“Saya Bisa Lawan Rossi -Lorenzo di Assen”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 19 Juni 2015 | 11:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Marc Marquez melupakan semua “kesialannya” di tujuh seri MotoGP dan menghadapi seri kdelapan di Assen Circuit, Belanda, dengan optimism besar memenangkan lomba sekaligus kembali ke trek persaingan memperebutkan juara pada musim lomba tahun ini.

“Saya sudah melupakan kesialan di Katalunya, Argentina dan semuanya. Saya ingin kembali ke trek dengan semangat baru Tak ada masalah dengan jarak poin dari Rosso dan Lorenzo,” katanya kepada “crash,” Jumat, 19 Juni 2015

Marquez, sudah tiga kali merasakan gagal finis di kompetisi MotoGP musim ini. Meski hasil sejauh ini memperkecil kemungkinan mempertahankan gelar, Marquez tetap optimis dan percaya diri menghadapi sisa musim kompetisi.

Dalam dua serie terakhir, Marquez gagal meraih poin satu pun. Alhasil, posisinya di klasemen sementara masih tertahan di posisi kelima. Perolehan poinnya bahkan hanya berbeda satu poin dengan Bradley Smith yang duduk di posisi enam.

“Saya selalu mencoba melihat segala sesuatunya dengan positif. Itulah mengapa, meskipun banyak hal tidak berjalan dengan baik, saya selalu mencoba optimis. Saya pikir itu adalah cara terbaik untuk bangkit,” kata Marquez, seperti dimuat situs resmi MotoGP.

Menurut pembalap asal Spanyol itu, tak alasan untuk menyerah dan pesimis. Mengingat masih banyak serie yang harus dihadapi, ia meyakini beberapa perbaikan dan peningkatan akan mampu membuatnya kembali tampil kompetitif.

“Kami realistis, tapi kami juga selalu berpikir positif. Dengan bekerja sama sebagai tim, kami tahu kami bisa melanjutkan pekerjaan dengan motivasi terhebat. Kami tidak pernah menyerah,” imbuh juara dunia dua kali itu.

Marquez datang Moto GP Belanda, pekan ini, dengan beban yang berat. Betapa tidak, kemenangan di atas podium sebisa mungkin harus ia dapatkan demi menjaga asa juara di akhir musim.

Meski demikian, Marquez meminta para pendukungnya untuk tidak khawatir. Pasalnya, ia yakin bisa memperbaiki penampilan dan meraih hasil yang lebih baik karena Sirkuit TT Assen adalah sirkuit favoritnya.

“Saya bisa pastikan kegagalan ini membuat kami ingin meraih lebih dan memotivasi kami untuk memberikan semua yang kami miliki di GP berikutnya. Assen adalah sirkuit yang sangat sulit, tapi saya suka itu,” tutur Marquez, seperti dimuat situs resmi MotoGP, Jumat, 19 Juni 2015.

Pembalap asal Spanyol itu mengakui segala hal bisa terjadi di Assen. Tapi, ia selalu menganggap sirkuit yang berkapasitas enam puluh ribu bangku penonton itu sebagai tempat indah.

“Assen selalu menjadi tempat membalap yang indah. Sirkuit itu juga merupakan salah satu sirkuit yang memiliki sejarah World Championship terbanyak,” jelas rider itu.

Dari tujuh serie MotoGP yang sudah dihelat sepanjang musim ini, Movistar Yamaha memiliki jarak poin yang cukup jauh dengan rival utama musim lalu, Respsol Honda.

Jarak yang dimiliki saat ini pun diakui membuat Yamaha puas.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli. Ia tidak menduga bisa unggul jauh dari Honda, padahal sejak awal musim, ia menganggap Marc Marquez sebagai penantang utama yang akan sangat menyulitkan.

“Jarak Yamaha dengan Marquez dan Honda luar biasa. Mereka adalah rival utama kami,” tutur Meregalli, seperti diberitakan Motorsport.

Pria 62 tahun itu mengakui Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi menampilkan performa yang luar biasa dalam empat serie terakhir. Menurutnya, keempat performa tersebut merupakan kunci yang membuat jarak dengan Honda semakin jauh.

Meregalli sempat mengkhawatirkan Grand Prix Italia dan Katalunya akan memberikan hasil yang buruk untuk Yamaha. Mengingat GP Italia adalah markas duo Ducati, dan GP Katalunya adalah markas Marquez, ia sempat ragu Lorenzo dan Rossi akan bertahan di podium.

“Sekarang, saya menatap ke Assen GP Belanda untuk kepastian terakhir apakah perebutan gelar juara hanya akan terjadi di antara Rossi dan Lorenzo saja. Jika semuanya berjalan baik di Assen, saya akan merasa lebih percaya diri,” papar Meregalli.

motorsport, motogp.com dan crash

Komentar