Siapa Yang Bisa Bantah Rossi Tak Jenius

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 April 2015 | 10:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Usai lomba penuh “drama’ di Sirkuit Termas de Rio Hondo, MotoGP Argentina, Senin dinihari WIB kemarin, “crash,” edisi Selasa, 21 April 2015, menurunkan laporan panjang tentang Valentino Rossi dan mempertanyakan, siapa yang berani bilang “The Doctor” tidak jenius.

Dengan nada antusias, tulisan “crash” membahas aspek kejiwaan Rossi untuk mengalahkan usia dan faktor kelelahan dengan menaklukkan Sirkuit Termos dengan mengasapi pebalap usia muda sejak dari Marquez, Dovizioso, Iannone, Espargaro dan Lorenzo

Tidak hanya komunitas MotoGP yang hanyut dengan kemenangan Valentino Rossi di MotoGP Argentina, gelandang Manchester United, Juan Mata, juga menyebut The Doctor sebagai pebalap jenius.

Rossi memenangi balapan di Rio Hondo, Senin dinihari WIB, usai bertarung ketat dengan Marc Marquez.
Sekitar dua putaran sebelum garis finis, Rossi berduel ketat dengan Marc Marquez.

Imbas dari duel tersebut, Marquez tergelincir dan tak bisa melanjutkan balapan. Rossi pun melenggang tanpa lawan.

Buat Rossi, kemenangan di Argentina itu merupakan kemenangan keduanya musim ini. Dia kini ia memimpin klasemen pebalap setelah tiga seri dengan koleksi enam puluh enam poin.

Kemenangan Rossi ini disaksikan oleh Mata via televisi di rumahnya.

Selain menyebut bahwa pebalap-pebalap Spanyol tampil fantastis di balapan tersebut, Mata juga mengatakan Rossi tampil impresif.

“Saya mengakhiri hari Minggu dengan melihat cuplikan dari olahraga balapan, seperti kemenangan Hamilton di F1. Sayangnya, tidak ada pebalap Spanyol yang mendapatkan poin,” ujar Mata di blog pribadinya.

“Di MotoGP, yang terjadi adalah sebaliknya: pebalap-pebalap Spanyol tampil fantastis seperti biasa.”

“Valentino Rossi merayakan kemenangannya dengan mengenakan jersey Maradona di podium. Saya selalu berpikir, orang Italia ini jenius,” lanjut Mata.

Meski kini memimpin klasemen pebalap, Rossi tetap kalem. Menurutnya, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dari motornya.

“Motor kami cukup lambat di lintasan lurus. Kami tak paham kenapa itu lebih lambat daripada tahun lalu.”

“ Namun, terlepas dari hal itu, Yamaha bekerja dengan sangat baik. Kami membenahi beberapa hal dari tahun lalu, di mana kami mengalami masalah, khususnya dibandingkan dengan Marc. Jadi, sekarang kami bisa bertarung,” kata Rossi.

Valentino Rossi masih bertahan di puncak klasemen pebalap setelah kompetisi MotoGP berjalan tiga seri. The Doctor tetap kalem menyikapinya dan memprediksi rival-rivalnya akan memberi perlawanan sengit.

Di termas tercatat sebagai kemenangan kedua Rossi pada musim ini setelah sebelumnya dia berjaya di Qatar.

“Saya pikir ini akan menjadi pertarungan memperebutkan gelar yang menarik. Sekarang yang sangat dekat dengan saya adalah Andrea. Dia cuma terpaut enam poin setelah sebuah start yang menurut saya fantastis. Mungkin sebuah start sempurna,” ujar Rossi seperti dikutip Crash.

“Kompetisi sangat panjang dan Marc telah menunjukkan bahwa dia bisa bangkit. Saya juga memprediksi persaingan dengan Iannone, Cal, dan Jorge — yang pada awal musim mengalami beberapa masalah, tapi dia adalah pebalap yang punya potensi untuk membaik dalam balapan berikutnya,” lanjut Rossi.

Dengan dua kemenangan yang sudah diraihnya pada musim ini, berarti Rossi telah menyamai jumlah kemenangannya pada musim lalu.

“Di Qatar, duel dengan Andrea luar biasa. Tapi, kemenangan terakhir selalu yang terbaik! Saya sangat senang dengan tiga balapan ini karena kami terlihat sangat tangguh. Kami kompetitif di mana pun,” seru Rossi.

“Kami tahu kami akan kesulitan di Austin dan kami benar-benar kesulitan, tapi kami masih bisa finis ketiga. Di atas kertas, trek Argentina adalah bagus untuk Yamaha, tapi kami kesulitan dalam latihan. Jadi, penting untuk menunjukkan bahwa kami tangguh dalam balapan,” imbuhnya.

“Motor kami cukup lambat di lintasan lurus. Kami tak paham kenapa itu lebih lambat daripada tahun lalu.

Namun, terlepas dari hal itu, Yamaha bekerja dengan sangat baik. Kami membenahi beberapa hal dari tahun lalu, di mana kami mengalami masalah, khususnya dibandingkan dengan Marc. Jadi, sekarang kami bisa bertarung,” kata dia.

crash, moto gp, daily mail dan autosport

Komentar