Tampil Buruk, Rossi Tuntut Revolusi Yamaha

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 September 2018 | 10:15 WIB

Dibaca: 1 kali

Valentino Rossi berharap ada perubahan signifikan sehingga Yamaha bisa kembali jadi motor yang kompetitif di MotoGP musim depan.

Rossi tak bisa bersaing di MotoGP Aragon. The Doctor start dari posisi ketujuh belas dan hanya sanggup finis di posisi kedelapan.

Hal itu menegaskan penampilan Rossi yang makin memburuk jelang MotoGP berakhir.

“Saya harap hasil ini menuntun Yamaha untuk bereaksi. Jadi mungkin sejumlah petinggi bakal bertanya:’kenapa tentang hasil buruk ini?” ucap Rossi seperti dikutip dari Crash.

Rossi kemudian menggambarkan kondisi Yamaha pada 2004 silam. Hal itu membuat Rossi yakin Yamaha sejatinya punya kemampuan untuk bangkit dalam waktu cepat.

“Ketika saya tiba di tahun 2004, Yamaha lebih buruk dibandingkan saat ini. Namun dalam satu tahun mereka bereaksi dengan sangat kuat.”

“Mereka menempatkan organisasi yang berbeda, meletakkan lebih banyak uang dan orang, sehingga dalam satu tahun kami mampu membuat M1 yang merupakan M1 terbaik menurut saya. Jadi kami harus mencoba hal yang sama,” kata Rossi.

Rossi merujuk buruknya performa motor Yamaha dengan membandingkan catatan waktu musim lalu. Catatan waktu Rossi di Aragon musim ini hanya satu detik lebih cepat dibandingkan tahun lalu saat Rossi baru kembali usai patah kaki.

“Ini situasi yang sangat sulit karena sudah setahun kami ada di situasi teknik ini,” tutur Rossi.

Dengan segala permasalahan yang dialami Yamaha, Rossi saat ini ada di posisi ketiga

Sementara itu berita lainnya yang menggembirakan dating dari Rossi dan Marquez.

Valentino Rossi dan Marc Marquez berdamai?

Ya, itulah isyarat dari keduanya yang diungkapkan rekan Marquez di Repsol Honda Dani Pedrosa menjelang balapan MotoGP Aragon akhir pecan ini.

Pedrosa mendapat kabar sahih dari Marquez bahwa dirinya telah menerima jawaban perdamaian itu dari Rossi.

“Jelang balapan MotoGP Aragon), pebalap Repsol Honda Dani Pedrosa mengungkapkan keyakinan Marc Marquez dan Valentino Rossi akan berdamai,” tulis laman media balapan terkenal “crash” hari ini, Jumat, 21 September .

Hubungan Rossi dan Marquez kembali memanas musim ini usai insiden tabrakan di MotoGP Argentina April lalu.

Marquez terakhir mencoba berdamai dengan berusaha menjabat tangan Rossi jelang MotoGP San Marino, dua pekan lalu.

Usaha berdamai yang dilakukan Marquez tidak berhasil setelah Rossi menolak jabat tangan juara bertahan MotoGP tersebut.

Namun, Pedrosa yakin Rossi dan Marquez akan kembali berdamai.

“Kita semua pernah muda dan tidak berpengalaman, tapi rivalitas Rossi dan Marquez juga menunjukkan kepada fan kalau kami para pebalap juga manusia yang memiliki perasaan. Rossi dan Marquez sebelumnya pernah berjabat tangan, jadi sangat mungkin mereka akan berdamai,” ujar Pedrosa kepada Radio Marca.

Pedrosa memutuskan untuk pensiun dari MotoGP akhir musim ini setelah kontraknya tidak diperpanjang Repsol Honda. Posisi Pedrosa di tim Repsol Honda mulai MotoGP 2019 digantikan Jorge Lorenzo.

Pedrosa mengaku tidak akan memberikan masukan untuk Lorenzo. Pebalap  itu yakin Lorenzo bisa beradaptasi dengan sepeda motor barunya.

“Saya tidak akan memberikan apapun, karena setiap pebalap memiliki gaya dan cara masing-masing untuk berkembang. Lorenzo akan tahu bagaimana cara beradaptasi,” ucap Pedrosa.

Pedrosa mengalami masa-masa sulit di MotoGPjusim ini. Setelah meraih tujuh podium (termasuk dua kemenangan) musim lalu,

Pedrosa belum mampu naik podium musim ini. Prestasi terbaik Pedrosa musim ini adalah finis posisi kelima di MotoGP Prancis dan Catalonia.

Sebelumnya, pebalap legendaris, Giacomo Agostini menilai perselisihan Marc Marquez dan Valentino Rossi di luar arena MotoGP bukanlah sebuah masalah yang perlu dibesar-besarkan.

Marquez dan Rossi awalnya punya hubungan yang akrab. Saat Marquez naik ke kelas MotoGP pada musim ini, ia punya kedekatan dengan Rossi, bahkan juga bekerja sama dalam penjualan merchandise.

Namun sejak MotoGP tiga tahun lalu, hubungan Marquez dan Rossi memburuk.

Rossi menuding Marquez membantu Jorge Lorenzo untuk menjadi juara dunia mengalahkan dirinya.

Setelah sempat membaik dan ada di hubungan profesional, hubungan Rossi dan Marquez kembali memburuk di awal tahun ini karena Marquez menyenggol jatuh Rossi di MotoGP Argentina.

Bagi Agostini, hubungan Marquez dan Rossi di luar balapan bukanlah sebuah hal krusial yang harus diributkan.

“Ini adalah sebuah situasi yang sulit untuk dinilai. Yang ingin saya katakan adalah hal ini tidak terlalu penting bagi setiap orang.”

“Yang terpenting adalah mereka membuat kita semua (penonton) bergembira karena pertunjukan yang mereka lakukan di lintasan. Apakah mereka berteman atau tidak, itu tak terlalu penting,” ucap Agostini seperti dikutip dari tuttomotoriweb.

Bagi Agostini, baik Marquez dan Rossi sama-sama punya pendirian yang kuat.

Karena itu hubungan dingin antara Marquez dan Rossi adalah sebuah hal yang tak perlu dipermasalahkan oleh publik.

“Valentino mengatakan tidak ada masalah dengan Marquez sehingga tidak menerima permintaan maaf, di sisi lain, Marquez juga bersikap sama. Tidak ada yang berubah jadi kontroversi ini sia-sia.”

“Respek tentu harus ada di antara kedua pebalap, namun di luar itu semua tidak terlalu penting. Marquez meminta maaf dan Valentino tidak menerima permintaan maaf karena dia punya alasan. Kita tentu tidak bisa memaksa seseorang,” ucap Agostini.

Agostini berharap tak ada lagi cemoohan dan siulan seperti yang dialami Marquez bila ia tampil di MotoGP Italia dan MotoGP San Marino.

“Semua pebalap berlomba dengan risiko kematian jadi memalukan bila mendengar siulan itu,” ujar Agostini.

Komentar