Rossi Kembali Dapat Cercaan “Peniru”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 27 April 2016 | 14:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi kembali mendapat cercaan sebagai peniru taktik Jorge Lorenzo untuk bisa memenangkan balapan di Sirkuit Jerez, Spanyol, Minggu pekan lalu.

“Apakah saya meniru taktik Lorenzo?”

Lantas Rossi mengatakan,”  Setiap pebalap punya karakter masing-masing.”

“ Lorenzo biasanya tampil cepat dari lap pertama. Saya biasanya meningkat lap demi lap, tapi dengan ban Michelin saya bisa tampil cepat sejak awal,” ujar Rossi.

Rossi membantah anggapan telah meniru taktik pebalap rekan setimnya, Jorge Lorenzo, ketika memenangi GP Spanyol di Sirkuit Jerez.

Rossi meraih kemenangan dominan di GP Spanyol dengan mengalahkan Lorenzo.

The Doctor memimpin sejak start balapan hingga garis finis.

Ini adalah kemenangan pertama Rossi sejak memenangi GP Inggris, Agustus 2015.

“Di grid, mekanik saya Brent bilang, ‘Tiba di tikungan pertama di posisi terdepan dan finis seperti itu’. Saya bilang itu rencana yang bagus dan saya mengikutinya,” ujar Rossi dalam wawancara dengan Cycle World, Rabu, 27 April 2016.

“Saya yakin Lorenzo akan tampil kuat di lap pertama. Tapi, setelah lap demi lap, saya mendengar bunyi sepeda motor di belakang saya semakin jauh. Itu sangat melegakan.”

Kemenangan yang diraih Rossi juga sering dilakukan Lorenzo, menekan sejak start hingga mendapatkan kemenangan dominan tanpa adanya tekanan.

Lorenzo sering mendapatkan kemenangan seperti itu, termasuk di GP Qatar pada awal musim ini.

“Saya tidak tahu kenapa. Mungkin karena saya tumbuh dengan ban asal Perancis ini. Tapi, saya lebih memilih menikmati pertandingan daripada membuat prediksi, karena balapan tidak bisa ditebak. Setiap dua pekan semuanya bisa berubah,” sambung The Doctor

Sementara itu, Direktur Tim Movistar Yamaha, Massimo Meregalli, menyatakan puas dengan penampilan Rossi di seri keempat MotoGP pekan lalu.

Pada seri yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, itu Rossi berhasil meraih podium pertamanya musim ini.

Meregalli mengakui Rossi  nyaris melaju tanpa perlawanan berarti.

The Doctor –julukannya– sukses mengasapi rekan setimnya Jorge Lorenzo dan pembalap Tim Repsol Honda Marc Marquez hingga akhir balapan.

Penampilan Rossi tersebut membawa decak kagum dari Meregalli.

Pria yang akrab disapa Maio itu menilai tidak ada perlakuan khusus untuk motor Rossi di GP Spanyol. Ia menegaskan bahwa kemampuan VR46 adalah kunci kemenangannya.

“Dia tampil sangat mengagumkan sejak Jumat pagi. Dia menyadari bahwa penting baginya menemukan pengaturan motor yang tepat, dan Valentino memiliki sensitivitas yang luar biasa,” ujar Meregalli, sebagaimana dikutip dari GP One.

“Tim tidak membuat perubahan apa-apa. Tidak ada penambahan yang memberikan keuntungan kepadanya. Itu adalah kemajuan yang menakjubkan,” jelas Meregalli.

Sementara itu pebalap Yamaha lainnya, yang musim depan menjajal trek bersama Ducati, Jorge Lorenzo, sangat menyayangkan kekalahannya terhadap Valentino Rossi

Ia kesal dengan hilangnya kesempatan jadi juara pertama lantaran ban belakang bermasalah pada trek lurus.

Sebenarnya pada awal balap, Lorenzo cukup baik memulai start. Mampu mempertahankan posisi kedua, menempel di belakang Rossi.

Sempat berusaha melewati Rossi untuk posisi terdepan, Lorenzo malah melebar, sehingga momentum ini kembali dimanfaatkan The Doctor untuk kembali mempimpin.

Sampai akhir balapan, Lorenzo harus puas dengan peringkat kedua, finis 2,386 detik di belakang rekan satu tim Valentino Rossi.

“Sangat disayangkan saya tidak bisa membuat awal yang baik, padahal itu sudah saya pertahankan di tiga balap terakhir.”

Saya tidak bisa memimpin, dan saat akan membalap Rossi, saya mengerem terlalu keras dan kehilangan kontrol pada bagian depan,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Crash.net

Lorenzo mengatakan, Rossi begitu cepat di tengah-tengah pertandingan.

Kemudian pada saat yang sama, kesialan terjadi pada Lorenzo, di mana ban belakangnya yang bermasalah, dirinya ketinggalan meter per meter di belakang Rossi.

“Awalnya masalah ban belakang pada trek lurus ini dalam kondisi yang bisa ditoleransi, dan bisa cepat pulih untuk menyusul Rossi.”

“ Namun di saat kepercayaan diri itu muncul, masalah ban belakang kembali terjadi dan kali ini lebih parah. Oleh karena itu saya harus memperlambat dan coba mengontrol dengan baik di setiap gigi,” kata Lorenzo.

Lorenzo merasa kecewa dengan pertandingan kali ini.

“Pada saat saya bisa membalap Rossi, masalah ban datang. Padahal saya sudah cukup kuat untuk membalap Rossi di lap-lap terakhir. Semoga hal ini tidak terjadi lagi ke depannya,” ucap Lorenzo.

 

Komentar