Rossi Penuhi Janji Podiumnya di Termas

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 April 2016 | 09:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi memenuhi janjinya untuk menginjak podium Termas Rios Hondo, GP Argentina, ketika Senin dinihari WIB, 04 April 2016, menempati posisi dua dalam balapan seri kedua MotoGP musim ini yang kondisinya sempat tidak menentu akibat produsen ban Michelen menarik ban belakang beberapa jam sebelum lomba.

Selain masalah ban, MotoGP seri Argentina juga dipenuhi drama terjatuh para pebalap oleh sebab yang tidak rasional.

Namun begitu, rider gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi, tak menemukan kesulitan menyelesaikan lomba.

Rossi finis di posisi kedua, di belakang Marc Marquez yang sukses keluar sebagai juara pertama.

Rossi mengaku senang bisa mendapatkan podium pertama di musim ini.

“Ini adalah hasil yang bagus, hasil yang luar biasa. 20 adalah poin yang penting. Saya sangat senang karena ini merupakan podium pertama saya di musim ini,” tukas Rossi seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin, 04 April 2016.

Pada balapan tersebut Rossi sempat bersaing sengit dengan Marquez di awal-awal balapan.

Namun, ketika mengganti motor karena sempat gerimis, Rossi tampak kesulitan mengejar Marquez.

Bahkan Rossi sempat disalip oleh rider Suzuki Maverick Vinales dan dua pembalap Ducati Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.

Beruntung Vinales tergelincir, begitu juga Dovizioso dan Iannone yang bertubrukan pada lap terakhir di dua tikungan terakhir. Rossi melenggang mulus ke podium, jika tidak ia hanya berada di posisi keempat.

Di awal lomba Rossi sempat merasa nyaman dengan tunggangannya sebelum pergantian motor karena gerimis yang mengguyur lintasan di pertengahan balapan.

Selepas itu, pembalap yang identik dengan warna kuning stabilo tersebut kehilangan momentum dan tertinggal jauh dari Marc Marquez.

“Pada awal balapan saya mendapatkan ritme dengan motor pertama dan mampu bersaing dengan Marquez. Oleh karena itu saya bersaing dengan sengit. Namun selepas mengganti motor saya tidak merasakan hal yang sama dan saya pun kesulitan,” ujar Rossi seperti dikutip dari laman resmi MotoGP.

“Saya tidak bisa membalap layaknya seperti menggunakan motor pertama. Lalu duo Ducati menyalip saya. Jika mereka berdua tidak tubrukan saya tidak akan naik podium,” tuntasnya.

Rossi mengaku tidak memiliki kecepatan yang sama dengan motor M1 kedua yang digunakannya setelah melakukan pergantian motor di lap kesepuluh. The Doctor pun bersyukur dengan kecelakaan yang dialami duo Ducati.

“Dengan motor pertama saya tampil cepat, saya bisa menekan Marquez dan mulai mendapatkan kesenangan. Tapi, dengan sepeda motor kedua saya tidak merasakan kecepatan yang sama,” ujar Rossi seperti dilansir SuperSport.

“Saya tidak mendapatkan ritme dengan setelan motor kedua. Kemudian datang Mark Vinales dan kedua Ducati. Tanpa kecelakaan mereka, saya tidak bisa mendapatkan podium di sini,” sambungnya.

Sementara itu, Marquez yang unggul hingga tujuh detik atas Rossi di GP Argentina, mengaku kemenangan diraihnya dengan sangat sulit. Terlebih ketika Rossi mampu menekan pada paruh pertama balapan.

“Balapan yang sulit. Rossi berusaha menekan saya di setiap lap dan itu sangat berat, karena kecepatan sepeda motor kami tidak berbeda,” ucap Marquez.

Akhir balapan Marc Marquez keluar sebagai juara dan Valentino Rossi menguntit di posisi kedua, dan rekan satu tim Marquez, Dani Pedrosa, berada di posisi ketiga.

Berada satu podium dengan rival yang musim lalu sempat terlibat insiden ‘tendangan’ di Sepang, Malaysia, membuat suasana perayaan sampanye menjadi terlihat tidak nyaman.

Rossi yang biasanya begitu heboh menyemprotkan minuman tersebut kepada pembalap lainnya, kini lebih memilih menyendiri.

Pembalap yang menggunakan nomor 46 tersebut terlihat langsung berlari ke ujung podium dan menyemprotkan sampanye ke arah bawah tempat di mana timnya berada. Sementara Marquez dan Pedrosa saling semprot satu sama lain.

Selepas perayaan pun Rossi dan Marquez tidak saling tegur.

Hal yang sama juga terjadi antara Rossi dengan Pedrosa. Ketika sesi foto bersama, Rossi dan Marquez saling berdekatan namun tidak ada obrolan atau teguran sama sekali.

Meski terlihat dingin, ketika penerimaan piala baik Rossi maupun Marquez sama-sama memberikan applause satu sama lain. Meski demikian dinginnya hubungan keduanya bisa jadi indikasi hubungan antara Rossi dan Marquez sudah tak lagi akur pascainsiden tahun lalu.

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez membeberkan kunci kemenangannya

“Saya tahu bahwa bagian pertama dari perlombaan akan sulit karena sirkuit masih dalam basah di beberapa tempat, dan dengan sepeda pertama saya tidak merasa baik,” ungkap Marquez mengutip situs resmi MotoGP, Senin.

“Saya tahu bahwa bagian kedua dari perlombaan itu kuncinya. Saya yakin seratus persen dalam lima lap pertama setelah melakukan perhgantian sepeda, saya membuka celah dan setelah itu saya hanya terus menjaga kecepatan,” tuntas pembalap asal Barcelona itu.

Komentar