“Saya Kehilangan Podium Oleh Rasa Nyeri”

Penulis: Darmansyah

Senin, 5 Juni 2017 | 08:03 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi gagal naik podium di Mugello Circuit, Minggu malam WIB, 04 Juni, di lanjutan seri keenam MotoGP musim ini, akibat nyeri yang yang muncul secara mendadak di akhir lomba.

Rossi hanya mampu meraih posisi empat dengan tambahan tiga belas angka dan berada di urutan dua klasemen sementara para pebalap.

Atas kejadian itu, asa pebalap veteran MotoGP itu  untuk berjaya dalam MotoGP Italia kandas

Rossi yang start di baris depan, meski gagal pole position,  finis  setelah Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, dan Danilo Petrucci.

Usai balap, Rossi mengatakan dirinya gagal naik podium dalam balap di sirkuit Mugello itu karena karena terhambat nyeri pascacedera karena kecelakaan motocross.

Dada dan perut Valentino Rossi mengalami cedera setelah mengalami kecelakaan motocross sepekan sebelum MotoGP Italia.

Rossi kemudian bisa fit lagi, dan cukup apik dalam menjalani latihan bebas serta kualifikasi pada Sabtu pekan lalu.

Begitu pun dalam hari balap hari Minggu itu. Rossi sempat memimpin tiga lap pertama balapan dan bertahan di kelompok terdepan untuk hampir sepanjang balapan.

“Sayang sekali kehilangan podium, karena itu selalu menjadi target. Di Mugello [podium] ini lebih penting,” ujar Rossi merujuk pada grand prix di kampung halamannya sendiri tersebut seperti dikutip dari Motor Sport.

Rossi mengakui, berkaca pada hasil latihan bebas dan kualifikasi, dirinya sempat yakin bisa kembali naik podium setelah gagal di MotoGP Perancis pada dua pekan sebelumnya.

Namun, sambungnya, balap dan mempertahankan posisi selama dua puluh tiga putaran itu suli

“Saya mengalami kelelahan lebih cepat daripada biasanya. Saat latihan, anda melakukan empat atau lima putaran dengan cepat  itu lain cerita. Anda bisa segera pulih, Tapi, dalam putaran yang banyak itu lebih sulit,” kata Rossi.

Pebalap Movistar Yamaha itu pun mengatakan delapan putaran jelang finis ia mulai kehabisan stamina dan semakin lelah.

“Bagi saya pribadi, masalahnya ada pada kondisi fisik saya, karena di lap-lap terakhir saya tidak bisa berusaha sedikit lebih banyak karena saya sudah kelelahan.”

Rossi finis tiga koma tujuh detik di belakang Dovizioso. Ia pun menilai balapan berlangsung dengan baik mengingat sebelumnya ia tidak yakin dengan kondisi fisiknya.

“Saya mencoba tidak menyerah di belakang Petrucci, tapi sayangnya saya tidak cukup kuat untuk menyerang,” ujar Rossi yang juga bersyukur dirinya bisa membalap pascakecelakaan saat berlatih motocross di ‘rumahnya’.

Bukan hanya Valentino Rossi yang mengaku tak bisa memaksimalkan performanya

Juara di Sirkuit Mugello, Andrea Dovizioso juga mengaku dirinya sempat khawatir akan kehabisan stamina saat balap berlangsung.

Hal itu diungkap Dovizioso karena semalam sebelum balap dirinya mengalami sakit akibat keracunan makanan.

Pebalap Ducati itu mengakhiri kualifikasi pada Rabu lalu di belakang Rossi dan Maverick Vinales.

Dia pun sempat optimistis bisa tampil maksimal tampil di grand prix yang digelar di negaranya sendiri, Italia. Namun, saat bangun tidur, diakui Dovi, dirinya merasa tak enak badan karena keracunan makanan semalam sebelumnya.

Dia pun tak bisa maksimal saat melakukan putaran pemanasan saat hari balap

“Hari yang sangat aneh bagi saya, yang paling aneh adalah bisa menang,” kata Dovi seperti dikutip dari Crash.

“Saya tidak memiliki tenaga sebelum balap, saya sangat takut saat itu, saya takut kehilangan stamina saat balap. Namun, kenyataannya saya mampu melaju dengan cepat dan lembut. Itu karena saya memiliki perbedaan besar selama balap.”

Memang, meskipun sakit, Dovizioso mampu berada di barisan terdepan sepanjang balap.

Ia kemudian berhasil menyalip pimpinan balap, Maverick Vinales, saat sepuluh putaran terakhir. Bagi Dovi, ini adalah kemenangan pertamanya di kelas primer saat balap dalam kondisi sirkuit kering.

Dovi mengatakan, kala dia menyalip Vinales, diakuinya tak memiliki strategi apapun. Dia hanya berpikir untuk menyalip saat mendapatkan kesempatan di sepuluh putaran terakhir.

“Dan, setelah itu saya menilai tak ada pebalap lain yang memiliki margin untuk menjadi lebih cepat. Jadi saya hanya fokus pada irama pacuan saya saja,” kata Dovi yang mengaku dirinya baru optimistis menang saat di putaran terakhir.

Apa yang dilakukan Dovi, berbeda dengan Rossi. Pebalap veteran Movistar Yamaha yang berhasil start di posisi kedua itu mengaku kehabisan stamina saat delapan putaran terakhir.

Kehabisan stamina itu disebabkan secara tidak langsung oleh nyeri pada cedera yang ia alami saat berlatih motocross sepekan sebelum gelaran grand prix di Mugello.

Pebalap gaek itu gagal naik podium karena finis di posisi keempat setelah Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, dan Danilo Petrucci.

“Saya mencoba tidak menyerah di belakang Petrucci, tapi sayangnya saya tidak cukup kuat untuk menyerang,” ujar Rossi.

Komentar