“Rossi, Tundalah Pensiunmu dari MotoGP”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Juli 2018 | 08:09 WIB

Dibaca: 1 kali

Para veteran balap motor dunia seolah belum rela menyaksikan Valentino Rossi pensiun dari MotoGP.

Pasalnya, The Doctor dinilai masih bisa bersaing di barisan depan pada usianya memasuki usia gaek dengan bakat spesialnya tersebut.

Dikutip dari Motopasion, tiga mantan jawara balap yaitu Kenny Roberts Jr., Kevin Schwantz, Casey Stoner, bahkan Giacomo Agostini mengungkapkan kepada situs resmi MotoGP, yakin pebalap asal Italia itu masih bisa terus bersaing dalam beberapa tahun lagi.

“Ketika saya duduk di sofa untuk menonton balapan, kelihatannya sederhana seolah saya juga bisa melakukan balapan itu secara mudah, tapi saya bukan Valentino Rossi.”

“Seandainya saya seusia dia di balapan, saya berharap tak mendapat masalah tapi dia, luar biasa melihatnya. Saya tidak yakin seseorang bisa melakukan yang ia lakukan,” terang Roberts Jr.

Senada, sang ayah Roberts Jr., Kenny Robert menilai tak ada yang bisa mennyamai The Doctor sepanjang sejarah MotoGP.

“Hanya ada satu Valentino Rossi. Ia bisa merencanakannya dengan baik apa yang ia mau lakukan dan ia bisa melakukannya karena dia adalah pebalap fantastis. Saya salut dengan yang ia lakukan,” terang Roberts.

Bukan hanya bakat luar biasa, Schwantz juga memuji kerja keras Rossi untuk mewujudkan mimpi The Doctor meraih mimpi sebagai pebalap hebat sepanjang masa.

“Ketika Anda berada di rumah, Anda ingin bersantai dan istirahat, tapi ia masih bekerja keras! Ia masih akan berlomba secara kompetitif,” ucap Schwantz.

Casey Stoner menilai Rossi telah membuat batasan usia yang terlalu tinggi bagi pebalap lain untuk bisa memecahkan rekor usia dimana seorang pebalap masih bisa bersaing di MotoGP.

“Semua orang penasaran sampai berapa lama lagi ia akan melanjutkan untuk terus berkompetisi, tapi jika Anda tidak memiliki cedera serius, tak ada kerusakan badan dan masih bisa menikmatinya, kenapa berhenti?”

“Tak ada alasan untuk berhenti dan Rossi masih memiliki motivasi agar tetap bisa bersaing,” terang Stoner.

Pebalap legendaris dari Italia, Giacomo Agostini pun merasa paham betul faktor yang membuat Rossi amat sulit untuk pensiun dari MotoGP.

“Ia amat menyukai motor, amat menyayangi balapan, ia menyukai situasinya. Tentu saja amat berat mengatakan bahwa ia akan berhenti dan pensiun.”

“Saya menangis hingga tiga hari beruntun ketika memutuskan pensiun dari balapan. Ia Rossi masih bagus, tetap cepat, ia masih senang, kenapa harus berhenti berkompetisi?” ucap Agostini.

Rossi sendiri bertekad membuat kemajuan pesat pada putaran kedua MotoGP .

Balapan perdana di paruh kedua musim ini bakal digelar di Sirkuit Ceko

Sementara itu, Valentino Rossi mengaku masih tidak mengerti masih memiliki bejibun penggemar di seluruh dunia yang tetap setia mendukung pebalap Movistar Yamaha itu.

Padahal secara prestasi, sinar The Doctor mulai meredup. Pebalap asal Italia itu tak lagi mampu menyabet gelar juara dunia MotoGP sejak terakhir kali meraih titel pada Sembilan tahun lalu.

Kemampuan trengginasnya dalam mengaspal perlahan memudar dan digantikan sang rival, Marc Marquez, yang berambisi mengincar juara MotoGP tiga kali beruntun.

Rossi sendiri sempat mengungkapkan amat sulit mengejar Marquez di posisi teratas klasemen sementara dengan perbedaan empat puluh enam poin darinya di peringkat kedua.

Tetapi tetap saja, Rossi masih begitu dicintai para fan di dunia yang mencapai jutaan itu.

Tengok saja di akun Instagramnya, ia memiliki  lima koma oma empat  juta follower. Begitu juga di akun Twitter, mencapai jumlah yang sama dengan di Instagram.

“Saya merasa selalu sangat beruntung dalam karier karena mendapat dukungan luar biasa besar, termasuk di luar Italia,” terang Rossi seperti dikutip dari Crash.

Ia kemudian mencoba menerka-nerka faktor para penggemarnya yang masih setia, bahkan terus bertambah saat ini.

“Mungkin ini karena hasil dari karier saya selama ini dan selalu berada dalam persaingan teratas selama dua puluh tahun sebagai pebalap profesional.”

“Mungkin juga karena banyak sekali orang-orang di sekitar trek tumbuh bersama saya dan menonton televisi juga sehingga kami tumbuh bersama dan ini perasaan yang luar biasa. Tapi terlepas dari itu, saya tidak tahu faktornya,” ujar Rossi.

Rossi saat ini sudah mengantongi tujuh titel juara MotoGP dengan mencatatkan delapan puluh Sembilan  kali kemenangan dan baru tuga kali menjadi runner-up

Rossi sendiri, kemain mengkritik kondisi balapan Moto GP kini.

Ia mengatakan balapan sekarang sangat membosankan. kurangnya antusiasme penonton dan pengamat memberi komentarnya di banding dengan lima belas tahun tahun lalu.

Rossi sendiri  merasakan perbedaan yang cukup besar pada balapan kelas grand prix dibandingkan saat kali pertama ia memulai karier sebagai pebalap profesioal.

“Salah satu perbedaan besar dibandingkan lima belas tahun lalu bahwa saat ini kami selalu sangat nyaris selama latihan.”

“Dibandingkan lima belas tahun lalu, level profesionalisme di olahraga ini mengalami kenaikan luar biasa,” terang Rossi seperti dikutip dari Crash.

Rossi pun merasakan lebih banyak masa-masa indah yang ia rasakan pada masa lalu dibandingkan saat ini. Ia merasa sangat menikmati balapan di setiap sirkuit pada lima belas tahun lalu.

The Doctor saat ini sudah dua puluh tahun berkarier sebagai pebalap profesional dengan meraih sembilan gelar juara dari kelas bawah hingga di level MotoGP.

“Saat ini tim, terutama pebalap harus bekerja dalam detail yang kecil-kecil. Anda harus mencoba memahami, mengerti setiap tikungan, dan setiap pengereman.”

“Lima belas tahun lalu lebih romantis! Anda menunggangi motor dengan perasaan bagus. Tidak seperti saat ini karena Anda harus bekerja lebih lagi. Mungkin ini sedikit lebih membosankan,” terang Rossi.

Komentar