Rossi Tidak Mau Kalah Lawan Anak Didik

Penulis: Darmansyah

Rabu, 30 Januari 2019 | 09:55 WIB

Dibaca: 2 kali

Andalan Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjalani musim menantang pada MotoGP .

Selain rival lama, dia juga meladeni dua anak didik Franco Morbidelli dan Francesco Bagnaia.

Tahun lalu Valentino Rossi hanya berhadapan dengan satu anak didiknya, Morbidelli, yang memperkuat Marc VDS. Morbidelli pada MotoGP musim ini akan menggeber motor Petronas Yamaha SRT, sedangkan Bagnaia memperkuat Pramac Racing.

Rossi mengakui musim ini bakal menarik. Namun, dia juga dengan jujur mengklaim tidak suka jika kalah dari dua anak didiknya itu.

“Jika mereka di depan saya, itu akan sedikit mengganggu. Tapi, itu akan jadi tantangan menyenangkan,” kata pembalap Italia itu, seperti dilansir Speedweek

“Kami akan bersaing untuk menjadi lebih baik. Itu menyenangkan,” imbuh Rossi.

Kehadiran Morbidelli dan Bagnaia bakal menjadi bumbu yang membuat persaingan pada MotoGP  makin seru. Rossi butuh dukungan motor lebih kompetitif jika ingin terlibat dalam pacuan juara dunia MotoGP.

Apalagi pada musim lalu dia gagal membukukan satu pun kemenangan, sehingga sulit bersaing dengan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Sebelummnya Rossi ragu dapat bicara banyak pada MotoGP  Namun, dia menegaskan bakal tetap memberikan performa terbaik.

Valentino Rossi berada di Milan untuk menikmati masa libur balapan MotoGP. Ia menyempatkan diri untuk mengisi acara radio di kota tersebut.

Pada Februari nanti Rossi akan memasuki usia empat puluh tahun. Hal tersebut membuat sejumlah kalangan ragu dengan kemampuan Rossi untuk bersaing mengejar gelar.

Namun, Rossi memastikan kalau ia masih memiliki gairah untuk membalap.

“Movistar Yamaha telah memulai musim  nanti. Kami telah menunjukkan motor M1 yang akan digunakan. Kami akan memulai persiapan dalam waktu dekat,” ujar Rossi.

“Selama masa libur, saya menghabiskan waktu di luar lintasan. Pada pekan lalu, saya baru kembali berlatih di gym.”

“Saya tidak pernah memikirkan berapa usia saya dan juga usia yang pantas untuk terus berkarier di MotoGP. Namun, saya tidak yakin masih bisa kompetitif pada usia itu”

“Hal yang pasti adalah saya selalu ingin membalap,” ungkap Rossi.

Valentino Rossi masih terikat kontrak dengan Movistar Yamaha hingga tahun depan. Pada musim ini, Rossi masih akan berpasangan dengan Maverick Vinales.

Seri pertama MotoGP akan berlangsung di sirkuit Losail, Qatar pada  Maret.

Pada MotoGP musim lalu, Valentino Rossi menempati peringkat ketiga pada klasemen akhir setelah Marc Marquez dan Andrea Dovizioso. Pada musim ini, Valentino Rossi kembali menjadi pembalap tertua di MotoGP.

Selain itu Rossi juga minta Yamaha untuk bias bisa bersaing dengan Ducati dan Honda

Dalam dua musim terakhir di ajang MotoGP. Bahkan, pada musim lalu, Yamaha hanya memenangkan satu balapan.

Ya, Yamaha hanya memenangkan MotoGP Australia dari 19 balapan yang dilakukan. Pembalap Yamaha yang berhasil naik podium pertama adalah Maverick Vinales.

Karena hal tersebut, rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi meminta timnya melakukan banyak perubahan. Bahkan, dia meminta tim Garpu Tala meniru Honda dan Ducati demi bersaing di MotoGP .

“Dalam beberapa waktu, terutama satu setengah tahun lalu situasi teknikal di MotoGP banyak berubah,” kata Rossi seperti diberitakan oleh Auto Sport.

Rossi sendiri pada MotoGP lalu  tak berhasil memenangkan balapan.

Lebih lanjut, Rossi mengatakan, Yamaha harus menambah sumber daya manusia. Pembalap berusia 39 tahun itu mendesak Yamaha bergerak cepat untuk menyaingi Ducati dan Honda.

“Ducati yang pertama melakukan langkah dengan kuantiias sumber daya manusia dan mekanik. Jumlahnya hampir menyamai Formula 1, sementara sisanya masih sangat jauh.”

“Honda mengikuti dan saya sudah bilang mengenai hal ini. Untuk memenangi MotoGP saat ini, anda mesti melakukan usaha seperti ini. Kita harus melihat hal itu terjadi di Yamaha,” dia menambahkan.

Jika berhasil merengkuh mahkota juara dunia MotoGP pada tahun ini, Rossi akan menjadi pembalap tertua pada kategori tersebut. Dia juga akan menempati posisi keempat dalam kategori pembalap yang menjadi juara dunia di berbagai kategori dan forma

Komentar