Rossi Sulit Raih Kemenangan Disisa Musim

Penulis: Darmansyah

Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Performa Valentino Rossi dengan Yamaha diprediksi belum akan membaik dan akan kesulitan bersaing di papan atas hingga MotoGP musim depan.

Yamaha tidak pernah menjadi juara seri MotoGP sejak MotoGP Belanda tahun lalu yang berlangsung Juni

Setelah itu tim berlambang garpu tala selalu kalah cepat dari Ducati dan Honda.

Hingga berakhirnya MotoGP Austria,  Yamaha sudah absen di podium teratas selama dau puluh satu seri.

Rossi yang untuk sementara menempati peringkat kedua pada klasemen MotoGP musim ini tercatat hanya mampu mencatatkan runner up sebagai hasil terbaik.

Penampilan Yamaha yang menurun kembali terlihat pada dua seri terakhir, yakni MotoGP Republik Ceko dan MotoGP Austria.

Dalam dua balapan tersebut, Rossi dan Maverick Vinales berada di luar posisi tiga besar.

“Di Yamaha, fase Furusawa telah berakhir dan era baru telah dimulai, dan para mekanik sedikit kurang cerdik. Ini akan menjadi masalah besar, krisis akan berlanjut hingga tahun depan dan ada jarak besar yang akan berlanjut,” kata pengamat MotoGP, Carlo Pernat, dikutip dari GPOne.

“Rossi bisa mengatakan masih memiliki peluang di beberapa lintasan, seperti di Malaysia atau Australia, tapi secara keseluruhan situasinya menjadi rumit, sementara Vinales tidak dapat bersaing,” sambungnya.

Posisi para pebalap Yamaha di klasemen sementara musim ini terancam oleh pebalap-pebalap lain.

Rossi yang menempati peringkat kedua semakin tertinggal jauh dari Marquez. Kini Rossi berjarak lima puluh sembilan poin dari sang juara bertahan. Selain itu jaraknya dengan Lorenzo dan Dovizioso pun hanya terpaut dua  belas dan tiga belas poin.

Sementara Vinales yang sudah tergeser ke peringkat kelima juga terancam oleh keberadaan Danillo Petrucci, Johann Zarco, dan Cal Crutchlow.

Di sisa musim ini sendiri, Rossi telah menyatakan “tutup buku” untuk bias mengejar juara.

Pebalap veteran asal Italia itu tak mau berharap banyak perubahan yang dilakukan timnya untuk memperbaiki performa motor.

The Doctor memang tidak bisa lagi menutupi kekecewaannya karena belum satu pun bisa meraih kemenangan di musim ini. Situasi itu membuatnya sangat sulit mengejar rival utama, Marc Marquez, yang masih bercokol di posisi teratas klasemen sementara MotoGP musim ini.

Rossi berada di peringkat kedua klasemen sementara, namun selisih poinnya dengan Marquez kian senjang yakni lima pulouh sembilan poin.

Sementara Jorge Lorenzo merangsek ke posisi ketiga dan mulai mengintai posisi The Doctor.

“Perbedaan dengan tiga pebalap terdepan memang sangat besar. Tahun ini Marquez dan dua pebalap Ducati Lorenzo dan Andrea Dovizioso tetap lebih cepat dari kami, jika mereka tidak melakukan kesalahan.”

“Kami adalah tim Yamaha resmi, kami harus melihat itu. Apakah saya bisa berharap sebuah kemajuan nyata? Sayangnya tidak, saya tak yakin kami belum bisa,” ucap Rossi seperti dikutip dari Motociclismo.

Hal terpenting bagi Yamaha, ia menegaskan, terus mencoba melakukan sesuatu.

“Khususnya pada tes di [Sirkuit] Misano akan sangat penting karena bersama Mugello merupakan balapan yang penting tahun ini,” terang The Doctor.

Sebelum sampai di Misano, Rossi dan para pebalap lainnya bakal memulai seri di MotoGP Inggris pada akhir Agustus.

Rossi dan rekan setimnya di Yamaha, Maverick Vinales, belum bisa terbebas dari paceklik kemenangan seri MotoGP musim ini.

Rossi hanya mampu meraih posisi keenam setelah start dari posisi empat belas pada balapan MotoGP Austria. Sedangkan Vinales mendapat hasil yang lebih buruk setelah hanya mampu melewati garis finis di posisi kedua belas.

Yamaha kini sudah tidak pernah menang sejak Rossi menjadi pemenang di MotoGP Belanda, tahun lalu

Sejak Rossi meraih kemenangan di Assen, Yamaha sudah tidak pernah meraih kemenangan di dua puluh satu seri MotoGP hingga berakhirnya balapan di Austria.

Rossi sendiri, bersama rekannya Vinales, memang sedang menimba hasil buruk selam setahun terakhir ini

Hasil buruk Rossi  membuat Movistar Yamaha memperpanjang rekor paceklik kemenangan di MotoGP.

Hasil balapan terakhir  di Sirkuit Red Bull Ring membuat Yamaha memperpanjang rekor paceklik kemenangan terburuk dalam sejarah keikutsertaan tim asal Jepang itu di MotoGP.

Sejak Rossi meraih kemenangan di Assen, Yamaha sudah tidak pernah meraih kemenangan di dua puluh satu seri MotoGP hingga berakhirnya balapan di Austria.

Rekor terburuk sebelumnya yang dialami Yamaha terjadi sepanjang pengujung musim enam belas tahun lalu hingga berakhirnya musim ttahun berikutnya.

Buruknya penampilan Rossi dan Vinales sejak pertengahan musim lalu membuat Yamaha mengungkapkan permintaan maaf.

Permintaan maaf disampaikan langsung oleh Pemimpin Proyek YZR-M1, Kouji Tsuya, usai kualifikasi di MotoGP Austria

Rossi sendiri mengungkapkan masalah yang dimiliki sepeda motor M1. Pebalap  gaek itu  menyakini Yamaha harus memperbaiki performa mesin dan perangkat elektronik.

“Bagi saya sasis motor bagus. Ini bukan hanya masalah perangkat elektronik, tapi juga mesin. Ducati dan Honda terlihat sudah banyak berubah. Masalah kami adalah kombinasi mesin dan perangkat elektronik,” ucap Rossi dikutip dari Marca.

Tentang Vinales sendiri yang juga ikut terpruk, Rossi berupaya membela rakn satu timnya itu.

Rossi mengeluarkan pembelaan untuk Vinales usai balapan MotoGP Austria.

The Doctor mengaku lebih beruntung daripada Vinales karena memiliki pengalaman yang lebih banyak dalam menunggangi M1.

“Menurut saya ini hanya masalah pengalaman, karena saya melewati lebih banyak periode buruk daripada Vinales, yang jauh lebih muda dibanding saya. Tapi, ini juga soal karakter,” ujar Rossi dikutip dari Crash.

Vinales sudah tidak pernah meraih kemenangan di MotoGP sejak Mei tahun lalu ketika memenangi MotoGP Prancis. Rossi pun menyakini pebalap asal Spanyol itu bisa mengakhiri paceklik kemenangan di MotoGP.

“Saya yakin jika sepeda motor Yamaha mengalami kemajuan, Vinales bisa meraih kemenangan di balapan selanjutnya. Jadi ini bukan karena dia tidak mampu membalap. Dia hanya butuh sepeda motor yang lebih baik,” ucap Rossi.

Komentar