“Saya Tak Kecewa Hasil di Sachsenring”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Juli 2015 | 07:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Jagoan “gaek” MotoGP dari Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tak kecewa dengan hasil lomba di Sachsenring, Minggu malam WIB, 12 Juli 2015, walau pun finis di posisi ketiga.

“The Doctor,” sapaan akrabnya, yang hingga kini masih bertengger di puncak klasemen, kepada “crash,” 14 Juli 2015, mengungkapkan bisa memasuki jeda paruh musim dengan tenang.

Di Sirkuit Sachsenring, Rossi finis dibelakang duo Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Usai balapan, Rossi yang biasanya kesal jika hanya mampu finis ketiga, malah mengaku cukup puas.

“Pertama, meraih podium selalu bagus, tapi Anda selalu ingin meraih hasil lebih baik dari sekadar posisi ketiga. Untuk akhir pekan ini, berada di posisi ketiga saya pikir adalah hasil maksimal karena Marc Marquez memang sangat kuat selama balapan,” ujarnya.

Dani Pedrosa yang tampil merebut podium kedua dari tangan rider Yamaha-Movistar, Valentino Rossi, di pertengahan balap GP Jerman.

Duo Honda, Marc Marquez dan Pedrosa, menjadi bintang pada balapan di sirkuit Sachsenring akhir pekan kemarin.

Marquez sukses mendominasi balapan sejak start, sementara Pedrosa berhasil ungguli sang pemuncak klasemen sementara, Rossi.

Pedrosa sempat melorot dari posisi start kedua. Setelah itu, perlahan penampilannya mulai stabil. Rider Spanyol ini sukses melewati pembalap Yamaha lainnya, Jorge Lorenzo, sebelum melewati Rossi saat balapan tersisa empat belas laps.

Terhadap kekalahannya dari Pedrosa itu, seperti biasanya, Rossi mengeluarkan candaannya kalau Dani memiliki senjata rahasia yang membuatnya semakin cepat jelang garis akhir.

Pedrosa sendiri kepada BT Sport

“Tadi adalah balapan yang sangat sulit, terutama di awal bagi saya. Saya memiliki beberapa masalah settingan di awal,” ujar Pedrosa pada BT Sport.

“Menjelang tengah balap ketika tangki bensin mulai agak kosong, saya mulai merasa lebih nyaman. Saya melewati Jorge dan dengan cepat mengejar Valentino. Tapi tidak mudah untuk melewatinya karena Yamaha sangat kuat saat keluar tikungan,” tambahnya.

Valentino Rossi mengawali balapan dari posisi kelima berhasil merangsek ke posisi kedua. Dia mampu melewati Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa.

Posisi Rossi sudah tertinggal jauh dari Marc Marquez yang berada di posisi pertama, alhasil perjuangannya hanya memperebutkan posisi kedua.

Namun dia mendapatkan perlawanan ketat dari Pedrosa.

Hingga akhirnya, posisinya berhasil direbut oleh pembalap Repsol-Honda tersebut dan Rossi harus puas menempati podium ketiga.

Rossi akui dia tak mampu mengejar kembali Pedrosa, karena motornya melaju cukup cepat.

“Saya pikir Pedrosa punya senjata rahasia di akhir balapan. Saya sudah mencapai batasnya tetapi pada satu titik, Pedrosa melahap dua lap dengan sangat cepat,” kata Rossi, seperti dikutip Crash.

Meski dikalahkan oleh Duo Honda pada seri kesembilan ini, Rossi masih tetap memuncaki klasemen pembalap. Hebatnya lagi, pembalap asal Italia ini selalu meraih podium di setiap serinya pada musim ini.

“Ini podium lagi. Di sirkuit ini kami tahu kami menderita dan saya mendapat unggul tiga poin dari Lorenzo. Kami akan menantikan balapan yang lebih baik untuk motor kami,” ujar rekan setim dari Jorge Lorenzo ini.

Rossi pun menutup paruh musim dengan keunggulan tiga belas poin atas rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang bercokol di posisi kedua.

MotoGP musim 2015 memang memasuki jeda usai seri Jerman.

Balapan selanjutnya akan berlangsung di Indianapolis, Amerika Serikat, 09 Agustus 2015. The Doctor mengaku amat membutuhkan waktu liburan setelah bekerja keras sejak awal musim.

“Saya membutuhkan rehat paruh musim karena sudah sangat bekerja keras untuk musim ini. Saya belum mendapatkan liburan sejak awal Februari lalu. Semuanya hanya tentang bekerja di gym, menungganggi motor, dan latihan. Sekarang waktunya bersantai! ” urai rider Italia tersebut.

“Ini penting untuk bisa tampil hebat di paruh kedua. Saya butuh menjernihkan pikiran. Target saya adalah kembali jadi juara dunia musim ini,” tegasnya lagi.

Komentar