close
Nuga Sport

Puasnya Lorenzo Hari Ketiga di Sepang

Pebalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, sumringah usai mengakhiri hari ketiga latihan pramusim di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis, 26 Februari 2015, setelah tampil impresif di posisi dua dan menandai penampilannya ini sebagai isyarat ia siap bersaing dengan pebalap repsol Honda, Marc Marquez, dan rekan satu timnya Valentino Rossi.

Berbeda dibandingkan musim lalu, yang menjadi catatan kelam bagi karirnya, kali ini Jorge Lorenzo bisa menebar senyum karena tunggangan terbarunya, YZR-M1 dinilainya banyak berkembang dan diyakini bakal kompetitif di musim ini.

Setelah berada di urutan kedua sebagai rider tercepat tes kedua pramusim MotoGP hari terakhir di bawah Marc Marquez, kepercayaan diri joki asal Spanyol itu pun membumbung tinggi.

“Hari yang baik, sama seperti kemarin dalam hal kecepatan dan konsistensi, mungkin sedikit lebih baik hari ini. Saya meraih catatan tercepat untuk saya di Sepang, bahkan di trek yang licin saya bisa cepat.

Hal itu mengartikan motor berkembang, terutama pada trek ini,” ucap Lorenzo, seperti dilansir Crash, Kamis, 26 Februari 2015.

“Motor mulus, ban lebih kuat dan kondisi fisik juga lebih baik. Jadi, segala hal itu membuat Anda lebih baik dan berbeda. Gearbox belum sempurna di beberapa hal, tapi saya tak bisa menjelaskan lebih lanjut,” sambungnya.

Bagian apa yang masih kurang pada motor YZR-M1?

Lorenzo coba menjelaskannya bersama dengan perkembangan motor Yamaha dalam tes kedua yang berjalan tiga hari ini.

“Cara motor mengerem jadi perbedaan di tes ini. Beberapa hari terkadang Yamaha kuat, tapi di hari berikutnya Honda. Trek sangat sulit karena semua bergantung pada daya cengkeram ban, trek Sepang sangat aneh dan kami harus pergi ke Qatar dengan ide yang jelas,” tutur Lorenzo.

“Kami masih harus sedikit mengembangkan akselerasi motor ketika kondisi ban menurun, dan ini menjadi pekerjaan kami di masa depan, terutama di cuaca panas,” lanjutnya.

Berlainan dengan kondisi Yamaha yang masih menyimpan masalah dengan pengereman, Marc Marquez dan Tim Honda bangkit di hari kedua tes pramusim di Sirkuit Sepang.

Setelah mengalami masalah pada rem [ada hari pertama latiha, dan memperbaikinya di hari kedua, sang juara dunia menjalani sesi yang positif dan sukses mencatat waktu terbaik.

Masalah pada sistem pengereman tersebut bisa diatasi teknisi Honda pada hari kedua yang mengantarnya jadi pebalap tercepat, mengalahkan Jorge Lorenzo di posisi kedua.

“Saya senang karena menjalani hari yang positif. Setelah apa yang terjadi kemarin, kami mencoba membayar waktu yang hilang dan mencoba beberapa hal.”

“ Besok kami akan melanjutkan menguji beberapa hal, demi bisa melanjutkan pengembangan dan membatasi hal-hal yang tidak berguna,” sahut Marquez di akun Facebook Repsol Honda.

“Hari ini kami fokus pada perangkat elektronik dan besok kami akan lebih banyak bekerja pada sasis. Saya senang dengan bagaiman hari ini berjalan dan dengan kecepatan yang kami capai. Kita lihat apakah besok hujan akan turun sepanjang hari, karena kami butuh udara segar,” lanjutnya.

Situasi yang dihadapi Marquez sebenarnya tidak sepenuhnya bagus karena dia sempat mengalami kecelakaan usai membukukan waktu terbaik.

Honda menyebutnya sebagai ‘kecelakaan kecil’ di tikungan empat dan tidak ada laporan cedera pada rider asal Spanyol itu.

Selain Repsol Honda dan Movistar Yamaha yang membaik, Ducati diyakini akan tampil lebih kompetitif dibandingkan sebelumnya dan meraih podium lebih banyak, kendatipun belum akan mengganggu persaingan Honda dan Yamaha dalam memperebutkan gelar juara.

Diperkuat dengan Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, Ducati tampil cukup menjanjikan di tes pertama pramusim di Sepang lalu. Dalam tes tiga hari itu satu pebalap Ducati setidaknya selalu ada di posisi empat besar dalam catatan waktu teratas di masing-masing hari.

Selain catatan waktu tersebut, Ducati juga memperlihatkan performa cukup bagus dalam simulasi balapnya. Maka ada optimisme tersendiri di kubu Ducati yang akan memperkenalkan GP15 pada tes pramusim berikutnya di Sepang.

Rider Movistar Yamaha Jorge Lorenzo mengakui bahwa Ducati membuat awal menjanjikan menjelang musim 2015. Namun, Lorenzo juga memprediksi bahwa Ducati masih belum akan jadi gangguan berarti dalam persaingan berebut gelar juara.

“Andrea Dovizioso membuat simulasi balap yang sangat bagus. Itu tak komplet, tapi bisa konstan dengan 2 menit 1 detik juga berarti sesuatu. Lintasannya juga bagus untuk Andrea karena ia selalu amat cepat di sini,” kata Lorenzo di MCN.

“Ducati akan lebih dekat dengan Honda dan Yamaha) meski tidak untuk jadi juara, tapi aku pikir mereka akan meraih podium lebih banyak dibandingkan musim lalu,” prediksinya.

Sepeninggal Casey Stoner pada akhir musim 2010, Ducati belum mampu memenangi satu balapan pun. Stoner pula yang menjadi pebalap Ducati terakhir yang menaiki podium teratas di Phillip Island pada balapan Oktober lima tahun lalu.

Di musim 2014, Ducati cuma mampu meraih tiga podium; Dovizioso finis ketiga di Austin dan finis kedua di Assen, dan Cal Crutchlow finis ketiga di Aragon.