Rossi Paling Konsisten di Awal Musim Ini

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 April 2017 | 08:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Alex Marquez menegaskan  Valentino Rossi adalah pebalap paling konsisten sejauh ini.

“Memang untuk kecepatan, Marc Marquez dan Maverick Vinales jagonya. Tapi untuk onsistensi saya pilih Rossi,” ungkap Alex Marquez kepada “cras, Jumat, 28 April.

Alex Marquez yang berlaga di Moto2 menyatakan bahwa sang kakak, Marc Marquez dan Vinales adalah pebalap tercepat di MotoGP.

Namun hal itu tak cukup bagi mereka untuk jadi penguasa klasemen karena Rossi lebih konsisten.

“Maverick Vinales ada di level yang tinggi, namun tak satu pun dari dua pebalap tercepat bisa jadi pemimpin klasemen saat ini.”

“Pemimpin klasemen saat ini adalah Rossi, yang bukan merupakan pebalap tercepat namun jadi pebalap paling konsisten,” tutur Alex Marquez dalam wawancara lainnya dengan dengan AS.

Alex Marquez menilai sang kakak masih belum mendapatkan dukungan motor yang maksimal.

“Dia harus fokus pada dirinya sendiri terlebih dulu. Ia harus meningkatkan kualitas motor yang saat ini masih belum sesuai keinginannya,” kata Alex Marquez.

Alex Marquez sendiri berharap bisa masuk dalam persaingan perburuan gelar Moto2 musim ini. Di dua musim awal di Moto2, performa Alex Marquez kurang memuaskan karena selalu duduk di luar posisi 10 besar pada klasemen akhir.

“Saya harap demikian karena itulah saya bekerja keras setiap hari. Memenangkan titel juara Moto2 ada dalam kepala saya.”

“Mungkin saja hal itu terjadi tahun ini, atau tahun depan. Namun uyang pasti saya fokus untuk tujuan tersebut dan selalu berusaha untuk menang saat ini,” ucap Alex Marquez.

Selain Alex, direktur tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, juga memuji aksi Valentino Rossi.

Meregalli khusus menyorot  tidak tersulut emosi Rossia ketika bersenggolan dengan pebalap Tech 3 Yamaha, Johann Zarco, pada balapan GP Amerika Serikat di Sirkuit Austin, Texas

Rossi terkena penalti nol koma tiga detik  menyusul keputusannya memotong jalur di tikungan keempat setelah bersenggolan dengan Zarco. Beruntung bagi Rossi penalti tersebut tidak mempengaruhi posisinya yang berhasil finis kedua.

Meregalli memuji tindakan Rossi yang tidak larut dengan kekesalan terhadap Zarco saat balapan.

Menyusul manuver berbahaya Zarco, Rossi hanya menoleh sekali ke arah pebalap asal Perancis itu dan langsung kembali fokus ke balapan.

“Tidak bisa dihindari lagi, Rossi harus keluar jalur setelah insiden dengan Zarco. Tapi, pengalaman Rossi kembali bersinar.”

“Dia langsung menundukkan kepala usai insiden. Pada akhirnya dia bisa merayakan finis kedua dengan kuat, meski setelah penalti yang patut dipertanyakan,” ujar Meregalli seperti dikutip dari situs resmi Movistar Yamaha.

“Rossi melakukan tugas luar biasa untuk meraih posisi kedua. Startnya bagus dan memainkan peran vital. Posisinya di motor YZR-M1 sangat tepat dan itu membuat Rossi mampu mengejar dua pebalap terdepan,” sambungnya.

Sayang bagi Yamaha, rekan setim Rossi, Maverick Vinales, gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh di lap kedua. Vinales kemudian kehilangan posisi di puncak klasemen setelah digeser Rossi.

“Sayang balapan Vinales selesai lebih awal, karena berkaca dari kecepatannya sepanjang akhir pekan, dia jelas punya peluang untuk meraih kemenangan. Kami sudah memeriksa data dan tidak ada yang aneh atau berbeda dari apa yang dia lakukan sejak Jumat,” ucap Meregalli.

Sementara itu, pebalap tim LCR Honda, Cal Crutchlow menyebut performa motor Yamaha masih lebih bagus dibandingkan motor Honda di GP Amerika Serikat meskipun Marc Marquez jadi pemenang seri tersebut.

Selain keberhasilan Marquez jadi pemenang, tiga pebalap yang menggunakan motor Honda menempati posisi empat besar, yaitu Dani Pedrosa di posisi ketiga dan Cructhlow di posisi keempat.

Meski demikian, Cructhlow menilai performa motor Honda masih ada di bawah Yamaha pada seri GP Amerika Serikat tersebut.

“Yamaha masih jauh lebih baik dibandingkan Honda di Austin, namun pebalap Honda tampil jauh lebih baik dibandingkan para pebalap yang menggunakan Yamaha.”

“Sesederhana itu. Marquez dan Pedrosa melakukan tugas dengan baik. Pada satu momen, saya sempat berpikir pebalap Honda bisa finis di posisi satu-dua dan tiga, namun kemudian Valentino Rossi tampil makin bagus di pertengahan lomba,” ujar Crutchlow seperti dikutip dari Motorsport.

Cructhlow lalu menyebut data statistik berupa tingginya angka kecelakaan yang dialami oleh para pebalap Honda pada awal musim ini, baik di sesi tes pramusim ataupun saat kejuaraan sudah berlangsung.

Cructhlow dan Marquez sudah terjatuh lima kali, sedangkan Pedrosa sudah terjatuh tiga kali.

“Saya masih memiliki kendala seperti musim lalu yaitu dengan ban depan. Saat balapan, kami terlalu memacu ban depan dan hal itu tidaklah bagus.”

“Saya rasa saya mengemudi lebih baik dari segi teknik individu. Ketika performa motor lebih baik, maka saya yakin penampilan akan lebih baik setelah ini,” tutur Crutchlow.

Komentar