Rossi Ungkapkan Kegagalannya di Sepang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 31 Oktober 2017 | 14:39 WIB

Dibaca: 1 kali

Pebalap MotGP Valentino Rossi hari ini, Selasa, 31 Oktober membeberkan gagalnya ia naik podium di GP Malaysia.

Penyebab utama Rossi Rossi finis di posisi tujuh adalah karena hujan di sepanjang balapan.

Pembalap asal Italia ini awalnya optimistis naik podium di GP Malaysia, Minggu lalu

Namun ketika hujan mulai turun, Rossi sedikit mulai ragu.

“Kalian tahu, saya khawatir tapi tidak putus asa (ketika melihat hujan turun), karena ketika hari Jumat basah, saya memiliki masalah. Tapi kemudian saya memodifikasi motor, saya optimistis itu akan berhasil,” kata Rossi dikutip dari Crash. 

“Tapi sayangnya saya memiliki masalah sama seperti hari Jumat. Kami tidak memiliki cengkraman. Itu sangat sulit bagi kendaraan dan berbahaya,” tambah Rossi.

Ketika balapan berlangsung, Rossi harus bersaing dengan pembalap KTM, di posisi sebelas. Sebelum ia kemudian mengakhiri balapan di peringkat tujuh.

“Saya cukup frustrasi karena di lap sepuluh hingga dua belas2 kecepatan saya selalu sama. Saya tidak bisa memperbaiki, jadi motor yang basah sulit dikendarai. Karena kami tidak memiliki cengkraman dan memiliki risiko yang banyak,” jelas Rossi.

Rekan Rossi, Maverick Vinales harus puas finis di posisi sembilan. Ia juga mengalami masalah yang sama dengan Rossi.

Bersama Movistar Yamaha, Valentino Rossi ikut meramaikan MotoGP  walau sudah berusia tiga puluh delapan tahun

Semangatnya dinilai tak pernah surut.

Mantan pembalap MotoGP asal Australia, Michael Doohan yang mengatakan itu. Dia menilai Rossi masih menunjukkan komitmen balapan yang tinggi

Contoh yang diberikan ialah kembalinya pembalap The Doctor dari cedera. Padahal, dia bisa saja meminta istirahat lebih untuk memulihkan kondisi.

“Dia bisa saja terus duduk, dan bersantai, namun dia justru kembali balapan. Itu adalah tanda tekad dan komitmen kepada olahraga yang digelutinya,” ujar Doohan, seperti dikutip dari Crash.

Doohan yang pernah menjadi rival Rossi menyoroti usia yang tak lagi muda. Prediksi orang-orang terkait masa depannya selalu saja bisa dipatahkan.

“Dia masih nama besar dalam olahraga. Beberapa tahun lalu Anda mungkin akan mengira dia pensiun, tapi saat ini Anda justru lupa berapa usianya,” imbuhnya.

Pembalap asal Italia memulai karier balapan di MotoGP sejak tujuh belas tahunm silam

Selain Yamaha, dia juga pernah bergabung dengan Honda dan Ducati.

Dalam tujuh belas tahun ikut MotoGP, total sudah tujuh gelar juara dunia yang diraih Rossi. Puncak performanya terjadi  di mana dia menjadi juara secara beruntun.

Rossi, mengaku semakin bergairah menjalani kerasnya persaingan di lintasan MotoGP. Dia

Meski usianya tak muda lagi, Rossi tak segan untuk berduel dengan Marc Marquez, Johann Zarco, dan Andrea Iannone.

Pada akhirnya, dia berhasil mempertahankan posisinya dan finis di posisi dua. Meski dalam usahanya, dia harus bersinggungan dengan ketiga pembalap tersebut, bahkan tak jarang harus menampilkan aksi yang berbahaya.

“Balapan memang seperti ini, terutama jelang periode akhir. Tingkat agresivitas dan kontak selama balapan meningkat pesat, terlebih ketika pembalap Moto2 hadir. Termasuk Zarco yang sangat agresif. Anda bisa marah, tapi itu tak mengubah apa pun,” ujar Rossi dikutip Crash.

“Tapi, saya menikmatinya. Ini memang berbahaya, tapi memang seperti ini caranya. Jika tidak, Anda lebih baik tetap di rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Bos Yamaha, Lin Jarvis, baru-baru ini mengakui tak akan terburu-buru memperpanjang kontrak Valentino Rossi.

Sebab, kontrak pembalap asal Italia itu baru akan habis pada akhir musim nanti.

Rossi sebelumnya baru memperpanjang kontrak pada awal musim lalu, tepatnya saat balapan di MotoGP Qatar. Kontrak berdurasi dua tahun itu akan habis pada akhir musim depan.

Meski begitu, tetap saja muncul pembicaraan mengenai masa depan Rossi. Mendengar hal tersebut, Jarvis buru-buru menampiknya.

Dia bahkan menyebut hal itu tak masuk akal karena kontrak Rossi baru akan habis musim depan.

Dan kemungkinan pembicaraan mengenai hal itu tak akan seperti sebelumnya yang terjadi di awal musim melainkan menjelang pertengahan musim depan.

“Tidak, kami belum membicarakannya karena kami memberinya kontrak dua tahun. Musim lalu kami memperbarui kontraknya ketika di Qatar, saat awal musim. Sekarang, kami baru menjalani setengah musim dari dua tahun kontrak yang baru,” ujar Jarvis dikutip Motorsport.

“Saya pikir pembicaraan mengenai kontrak baru tak akan secepat musim lalu yang terjadi di Qatar. Saya pikir bisa saja saat di Mugello,” jelasnya.

Saat ini, Rossi masih menjadi pembalap utama dari tim berlambang garpu tala itu. Meski kerap menderita cedera, tapi dia selalu bangkit dan kembali menunjukkan penampilan yang memukau.

Komentar