Rossi Puji Tampilan Apik Marquez Musim Ini

Penulis: Darmansyah

Senin, 22 Oktober 2018 | 08:54 WIB

Dibaca: 1 kali

Valentino Rossi memberikan pujian kepada Marc Marquez yang berhasil meraih gelar juara dunia yang kelima pada ajang balap MotoGP.

Marquez memastikan predikat juara MotoGP  usai menyelesaikan balapan di Sirkuit Motegi, Minggu (malam WIB

Pebalap tim Repsol Honda itu finis pertama dan mengantongi dua puluh limapoin, sehingga perolehan poinnya tidak dapat dikejar lagi oleh para pesaing termasuk Andrea Dovizioso yang menempati peringkat kedua di klasemen pebalap.

Pebalap asal Spanyol itu menjadikan MotoGP sebagai musim tersukses kedua dalam kariernya di balap motor kelas premium setelah  empat musim lalu

Marquez tercatat sudah menjadi juara seri sebanyak delapan kali.

Rossi yang sempat menjadi pesaing Marquez di awal musim menilai sang rival memang layak berada di podium teratas MotoGP

“Ya, dia pantas mendapatkannya [juara MotoGP . Dia adalah orang tercepat di lintasan. Itulah mengapa dia pantas mendapatkan gelar,” ujar Rossi dikutip dari Tuttomotoriweb.

Selain Rossi, Lorenzo pun memberi pujian kepada pebalap yang akan menjadi rekan satu timnya pada musim yang akan datang.

Pebalap Ducati yang tidak dapat menjalani MotoGP Jepang  karena mengalami cedera itu memberi selamat kepada Marquez melalui media sosial.

“Terkadang kita tidak sepakat ketika berkompetisi. Tapi saya menyadari bakat dan kemahiran, dan tidak diragukan lagi. Selamat Marc Marquez, kau menjadi yang terbaik lagi,” tulis Lorenzo dalam akun Twitter dan Instagramnya.

Marquez memimpin klasemen MotoGP  dan masih menyisakan tiga balapan lagi, yakni di Australia, Malaysia dan Valencia. Jika berhasil menjadi juara pada tiga seri tersisa, Marquez bisa melewati capaian poin

Dengan keluarnya Marquez sebagai juara dunia di Motegi menjadikan lomba berikutnya jadi tidak menarik.

“The Baby Alien itu telah membuat MotoGP menjadi tidak menarik lag,” tulis laman “crash,” hari ini, Senin, 22 Okotoberi.

Seperti Michael Schumacher merebut gelar F1, seperti Chicago Bulls menjadi juara NBA enam kali, Rossi merebut gelar MotoGP, atau Sebastian Vettel yang menjadi juara dunia F1, Marquez benar-benar menunjukkan dominasi total di MotoGP.

Diboyong Repsol Honda pada lima tahun lalu setelah menjadi juara dunia Moto2 di musim sebelumnya, Marquez seperti tidak memberi kesempatan pebalap lainnya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP.

Lima gelar juara dunia direbutnya, dan hanya gagal pada tiga musim lalu ketika Jorge Lorenzo menjadi juara dunia.

Musim ini Marquez tampil impresif. Dari  lima belasseri yang dijalani, pebalap asal Catalonia itu hanya dua kali gagal mendapatkan poin, yakni di Argentina dan Italia. Selebihnya Marquez selalu sukses meraih podium, termasuk delapan kemenangan.

Melihat margin Marquez di puncak klasemen setiap merebut gelar juara dunia MotoGP sejak 2013, pantas jika disebut pebalap 25 tahun itu telah membuat kelas primer Grand Prix itu sedikit tidak menarik.

Harapan besar ditunjukkan tim dan pebalap rival Marquez seperti Andrea Dovizioso (Ducati) atau duo Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Maverick Vinales di awal musim. Tapi, faktanya Marquez tidak tertahankan. Marquez untuk kali ketiga Marquez memastikan gelar juara dunia MotoGP di Sirkuit Motegi, atau tiga seri sebelum musim selesai.

Persaingan terketat di MotoGP sejak Marquez naik kelas hanya terjadi satu kali, yakni pada lima musim lalu Ketika itu Marquez memiliki keunggulan tiga belas poin atas Lorenzo memasuki seri terakhir di Valencia. Di akhir musim Marquez unggul empat poin atas rekan setimnya di Repsol Honda itu musim depan.

Sementara pada musim lalu Marquez memasuki seri terakhir dengan keunggulan dua puluh satu poin atas Dovizioso. Kegagalan finis Dovizioso di Valencia membuat pebalap asal Cervera itu unggul tiga puluh tujuh poin di akhir musim lalu.

Sejumlah data di atas cukup menjadi alasan untuk menyebut MotoGP menjadi sedikit kurang menarik karena Marquez. Tapi ini bukan hanya kesalahan Marquez, tapi juga kesalahan pebalap dan tim rival sang Semut Cervera itu.

Marquez bisa merebut lima gelar juara dunia dalam enam musim terakhir tidak dengan berleha-leha. Marquez beradaptasi dengan baik, memanfaatkan setiap peluang yang ada, dan mengambil risiko lebih sering.

Perlu diingat kalau Marquez adalah pebalap kedua yang paling sering kecelakaan musim lalu   Itu artinya dia tidak takut mengambil risiko. Sebuah risiko yang berbuah gelar juara dunia di akhir musim.

Tidak adil untuk mengatakan Marquez merupakan satu-satunya penyebab MotoGP tidak menarik dalam beberapa musim terakhir. Rival Marquez juga harus disalahkan. Yamaha pantas disalahkan karena tidak mampu memberikan Maverick Vinales dan Valentino Rossi sepeda motor yang kompetitif.

Dovizioso juga pantas disalahkan karena kurang agresif, kurang mengambil risiko, dan tidak konsisten di momen-momen penting. Ducati juga pantas disalahkan karena telat memberi Jorge Lorenzo sasis motor Desmosedici yang tepat. Jadi bukan semata-mata kesalahan Marquez.

Mari kita berharap MotoGP akan kembali lebih menarik musim depan. Sesuatu yang saya prediksi akan terjadi. Karena saya masih percaya satu-satunya pebalap yang bisa mengalahkan Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP adalah Lorenzo

Faktanya adalah Lorenzo merupakan satu-satunya pebalap yang mampu mengalahkan Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.

Lorenzo merupakan pebalap yang lebih agresif ketimbang rival Marquez lainnya di MotoGP. Lorenzo lebih berani mengambil risiko, sama seperti Marquez.

Sayang, X-Fuera berada di tim dan waktu yang salah untuk bisa mengimbangi kehebatan Marquez. Lorenzo baru mampu meraih prestasi jelang pertengahan musim ini setelah Ducati melakukan modifikasi sasis tangki di Desmosedici GP18 yang ditungganginya.

Kehadiran Lorenzo di Repsol Honda merupakan tantangan baru bagi Marquez musim depan.

Dengan Marquez dan Lorenzo menjadi rekan setim, setidaknya ada secercah harapan MotoGP musim depan akan berlangsung lebih menarik.

Perang kata-kata, intrik, hingga duel sengit di atas sirkuit kemungkinan besar terjadi, layaknya Rossi vs Lorenzo di Yamaha

Komentar