“Saya Tak Balas Dendam untuk Marquez”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 5 Oktober 2018 | 15:21 WIB

Dibaca: 1 kali

Menjelang balapan MotoGP Thailand, Minggu besok, Jorge Lorenzo masih belum bias menyembunyikan kekesalannya kepada Marc Marquez atas insiden di Aragon.

Namun begitu, menurut Lorenzo, ia tak ingin melakukan balasan dendam terhadap partnernya di Repsol Honda musim mendatang itu.

Lorenzo berterus terang bahwa dirinya masih kesal dengan Marc Marquez terkait insiden kecelakaan yang terjadi di MotoGP Aragon dua pekan lalu.

Lorenzo kecelakaan di tikungan pertama MotoGP Aragon dan menganggap hal tersebut terjadi lantaran manuver Marquez di depannya. Argumen tersebut kembali diulang Marquez pada konferensi pers jelang MotoGP Thailand.

“Tentu saja apapun yang saya katakan saat ini akan menimbulkan polemik. Saya percaya bahwa kami harus berbicara tentang Thailand, bukan yang terjadi pada dua pekan lalu. Namun kamu bertanya dan saya tentu tak bisa munafik.”

“Apa yang saya pikirkan setelah balapan, mungkin dalam kondisi panas, saya rasa sama halnya dengan saat saya ada di kondisi tenang,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Crash.

Lorenzo tetap meyakini bahwa Marquez jadi penyebab utama kecelakaan dirinya di tikungan pertama MotoGP Aragon. Namun Lorenzo menggarisbawahi bahwa niatan Marquez bukan untuk sengaja membuatnya kecelakaan.

“Saya rasa kecelakaan saya bisa dihindari dan saya gagal menyelesaikan balapan serta ada di sini dalam kondisi tidak 100 persen semua karena Marc Marquez. Menurut saya dia membalap dengan tidak bertanggung jawab. Saya rasa dia mengetahui itu.”

“Tentu saja dia tak ingin saya kecelakaan, namun saya rasa dia mengerem terlalu lama dalam posisi yang buruk karena dia sedang ada di sisi dalam,” ucap Lorenzo.

Dalam tayangan ulang yang ada, Lorenzo tak sempat bersentuhan dengan Marquez. Race Direction pun tak menyebut adanya pelanggaran yang dilakukan Marquez.

“Saya mencoba untuk menghentikan motor, mencoba untuk membuat motor tak keluar jalur. Saya menekan rem belakang terlalu kencang dan saya kecelakaan.”

“Namun hal itu sudah terjadi dan merupakan masa lalu. Kini saatnya melihat. Saya akan mencoba mendapatkan hasil maksimal di tengah situasi sulit,” ujar Lorenzo.

Jorge Lorenzo menyatakan dirinya tak memiliki niat untuk balas dendam kepada Marc Marquez di MotoGP Thailand pekan ini.

Lorenzo kecelakaan di lap pertama MotoGP Aragon dan menganggap hal itu tak lepas dari kesalahan Marquez. Namun Lorenzo menyatakan dirinya tak memiliki niat untuk balas dendam pada Marquez.

“Balas dendam… tidak. Setiap orang punya gaya balapnya masing-masing. Seperti yang saya katakan kepada kalian, saya harap di masa depan, makin sedikit pebalap yang harus menanggung risiko atas aksi seperti itu,” ucap Lorenzo seperti dikutip dari

Lorenzo sendiri sempat memberikan ancaman untuk mengubah gaya balapnya setelah insiden kecelakaan itu terjadi. Namun ‘X-fuera’ seolah meralat pernyataan tersebut.

“Saya rasa saya tak akan mengganti gaya balap saya karena saya sudah tiga puluh satu tahun. Saya tak mau cedera dan saya sangat memperhatikan risiko tersebut,” tutur Lorenzo.

Pebalap asal Spanyol ini sendiri tidak mau memasang target di balapan MotoGP Thailand.

“Saya hanya berusaha mengakhiri balapan dengan posisi terbaik yang mungkin didapat, tentu bila saya bisa berlomba nanti, dan fokus pada persiapan ke MotoGP Jepang.”

“Saya masih merasa tak nyaman saat berjalan dan itu sudah saya duga. Namun hanya pada hari Jumat (saat latihan bebas) saya benar-benar bisa mengetahui perasaan saya terhadap cedera ini,” kata juara dunia MotoGP tiga kali ini.

Marc Marquez  kini berada di atas angin dalam perburuan titel juara dunia MotoGP

Balapan MotoGP Thailand di Sirkuit Internasional Buriram, Minggu besok, menjadi peluang terakhir pebalap lainnya menggagalkan Marquez merebut gelar juara dunia musim ini.

Pebalap Ducati Andrea Dovizioso bisa mengejar Marquez, dengan catatan nasib buruk terjadi pada pebalap berjuluk The Baby Alien.

Marquez saat ini ada di puncak klasemen dengan nilai dua ratus empat puluh enam poin, unggul tujuh puluh dua angka dari Dovizioso yang ada di posisi kedua.

Dengan lima seri tersisa, maka Marquez hanya butuhlima puluh empat4 poin untuk jadi juara, itu pun dengan catatan Dovizioso memenangkan seluruh seri di pengujung tahun .

Dovizioso sendiri sudah mengisyaratkan kibaran bendera putih pada pertarungan lawan Marquez. Dovizioso punya kemampuan untuk menandingi Marquez namun kesalahan-kesalahan yang ia lakukan membuat peluang juara kini menjadi sangat kecil.

Namun menyerah dalam artian Dovizioso bukan berarti ia akan berlomba dengan santai di sisa musim.

Menyerah dalam artian Dovizioso adalah ia tak lagi memikirkan titel juara dunia dan hanya akan berusaha semaksimal mungkin memenangkan seluruh seri yang ada. Itu berarti, Dovizioso akan tetap memberikan perlawanan sengit pada Marquez di lintasan balap.

Marquez juga tak pernah mengendurkan fokus dan konsentrasi. Ia tak merasa sudah jadi juara dunia dan baru akan bersikap seperti itu bila torehan poinnya benar-benar tak bisa lagi dikejar pebalap lainnya.

Dalam balapan di MotoGP Aragon, Marquez menunjukkan bahwa dirinya tak sepenuhnya main aman dengan selisih poin yang jauh. Ia berani melakukan manuver-manuver berbahaya saat menghadapi Dovizioso.

Dengan selisih yang dimiliki oleh Marquez saat ini, sudah seharusnya Marquez ‘menikmati waktu’ dan bermain aman di sisa balapan.

Namun dengan sifat dan adrenalin yang dimiliki Marquez, tekad kalem yang mungkin diucapkan Baby Alien tak akan pernah benar-benar bisa dipegang.

Bila Marquez bermain aman dan tak tergerak untuk memenangkan balapan, maka hampir pasti gelar juara dunia MotoGP tak akan lepas dari tangannya.

Pasalnya, Marquez selalu naik podium kecuali di dua seri, yaitu MotoGP Argentina dan MotoGP Italia. Di Argentina, Marquez terkena penalti sehingga finis di posisi kedelapan belas sedangkan di Italia, Marquez sempat jatuh di Italia hingga finis di posisi ke-enam belas

Fakta itu membuat Dovizioso hanya berharap hal buruk terjadi pada Marquez di Buriram akhir pekan nanti bila masih ingin peluang juara dunianya bertahan lebih lama.

Mesin rusak dan gagal finis karena terjatuh adalah hal-hal yang bisa membuat Marquez kehilangan keunggulan banyak poin dari Dovizioso.

Komentar