Rossi Ingin Membalap Enam Tahun Lagi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 14 Februari 2019 | 09:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi akan memasuki kepala empat pada pekan ini. Rider Yamaha itu diyakini akan bisa terus membalap hingga usia empat puluh enam tahun.

Pada Sabtu mendatang, Rossi genap berusia empat puluh tahun.

Dengan umur itu, The Doctor sudah ada di akhir masa kariernya sebagai pebalap. Kontrak Rossi dengan Yamaha masih berlaku hingga tahun depan.

Ayah Italiano itu, Graziano Rossi, meyakini bahwa masih ada waktu beberapa tahun lagi sebelum kekasih dari Francesca Sofia Novello benar-benar meninggalkan trek balap.

“Bisa membalap hingga empat puluh enam tahun. Rossi menyambut tahun ini dengan kondisi sangat baik karena keinginan untuk selalu muda yang ada dalam diri setiap pria,” kata Graziano seperti dilansir situs MotoGP.

“Tak seperti yang lain, sia seperti bisa menghentikan efek waktu…Layaknya sepuluh tahun lalu, dia ada dalam performa terbaik.”

“Adrenalin untuk mengendarai motor dan untuk terus di depan pebalap lain: kepuasan untuk tidur dan bilang ‘hari ini saya sudah melakukan terbaik yang saya bisa’,” dia menambahkan.

Prestasi Rossi bersama Yamaha dalam dua musim belakangan sedang kurang oke. Dia sudah melewatkan 29 balapan tanpa finis terdepan. Kemenangan terakhir didapat pada seri MotoGP Belanda .

Sabtu  mendatang Valentino Rossi akan berulang tahun keempat puluh

Di hari istimewa Rossi tersebut, MotoGP, melalui situs resminya, akan membuat sebuah kejutan untuk para penggemar Rossi.

“Pada hari Sabtu ini  Rossi akan genap berusia empat puluh tahun dan untuk bergabung dalam perayaan tersebut, motogp.com akan membagikan beberapa konten terbaik dari tak terlupakan selama dua puluh tahun terakhir,” tulis MotoGP.

Penggemar Rossi juga dipersilakan membuat konten ucapan berupa video dan dikirimkan ke akun Twitter MotoGP

Valentino Rossi, sembilan kali juara dunia MotoGP, lahir di sebuah kota cantik yang masuk dalam daftar UNESCO, Urbino di Italia.

Sejak usia belia, Rossi sudah akrab dengan motor. Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung kariernya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar pada era tujuh puluhan.

Rossi memulai balapan di Grand Prix di kelas bawah dan memenangi gelar juara dunia pada tahun berikutnya.

Rossi tercatat sebagai pembalap tersukses sepanjang masa, dengan tujuh gelar juara dunia di kelas puncak

Menyambut hari ulang tahunnya ini  Rossi yang selalu berkelakar mengaitkan dengan kegagalannya meraih hasil bagus di tes MotoGP Sepang.

Apalagi bila yang mengalahkannya itu sang murid: Franco Bagnaia dan Franco Morbidelli

Rossi mengaku mulai khawatir dengan fenomena ini.

Dia mengaku tak pernah menyangka bisa secepat itu dikalahkan sang murid mengingat masih minimnya pengalaman Bagnaia dan Morbidelli.

“Saya akan coba racuni mereka saat ada di rumah! Saya pikir persaingan bakal tambah sulit karena saya punya gaya yang sama dengan Morbidelli,” kata Rossi,berkelakar, seperti dikutip crash.

Rossi mengaku tak pernah punya rencana untuk melawan muridnya sendiri di MotoGP. Itu tak pernah terlintas dibenaknya saat membuka akademi balap

Namun baru enam tahun terbentuk, dua muridnya sudah langsung tembus MotoGP. Bagnaia lulusan teranyar setelah jadi juara di Moto2 musim lalu.

Rossi mengaku Bagnaia dan Morbidelli merupakan lulusan pertamanya di VR46.Saat bersama mereka, Rossi tak pernah menyangka bakal kembali bertemu di MotoGP dalam waktu singkat.

“Saat saya memulai akademi bersama Bagnaia dan Morbidelli.Kami tak menyangka para murid bakal melawan saya,” ujar Rossi.

“Jadi di satu sisi saya sangat khawatir, di sisi lain saya sangat bahagia karena akademi milik saya sukses.”

Kembali berkelakar,Rossi mengaku tak bisa mengulang waktu agar bisa mensetop dua lulusan akademinya tampil lebih cepat. Saat ini, dia hanya bisa menerima keadaan yang ada.

“Sekarang semuaya seperti ini (mendahului Rossi). Kami membantu pembalap yang bisa mengalahkan saya, tapi saya tak bisa mengulang waktu,” ujarnya.

Sebelumnya  Valentino Rossi melontarkan candaan beraroma psywar menjelang MotoGP . Ia menilai duet tim Repsol Honda, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo, harus memikirkan cara menghadapi The Doctor.

Duet Marquez dan Lorenzo membuat Repsol Honda disebut sebagai tim impian. Keberadaan dua juara dunia MotoGP itu berada dalam satu garasi menjadi alasannya.

Kondisi itu membuat Repsol Honda dinilai menyulitkan semua rider. Termasuk, Rossi dan Maverick Vinales, dua pebalap Monster Energy Yamaha MotoGP.

Tapi, Rossi memiliki cara untuk menurunkan mental Marquez dan Lorenzo. Rider asal Italia itu menaruh beban kepada duo Honda tersebut.

“Hmm bagaimana rencana saya menghadapi Marquez dan Lorenzo? Saya pikir lebih baik mereka yang harus memikirkan rencananya untuk menghadapi The Doctor,” ujar Rossi saat diminta bocoran cara untuk melumpuhkan Marquez dan Lorenzo

“Begini, mereka adalah tim yang sulit dikalahkan. Sebab, line-up-nya diisi Marquez dan Lorenzo. Tapi, saya dan Vinales juga bisa kuat di atas dalam tes sebelumnya. Kami bisa bersaing dan bisa menghadapi keduanya,” dia menambahkan.

Komentar