“Saya Tak Pernah akan Menyerah”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 13 April 2017 | 09:18 WIB

Dibaca: 1 kali

“Saya tak akan menyerah untuk merebut juara MotoGP musim ini walau pun Maverick Vinales sangat kuat,” ujar Valentina Rossi kepada “speedweek,” hari ini, Kamis, 13 April, ketika diwawancarai secara khusus.

Dalam wawancara itu Rossi menegaskan tetap akan berusaha mati-matian hingga akhir musim nanti meskipun di atas kertas Maverick Vinales lebih dijagokan .

Vinales tampil impresif di dua seri awal MotoGP musim ini. Pebalap asal Spanyol tersebut meraih kemenangan di Qatar dan Argentina sehingga membuatnya melesat jauh meninggalkan Rossi dengan selisih empat belas poin di posisi kedua.

Terlepas dari performa Vinales, penampilan Rossi di awal musim ini sejatinya cukup mengagumkan.

Ia bisa finis di posisi ketiga di Qatar dan jadi runner up di Argentina meskipun mengalami masalah dalam sesi latihan bebas dan kualifikasi di dua seri tersebut.

“Vinales jauh lebih kuat daripada apa yang saya bayangkan. Vinales adalah favorit juara, namun yang pasti saya akan terus berusaha keras hingga seri terakhir nanti,” ujar Rossi dalam wawancara dengan La Republlica.

Rossi mengakui dirinya memang berjuang keras untuk melalui sesi latihan bebas dan babak kualifikasi dengan baik.

Namun sejauh ini performa Rossi di sesi latihan bebas dan kualifikasi masih kurang menggembirakan.

“Bila boleh memilih, saya tentunya ingin tampil hebat sejak sesi latihan dan memulai balapan di posisi depan.”

“ Namun di Argentina, saya memang mencoba banyak hal sepanjang sesi latihan bebas. Yang pasti, tim kami adalah tim yang berisikan orang-orang yang pantang menyerah,” tutur The Doctor.

Rossi mengakui bahwa penampilan dirinya musim ini jauh di bawah Vinales yang seolah sudah menemukan ritme terbaiknya sejak sesi tes pramusim.

“Pada sesi tes Februari lalu, kami bahkan tak tahu apapun tentang performa kami. Problem utama kami saat itu adalah dengan ban depan. Pada akhirnya kami tahu apa yang harus kami lakukan, namun itu butuh waktu,” tutur Rossi.

Sementara itu, pebalap Repsol Honda, Marc Marquez  meminta para penggemar MotoGP untuk tidak menyingkirkan Jorge Lorenzo  dari persaingan untuk musim ini.

Lorenzo, kata Maequez, bisa tampil hebat bersama Ducati.

Saat ini Marquez menganggap Lorenzo hanya butuh waktu untuk adaptasi.

Lorenzo tak berdaya bersama Ducati di dua seri awal MotoGP musim ini.

Setelah hanya sanggup finis di posisi kesebelas pada seri perdana di GP Qatar, Lorenzo justru langsung terlibat kecelakaan dan tergelincir di lap pertama pada GP Argentina.

Menilik performa Lorenzo di dua seri tersebut, publik pun mulai mencoret Lorenzo dari daftar pebalap calon juara dunia musim ini.

Bagi Marquez, apa yang terjadi pada Lorenzo merupakan sebuah efek dari keputusan pindah yang ia lakukan.

Lorenzo sebelumnya menunggangi Yamaha selama sembilan musim sehingga ia butuh waktu untuk bisa tampil optimal bersama tunggangan baru.

“Lorenzo harus banyak berkorban usai ia memutuskan untuk pindah ke Ducati. Namun saya yakin bahwa perlahan tapi pasti, ia akan bangkit,” tutur Marquez seperti dikutip dari Tuttomotoriweb.

Lorenzo sejatinya telah ditawari perpanjangan kontrak oleh Yamaha namun ia memutuskan untuk pindah ke Ducati. Lorenzo ingin mendapatkan tantangan baru di pabrikan baru.

Sejauh ini, Ducati disebut sebagai motor yang sulit ditaklukkan dan hanya Casey Stoner saja yang bisa jadi juara dunia bersama Ducati.

“Stoner adalah pebalap yang sangat berbakat. Stoner bukan tipe rekan setim terbaik karena ia akan melaju dengan sangat cepat.”

“ Namun saya tetap senang bila bisa bersama dengannya karena gaya balap Stoner mirip dengan saya,” kata Marquez.

Komentar