Rossi Mengajarkan “Strategi” dari Termas

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 April 2015 | 16:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi mengajarkan semua pebalap di MotoGP 2015 tentang “strategi” untuk menjadi juara dari Sirkuit Termas de Rio Hondo, GP Argentina, Senin dinihari WIB, 20 April 2015, dengan menaklukkan “keajaiban” kecepatan milik Marc Marquez lewat “kecerdasan” di atas rata-rata.

Rossi dengan cerdik membawa Marquez untuk beradu keceptan lewat perhitungan rotasi “timing” dan akselerasi kejeniusan dalam hitungan detik.

Marquez kalah ketika kemampuannya mengadaptasi “timing” meleset dan ia goyah sehingga terlempar ke ruang “hampa” karena melupakan naluri kesabarannya.

Lewat kemampuan adaptasinya inilah Rossi memenangkan lomba MotoGP seri ketiga di Sirkuit Termas dan membawanya memuncaki klasemen sementara.

Meski memenangkan lomba, The Doctor enggan sesumbar terkait peluangnya menjadi juara dunia musim ini.
Pada balapan di sirkuit Termas de Rio Hondo, juara dunia tujuh kali MotoGP itu meraih podium tertinggi.
Rossi mengungguli Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow yang masing-masing finis kedua dan ketiga.

Ini adalah kemenangan paling sensasional Rossi karena ia berhasil menaklukkan kegilaan Marquez.

“Saya pikir musim ini akan menjadi pertarungan memperebutkan gelar yang menarik. Sekarang yang terdekat dengan saya adalah Andrea Dovizioso. Dia cuma terpaut enam poin setelah melakukan start yang sempurna.
Semua masih bisa terjadi,” ujar rider veteran asal Italia tersebut mengutip Crash, Senin, 20 April 2015.

“Kompetisi masih sangat panjang dan Marc pasti akan kembali kompetitif. Dia telah menunjukkan bahwa dia bisa bangkit. Iannone dan Cal juga masih bisa menjadi juara.

Rossi juga berpesan bahwa Jorge Lorenzo tetap manjadi ancaman bagi pembalap lain. Meski di awal musim mengalami beberapa masalah, tapi dia punya kemampuan bangkit di balapan berikutnya,” sambung pembalap yang identik dengan nomor 46 tersebut.

Dengan torehan hingga serie ketiga, The Doctor sukses menyamai jumlah kemenangannya pada musim lalu.

“Saya sangat senang dengan tiga balapan musim ini karena kami terlihat sangat tangguh. Kami kompetitif di mana pun. Kami tahu akan kesulitan di Austin, tapi kami masih bisa finis ketiga. “

“Sementara trek Rio Hondo terkenal sulit dan faktanya kami sempat kesulitan dalam latihan. Jadi, penting untuk menunjukkan bahwa kami bisa tetap tangguh dalam balapan,” ujarnya dengan nada rendah.

Setelah Marquez dan Lorenzo memujinya, pebalap Ducati Andrea Dovizioso tak mau ketinggalan mengacungkan jempolnya untuk kehebatanp Valentino

Menurutnya, pembalap asal Italia itu lebih piawai dalam memacu kuda besinya lebih cepat di tikungan.

Dovizioso memiliki kesempatan untuk menjadi yang pertama di sirkuit Santiago del Estero usai Marc Marquez terjatuh saat coba menyalip Rossi di dua lap terakhir.

Sayang, pembalap asal Italia itu hanya mampu berada di urutan dua dan hanya selisih lima detik dari Rossi.

“Rossi lebih cepat dari saya. Saya kehilangan banyak waktu saat melewati tikungan,” kata Dovizioso seperti dilansir AFP, Senin, 20 April 2015.

Sebelumnya, Doviziosi sempat memimpin lama di GP Qatar, sebelum akhrinya disalip oleh Valentino Rossi

Keberhasilan Rossi ketika menyalip Marquez di tikungan membuat pebalap asal Katalunya itu tidak bisa mengendalikan nafsu. Ambisi mendahului The Doctor justru berbuah petaka. Honda RC213V tunggangannya malah menyenggol YZR-M1 milik Rossi.

Keseimbangan rider muda itu terganggu dan akhirnya terjatuh.

Insiden ini sendiri sempat diselidiki Race Direction yang kemudian menyatakannya sebagai sebuah insiden balapan belaka, tanpa ada pihak yang bersalah.

Team Principal Repsol Honda, Livio Suppo pun ikut buka suara tentang persaingan dua juara dunia tersebut.

“Otoritas balapan menyebutnya sebagai insiden balapan. Saya setuju kalau tidak ada yang salah dalam insiden tersebut. Itu memang lumrah terjadi,” ungkap Suppo seperti dilansir Crash.

“Kami tahu dengan ban sama, Rossi lebih cepat. Saya pikir strategi tim sudah benar, rencananya adalah berusaha terus menjauh dan kemudian mempertahankan hingga akhir,” papar Suppo.

Suppo mengamini bahwa insiden yang dialami Marquez biasa terjadi dalam ajang MotoGP!

Valentino Rossi sendiri meminta maaf kepada Marc Marquez yang harus terjatuh saat perebutan tempat pertama di dua lap terakhir. Dia berharap, keadaan pembalap Repsol Honda itu baik-baik saja.

“Saya menyesal atas kecelakaan itu dan atas kejadian yang menimpanya. Namun, saya berharap ia baik-baik saja. Saya menjalani balap yang hebat dengan sepeda motor yang fantastis, tapi saya dapat melihat bahwa ia (Marquez) memiliki masalah dengan bannya,” kata Rossi seperti dilansir AFP, Senin, 201 April 2015.

“Sepeda motornya hebat, dua kemenangan telah dicapai, dan saya pikir kami dapat bertarung sampai akhir musim. Kami memiliki kecepatan yang hebat dan ini merupakan balap yang penting karena saya mengalami kesulitan saat latihan,” ungkap dia.

“Saya tahu, ia menggunakan ban keras, namun saya hanya berusaha melakukannya setahap demi setahap dan perlahan-lahan saya dapat mencium aroma kesuksesan. Saya kecewa dengan jatuhnya dia dan itu akan menjadi pertarungan hebat sampai akhir, namun saya sangat gembira,” sambung pembalap asal Italia itu.

afp, crash, motogp.com dan mcn

Komentar