oleh delapan puluh persen penonton yang ada,” ujar Pernat.

Meski lama jadi rekan setim di Yamaha, hubungan Rossi dengan Lorenzo memang tak terlalu harmonis.

Puncak retaknya hubungan mereka ada di musim dua tahun silam saat keduanya bersaing dalam perebutan juara dunia

Rossi menganggap Lorenzo mendapat bantuan dari Marc Marquez untuk menjadi juara dunia. Lorenzo masih bertahan semusim di Yamaha pada 2016 sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke Ducati.

Rossi sendiri pernah menunggangi Ducati selama dua musim namun pebalap berjuluk The Doctor gagal bersinar bersama pabrikan tersebut.

Komentar