Rossi Kembali “Ganggu” Marc Marquez

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Oktober 2016 | 10:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Menjelang lomba MotoGP Motegi, Jepang, Valentino Rossi menggelitik Marc Marquez lewat peranyataan bahwa sang pebalap Repsol Honda itu menjadi biang dari kegagalannya menjadi juara dunia lewat aksi kerjasamanya dengan Jorge Lorenzo.

“Marquez adalah biang dari kegagalan saya jadi juara dunia di ujung musim lalu. Ia melakukan kerjasama dengan Lorenzo untuk itu,” kata Rossi seperti dikutip “crash,” Jumat, 07 Oktober 2016.

Lantas apa reaksi Marquez.

Pebalap Honda menyatakan tidak bakal melayani  adu mulut dan perang kata dengan Valentino Rossi di luar lintasan balap.

Marquez sendiri  mengaku cukup terkejut dengan pernyataan Rossi itu.

Pasalnya, Marquez menilai masalah di musim lalu sudah usai dan tak lagi perlu dibahas.

“Saya terkejut karena kami kembali mendapati waktu untuk mengomentari hal yang terjadi musim lalu.”

“Namun seperti yang kalian ketahui, Rossi adalah pebalap yang sangat berpengalaman di momen akhir musim seperti ini,” tutur Marquez dalam wawancara dengan Marca.

Karena itu Marquez tak mau terjebak dalam perang kata yang bisa memengaruhi kondisi psikologisnya di akhir musim ini.

“Rossi adalah sosok pebalap yang siap bertarung baik di lintasan maupun di luar lintasan. Dia adalah sosok yang tahu bagaimana cara memainkan kartu miliknya.”

“Sementara itu bagi saya perang hanya ada di lintasan. Di sanalah saya senang membuat pernyataan. Perang di luar lintasan tak cocok dengan saya dan saya tak peduli dengan hal itu,” ucap Marquez.

Pebalap asal Spanyol tersebut saat ini memimpin klasemen dengan keunggulan lima puluh dua angka dari Rossi.

Dengan empat seri tersisa, secara matematis Marquez hanya butuh empat puluh sembilan poin dari empat seri yang tersisa saat ini.

Tentang peluangnya menjadi juara dunia di Motegi Marquez menilai hal itu kemungkinan kecil terwujud.

Marquez bisa jadi juara dunia di Jepang bila mampu melebarkan jarak lebih dari tujuh puluh lima poin.

Bila jarak itu tercipta, maka Rossi tak bisa mengejar koleksi poin milik Marquez.

“Saya rasa peluangnya sangat kecil untuk jadi juara dunia di Jepang karena harus bergantung pada banyak faktor,” ucap Marquez dalam wawancara dengan Marca.

Karena itulah Marquez tak mau terlalu berambisi mewujudkan impian untuk jadi juara dunia di Jepang.

“Saya tak akan mau jatuh dalam jebakan dan motivasi untuk jadi juara dunia di Jepang.”

“Saya akan datang ke sana dnegan mental bertanding yang sama, yaitu berusaha meraih hasil terbaik demi jadi juara dunia. Namun saya tak mengharapkan ada sebuah hal yang spesial di Jepang,” tutur Marquez.

Marquez saat ini sudah mengoleksi dua gelar juara dunia MotoGP. Bila mampu jadi juara MotoGP musim ini, maka ia akan menyamai jumlah gelar MotoGP milik Jorge Lorenzo.

Sementara itu, legenda balap motor Grand Prix, Mick Doohan, mengaku heran melihat ambisi Valentino Rossi yang masih ingin menjadi juara dunia MotoGP.

Namun, Doohan salut dengan perjuangan yang diperlihatkan The Doctor.

Di usia gaekny,  Rossi masih mampu bersaing dengan pebalap yang lebih muda seperti Marc Marquez dan Jorge Lorenzo dalam perebutan gelar juara dunia.

Pebalap asal Italia itu saat ini berada posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2016

Dalam wawancara dengan Keeping Track, Doohan mengaku takjub dengan penampilan kompetitif yang tetap ditunjukkan Rossi meski sudah berkarier lebih dari dua puluh tahun di ajang Grand Prix.

“Saya tidak pernah melihat dia seantusias ini untuk tampil di balapan sejak kali pertama saya melihatnya masuk MotoGP. Dia tidak akan lebih muda, tapi dia tidak akan lebih lambat,” ujar Doohan seperti dikutip dari situs resmi MotoGP.

Rossi merupakan pebalap tertua di ajang MotoGP musim ini.

Pebalap termuda adalah Jack Miller  yang lahir pada dua puluh tahun, atau satu tahun sebelum Rossi melakoni debut di Grand Prix.

Doohan tidak tahu apa yang melatarbelakangi ambisi Rossi yang masih ingin berjuang dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP.

Namun, juara dunia kelas atas untuk  lima kali itu menganggap kehadiran Rossi saat ini bagus untuk MotoGP.

“Saya tidak tahu kenapa Rossi masih ingin berjuang sejauh ini setelah dua puluh tahun berada di puncak olahraga ini, tapi apapun alasannya, itu bagus untuk MotoGP,” ucap Doohan.

“Rossi jelas penyebab utama kenapa orang-orang menyalakan televisi atau muncul langsung di sirkuit untuk menyaksikan MotoGP,” sambung legenda asal Australia itu.

Rossi akan berjuang memangkas jarak dengan Marquez pada seri balapan GP Jepang di Sirkuit Motegi, 16 Oktober mendatang.

Komentar