Rossi Masih Belum Konsisten di Musim Ini

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Agustus 2016 | 10:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi, hingga paruh musim ini, masih  menampilkan performa yang fluktuatif sehingga banyak pengamat meragukan kansnya untuk merebut  posisi juara

Terhadap kritikan fluktuatifnya  penampilannya itu, Rossi, seperti diungkapkannya kepada “crash,” Rabu, 03 Agustus 2016,  menyadari  hal itu.

Bahkan menurutnya level para pembalap pesaingnya seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, dan Dani Pedrosa semakin meningkat dan jauh lebih kompetitif. Terutama Marquez yang jika dibandingkan musim lalu, performanya begitu impresif di musim ini.

“Pesaing saya selalu sama yakni Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, dan Marc Marquez,” ujar rider yang pernah membela Ducati tersebut.

“Namun bagaimana pun juga dengan regulasi yang berbeda, level para pembalap jadi lebih meningkat dan lebih kompetitif,” sambungnya singkat.

Hingga kini Rossi masih tertahan di posisi ketiga klasemen dari sembilan seri yang sudah dilakoni.

Pembalap berjuluk The Doctor tersebut kini tertinggal lima puluh sembilan angka dari Marquez yang  nyaman duduk di puncak klasemen

Di  Catalunya dua bulan lalu, Valentino Rossi terlihat begitu akrab dengan seterunya musim lalu Marc Marquez.

Keduanya saling bertegur sapa dan bersalaman di parc ferme seolah masalah di musim sebelumnya telah dilupakan.

Jika Rossi dan Marquez sudah kembali berdamai, lalu bagaimana hubungan Rossi dengan rekan satu timnya, Jorge Lorenzo?

Persaingan tersebut tentu bakal berpengaruh pada performa tim, tak heran jika Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha menyerukan agar keduanya bisa saling menghormati karena hal itu lah yang dibutuhkan untuk meraih sukses musim ini.

“Apa yang kami butuhkan saat ini adalah memperkuat hubungan dan rasa hormat di antara kedua pembalap, ini adalah hal yang sangat, sangat penting,” tegasnya seperti dilansir Motorsport.com

“Jadi saya rasa kami akan melihat sesuatu yang berbeda pada tahun ini. Tentunya kedua pembalap memang masih dibayangi kejadian pada akhir tahun lalu, tetapi mereka tetap menatap ke depan,” tambahnya.

Musim ini persaingan panas tetap terjadi antara dua rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Keduanya sama-sama bersikukuh untuk bersaing menjadi yang terbaik di atas lintasan.

Lin Jarvis mengakui  hubungan yang dingin antara Rossi dan Lorenzo musim ini, namun keduanya sama-sama memiliki ikatan kekuatan yang saling menyatukan satu sama lain.

“Kami beruntung karena di antara kedua pembalap kami memiliki ikatan kekuatan yang bagus untuk tim,” terang Jarvis.

“Meski demikian, kami juga sadar jika para pembalap kami merupakan rival dan bersaing satu sama lain,” tambahnya.

Dalam kesempatan lainnya,  memuji kehebatan Jack Miller  dan yakin sang pebalap akan semakin hebat di masa depan.

Miller mencatat prestasi sensasional ketika sukses jadi yang tercepat di GP Belanda musim ini. Di Sirkuit Assen, Miller mampu tampil solid ketika sejumlah pebalap terjatuh atau memilih untuk bersikap berhati-hati dalam memacu motornya.

Keberhasilan Miller jadi juara di Assen mendapat perhatian dari Rossi. Menurut Rossi, keberhasilan Miller di Belanda merupakan sinyal kuat bahwa Miller memiliki potensi besar.

“Jack Miller mengemudi dengan sangat baik di Assen ketika hujan turun. Dia sangat hebat dan fleksibel menghadapi kondisi lintasan.”

“Miller sangat pintar dalam memilih jalur lintasan yang akan ia lalui. Memang agak aneh karena saat lintasan kering, Jack memiliki gaya membalap yang berbeda dan terbilang sangat agresif.”

“ Semua itu berganti ketika ia melaju di lintasan basah,” ujar Rossi dalam wawancara dengan Speedweek.

Meski demikian Rossi yakin Miller akan menjelma jadi pebalap yang lebih baik di masa depan.

“Saya rasa dia akan lebih cepat di lintasan kering bila ia mendapatkan pengalaman yang lebih banyak di MotoGP,” kata Rossi.

Miller merupakan salah satu pebalap yang mempunya jalan unik di MotoGP. Setelah jadi runner-up Moto3 pada 2014, Miller langsung memutuskan untuk lompat ke kelas MotoGP tanpa menjajal kelas Moto2.

Rossi sendiri mengalami nasib sial di Belanda. Ia sempat memimpin balapan namun kemudian tergelincir lantaran terlalu berambisi memperlebar jarak dengan rombongan di belakangnya.

Komentar