close
Nuga Sport

Sering Jatuh, Strategi Marquez Tuai Kritik

Marc Marquez sukses meraih lima gelar dunia dalam enam tahun berpartisipasi di MotoGP.

Namun, Marquez juga dikenal sebagai rider yang kerap terjatuh di sesi latihan dan kualifikasi MotoGP.

Walau Marc Marquez menyebut bahwa kecelakaan ini merupakan bagian dari strateginya mencari limit performa, legenda MotoGP, Wayne Rainey menyebut hal ini bukanlah taktik cerdas.

Sepanjang tahun lalu, Marquez terhitung dua puluh tiga  kali terjatuh dan angka ini membuatnya tercatat sebagai rider paling sering kecelakaan di MotoGP.

Rainey, tiga kali juara dunia  mengaku tak bisa membayangkan berapa kecelakaan yang bisa diperoleh Marquez andai tingkat keselamatan dan elektronik motor MotoGP tidak secanggih sekarang.

“Saya mengagumi dedikasi dan kemampuannya melakukan hal ekstrem. Jika melakukan kesalahan, itu karena ia 95% mengandalkan ban depan. ”

“Jika melihat teknologi dan tingkat keselamatan, seperti elektronik atau empat-tak dan dua-tak, saya rasa motornya lebih bisa diprediksi ketimbang motor di era saya. Rider yang terjatuh sesering Marc biasanya tak bangkit sesering dia juga,” ujarnya via Motorsport Total.

Rainey pun mengaku heran mengapa Marc Marquez selalu lolos dari cedera serius.

“Dulu lebih banyak terjadi highside, tapi kini hal tersebut jarang terjadi. Jika terjadi, tetap saja itu kecelakaan besar. Tapi Marc percaya pada dirinya sendiri. Saya yakin ia tak ingin terjatuh, tapi ia memang terjatuh lebih sering ketimbang rider lain. Uniknya, dia tetap jadi juara dunia. Ini sungguh tak masuk akal,” lanjutnya.

Presiden MotoAmerica juga menyatakan bahwa Marquez harus bersyukur dirinya tak pernah mengalami cedera berarti, karena biasanya para rider terbaik justru bersikap cerdas demi menghindari kecelakaan.

Meski begitu, Rainey yakin Marquez sudah cukup bertalenta hingga tak perlu repot-repot mencari limit performa.

“Saya kagum pada gaya balapnya, tapi saya harap ia selalu bangkit usai kecelakaan. Seperti yang saya bilang, juara dunia berarti Anda rider terbaik.”

“Dengan ambil risiko macam ini, Marc terbukti tak takut. Tapi saya tak yakin strateginya ini cerdas. Saya rasa tak perlu overlimit begitu sering, sampai dua puluh tiga kali terjatuh dalam semusim. Buat saya ini tak masuk akal,” ungkapnya.

Di lain sisi, Rainey yakin Marquez harus mencari cara lain jika tetap ingin menguji batasan dirinya sendiri, tanpa harus ambil risiko kecelakaan.

Pria asal Amerika Serikat ini pun berharap rider berusia 25 tahun itu bisa menyadarinya suatu saat nanti.

“Saya rasa ia harus memperbaiki area ini, karena jika ia melakukan banyak kesalahan, ia takkan cepat lagi. Saya rasa ia sudah begitu hebat, jadi ia tak perlu berkendara seperti itu. Ia tak perlu ambil risiko sebesar itu.”

“Saya rasa hal macam itu tak perlu, apalagi ia juara dunia. Semoga suatu hari nanti ia bisa mengingatnya berkat pengalaman,” tuturnya.

Kini Marquez sudah  menggenggam tujuh gelar juara dunia

Ini berarti kurang  dua gelar lagi dari Rossi

Mengejar rekor Rossi memang masih memungkinkan, namun Marquez tak yakin bisa mengejar Agostini. Kepada Sky Sports, Marc Marquez pun mengaku tak punya target tertentu dan tak terlalu fokus pada rekor Rossi dan Agostini.

Ia hanya ingin menjalani musim demi musim untuk meraih hasil terbaik. Dan untuk melakukannya, ia mengaku masih harus belajar dari para rider yang lebih senior, termasuk Rossi dan Andrea Dovizioso.

“Saya belajar dari pengalaman Vale. Pada hari Minggu, ia selalu memberikan lebih, padahal sepanjang pekan balap ia kesulitan. Tapi pada hari Minggu ia melakukan sesuatu yang spesial.’

“Saya tak tahu bagaimana ia bisa melakukannya. Saya juga belajar dari Dovi, yang selalu bermain bersih, berkendara dengan tepat, dan mengeksekusi tikungan dengan baik. Hal-hal ini sangat penting di MotoGP,” ungkapnya.

Marc Marquez pun menyatakan bahwa menyamai rekor gelar dunia Agostini adalah tugas yang cukup berat. Ia bahkan menyatakan bahwa takkan ada pebalap masa kini yang bakal bisa melakukannya.

Meski begitu, ia yakin bakal ada rider muda lain yang bakal lebih sensasional dari dirinya sendiri.

“Takkan ada rider dari era modern yang bakal menyamai prestasi Ago. Tapi suatu hari nanti, rider muda lain bakal datang dan bakal lebih kuat dari saya. Begitulah kehidupan. Kami akan berusaha meraih lebih banyak kemenangan dan melihat ke mana kami akan menuju,” tutur rider  ini.

Salah satu pebalap yang diyakini Marquez bakal kuat di masa depan adalah debutan Alma Pramac Racing sekaligus juara dunia Moto2  Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Ia juga memprediksi bahwa rider Italia itu bisa tampil kuat mulai musim depan.

“Kejutan mungkin akan datang dari Pecco. Saya tak tahu bagaimana performanya dalam balapan nanti, tapi ia pasti bakal sangat kuat. Apalagi dia mengendarai Ducati, di mana Danilo Petrucci juga terbukti kuat selama uji coba,” pungkas Marquez.