Rossi Ungkapkan Arti “The Doctor” dan 46

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Mei 2018 | 08:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Diujung karirnya sebagai pebalap utama MotoGP, Valentino Rossi, seperti ditulis laman “speed week,” hari ini, Selasa, 15 Mei,  mengungkapkan tentang dua hal yang berkaitan dengan  panggilan “the doctor” dan nomor “kesayangannya “46”

Khusus  uutuk julukan The Doctor,ia mengatakan itu  diberikan para fan, terutama penggemar asal Italia

Makna dari julukan itu diungkapkan pebalap Movistar Yamaha tersebut kepada putra Colin Edwards, Hayes, dalam sebuah  wawancara istimewa.

Rossi awalnya mengungkapkan kata The Doctor merupakan hal yang sangat familier di antara orang-orang Italia.

“Di Italia, kamu akan dipanggil dengan sebutan The Doctor jika kamu sangat ahli dalam hal tertentu, terutama ketika kamu melakukan sesuatu di level tinggi. Karena itulah: The Doctor. Tidak, itu hanya bercanda,” terang Rossi kepada Hayes, sembari tertawa.

Rossi menegaskan rahasia di balik julukan The Doctor itu memang hanya guyonannya semata. Namun kenyataannya, julukan tersebut memang disematkan kepada pebalap kelahiran Tavulia tersebut sebagai salah satu yang terbaik di MotoGP.

Rossi tampak begitu antusias meladeni pertanyaan demi pertanyaan Hayes, termasuk menjawab sejarah nomor 46 yang menjadi ciri khasnya.

“Saya pilih nomor itu karena  ayah saya  menang sejumlah balapan di kelas bawah bertepatan tahun kelahiran saya.”

“Itu merupakan musim terbaik dalam kariernya. Saat itu ia membalap juga dengan menggunakan nomor 46,” terang Rossi menjawab rasa penasaran Hayes.

Hayes kembali melontarkan pertanyaan untuk memuaskan rasa penasaran terhadap mantan rival sang ayah di MotoGP.

Salah satu pertanyaannya menyangkut situasi ketika Colin masih satu sirkuit dengan Rossi.

“Sungguh balapan yang luar biasa untuk membalap bersama Colin. Saya juga memiliki sejumlah cerita lucu karena jalur karier kami beririsan beberapa kali.”

“Mulanya saya tidak terlalu mengenalnya karena sebelumnya ia awalnya dari Kejuaraan Dunia Superbike. Jika Anda membalap di tim yang sama, kemudian semuanya berubah. Di tahun kedua kami menang dan menjadi teman dekat,” terang Rossi.

Sementara itu legenda MotoGP, Kevin Schwantz, memprediksi pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi tidak akan bisa merebut gelar juara dunia MotoGP  musim ini

Sempat berhasil naik podium di seri pertama MotoGP  di Qatar, Rossi mengalami kesulitan di tiga seri berikutnya.

The Doctor terakhir hanya mampu finis kelima pada balapan MotoGP Spanyol.

Hingga jelang seri kelima di MotoGP Prancis, Rossi masih kesulitan dengan sepeda motor M1  yang tidak kompetitif.

Kondisi itu diyakini Schwantz akan membuat Rossi kesulitan merebut gelar juara dunia MotoGP

“Jika Anda bisa menang balapan maka seharusnya Anda punya peluang merebut gelar juara dunia MotoGP. Rossi mungkin bisa menang seri balapan, tapi tidak gelar juara dunia,” ujar Schwantz dikutip dari Corse Di Moto.

Schwantz mengatakan Rossi membutuhkan konsistensi untuk bisa merebut gelar juara dunia MotoGP musim ini

Kali terakhir pebalap gaek itu meraih kemenangan di MotoGP pada dua tahun silam ketika juara di MotoGP Belanda.

“Jika Anda memenangi balapan dan menunjukkan konsistensi, maka Anda bisa bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Marc Marquez kini sulit ditahan. Dia merebut poin meski terkena penalti,” ucap Schwantz.

Rossi sendiri belum pernah memimpin balapan di MotoGP musim ini setelah hanya mampu finis kelima di MotoGP Spanyol, akhir pekan lalu.

Rossi mengalami kesulitan sepanjang akhir pekan di MotoGP Spanyol. Memulai balapan dari posisi sepuluh, The Doctor akhirnya terbantu kecelakaan Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa hingga berhasil finis kelima di Sirkuit Jerez.

Rossi belakangan mengaku sepeda motor M1 yang ditungganginya musim mengalami masalah dengan sistem elektronik.

Tidak kompetitifnya sepeda motor M1 berpengaruh terhadap penampilan Rossi di atas trek.

Dikutip dari GP One, Rossi belum pernah memimpin balapan di MotoGP  hingga berakhirnya MotoGP Spanyol,.

Rossi sebenarnya tampil tidak terlalu buruk hingga berakhirnya MotoGP Spanyol.

Kecuali insiden tabrakan dengan Marquez di MotoGP Argentina, pebalap  itu selalu berhasil menembus posisi lima besar. Rossi juga sukses meraih podium di seri pembuka MotoGP Qatar.

Schwantz sendiri menganggap tidak ada pebalap lain yang bisa menahan laju Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP .

“Mungkin rival terbesar Marquez adalah dirinya sendiri. Dovizioso tidak mampu tampil konsisten. Dia menang di balapan pertama, tapi gagal meraih posisi lima besar di Austin dan Argentina,” ujar Schwantz.

Komentar