“Rossi Mencuri Panggung Milik Marquez”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 1 April 2015 | 08:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi dan Movistar Yamaha membuat langkah besar dengan “mencuri” panggung MotoGP dari Marc Marquez dan Repsol Honda, lewat penampilan impresif “The Doctor” pada lomba pembuka, Senin dinihari WIB, 30 Maret 2015, di Losail Circuit, Qatar.

Rossi memenangkan balapan di MotoGP Qatar bersama Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone dari Ducati di posisi dua dan tiga.

Kemenangan ini merupakan langkah nyata dari pernyataan Rossi sebelumnya yang mengingin gelar “Le Decima,” atau yang kesepuluh, di ajang “kuda besi”itu. Rossi sudah memenangkan sembilan balapan sebagai juara dan masih menginginkan gelar kesepuluh disuianya yang ketiga puluh lima.

Pembalap Monster Yamaha Tech 3, Bradley Smith, ikut melontarkan pujian usai Valentino Rossi mampu mengungguli duo unggulan Honda di seri pembuka MotoGP musim ini.

Menurut Smith, performa mengesankan Rossi di Qatar pada Senin 30 Maret 2015 dini hari WIB sangat didukung oleh kualitas kuda besi yang mereka tunggangi. Smith menilai, Yamaha mampu menciptakan langkah besar untuk para pembalapnya dalam mengarungi kompetisi musim ini.

“Saya terkejut Yamaha dapat mengalahkan Honda. Yamaha sudah membuat langkah besar musim ini,” ujar rider itu, mengutip Crash, Rabu, 01 April 2015.

Selama ini, Smith mengira Yamaha hanya akan mampu mengikuti Honda, bukan mengalahkannya. Ia bahkan cukup terkejut saat tahu Rossi mampu menjadi yang tercepat malam itu, mengalahkan Marc Marquez dan Dani Pedrosa.

“Honda terlihat sedikit kehilangan kecepatannya. Saya tidak tahu apakah itu akibat kondisi, pengaturan motor, atau yang lainnya. Tapi apa yang dilakukan Valentino terlihat sedikit magis!” serunya.

Pembalap Inggris itui berharap Yamaha mampu mengulang prestasinya pada seri kedua. “Kami akan terus berbenah dan memberikan sesuatu yang lebih baik di Austin,GP Amerika Serikat,” tambahnya.

Performa Valentino Rossi pada race perdana MotoGP musim 2015 memunculkan perhatian dunia terhadap impresifitasnya.

Sempat melorot ke posisi sepuluh, Rossi dengan agresif berhasil menapaki posisi keempat pada lap ketiga. Agresivitas Vale – sapaan akrab Rossi – berlanjut di lap-lap setelahnya.

Klimaksnya ketika duel dengan rider Italia lainnya, Andrea Dovizioso yang dimenangkan oleh Rossi.
Kegemilangan Rossi di atas lintasan hingga sukses menjadi juara di GP Qatar membuat dirinya menjadi fokus di halaman muka di banyak media cetak di Eropa.

Menurut laporan situs motogp.com, ada banyak media yang memajang berita kemenangan Rossi.

Dimulai dari negara asal The Doctor, Italia. Media olahraga terbesar dan terpercaya di Italia, La Gazetta dello Sport, membuat tajuk utama mengenai kemenangan Rossi dengan judul “Valentino Rossi the Legend.”

Lalu media Il Corriere della Sera memberi judul “Rossi Show” yang ditujukan untuk penampilan come back Rossi

Tidak hanya media cetak, media online juga banyak yang menjadikan berita kemenangan juara dunia tujuh kali di GP Losail tersebut sebagai berita utama di halaman muka.

Situs CNN, menulis “Valentino Rossi scores stunning victory in MotoGP opener.” Lalu media asal Inggris, Times, menuliskan “Valentino Rossi finds sands of time no barrier in desert victory.”

Setelah Inggris dan Italia, media Prancis dan Spanyol juga larut dalam euforia kemenangan pembalap yang menggunakan nomor 46 tersebut.

Media ternama Prancis, L’Equipe membuat judul “The Eternal Rossi” yang merujuk pada performa pembalap gaek tersebut yang masih kompetitif. Sementara media Spanyol, El Pais menuliskan “Only Rossi can stop Ducati,” untuk duel Rossi dan Dovizioso di lap akhir.

Sementara itu ‘The Doctor’ Rossi, tak mau berlama-lama merayakan kemenangannya di Losail dan kembali fokus mempersiapkan balapan berikutnya.

Rossi bertekad mengulangi pencapaiannya pada seri GP Amerika Serikat.

Rossi tidak ingin terlalu lama bersantai. Juara dunia enam kali itu menyatakan, penting baginya untuk terus menjaga konsentrasi hingga dua pekan ke depan.

“Kami harus terus berkonsentrasi agar bisa tetap unggul dari para juara dunia. Kami akan terus mencoba memenangkannya,” ujarThe Doctor, mengutip Crash.

Rossi sadar bahwa tidak akan mudah baginya untuk mengulangi kemenangan di setiap serinya. Menurutnya, akan terjadi persaingan sengit di antara timnya, Honda, dan Ducati pada setiap lintasan balap musim ini.

“Di trek balapan yang berbeda, level Honda, Ducati, dan Yamaha akan berubah setiap pekannya. Kami harus fokus mendapatkan beberapa poin pada pekan-pekan sulit di sirkuit yang sulit,” tutur rekan setim Jorge Lorenzo itu.

“Balapan selanjutnya akan dilakukan di Austin, dan itu adalah ‘rumah’-nya Marquez. Saya yakin pasti akan sangat sulit di sana,” lanjutnya.

Menarik ditunggu apakah The Doctor mampu melanjutkan kemenangannya di seri kedua MotoGP musim ini, yang akan dihelat pada 12 April 2015 di Sirkuit The Americas, Austin, Amerika Serikat.

Finis terdepan pada balapan pembuka MotoGP 2015 membuat rider Yamaha, Valentino Rossi antusias. Pembalap asal Italia ini yakin balapan tahun ini akan berlangsung sangat kompetitif dibanding tahun sebelumnya.

“Ini akan berubah setiap pekan pada balapan dengan trek yang berbeda, karena setiap motor memiliki kelemahan dan kekuatan pada setiap titik. Jadi, cobalah tetap pada barisan depan para penantang juara,” jelas Rossi, seperti dilansir Motorcyclenews, Selasa 31 Maret 2015.

“Kami harus tetap berkonsentrasi untuk memahami apakah ini hari yang tepat untuk mencoba menang atau berusaha mengamankan poin saat balapan akhir pekan di sirkuit yang sulit,” lanjutnya.

Rossi beranggapan, kecepatan motor beberapa tim MotoGP 2015 akan membuat balapan musim ini berbeda dengan beberapa musim lalu, di mana hanya dua atau tiga rider yang mendominasi.

“Saya sangat senang, karena beberapa tahun terakhir balapan berbeda. Ada satu momen persaingan hanya melibatkan Casey Stoner dan Jorge Lorenzo, di mana balapan sudah berakhir setelah lap ketiga,” ungkapnya.

“Itu menyulitkan dan juga balapan yang membosankan. Sekarang terlihat ada perubahan, musim ini bersama Marc Marquez, yang selalu bertarung sampai akhir, dengan sedikit strategi, dan saya amat menyukai tipe balapan seperti ini,” lanjutnya.

sumber : motogp.com, crash dan motorsport

Komentar