close
Nuga Sport

Rossi Hebat untuk Penuhi Janji Podiumnya

Valentino Rossi tampil hebat untuk memenuhi janji podiumnya pada balapan penuh drama di Brno Circuit, MotoGP Ceko, Minggu malam WIB, 21 Agustus 2016, dengan finis di posisi dua, dan mengubah peta klasemen dengan menggeser Jorge Lorenzo yang hanya mampu finis di urutan tujuh belas.

Usai lomba, Valentino Rossi, membuat pengakuan,  sempat berpikir telah melakukan kesalahan dengan memilih ban belakang keras.

Pemilihan ban belakang keras dan dan ban lunak untuk ban depan, Rossi yang start dari posisi keenam sempat terlempar dari posisi sepuluh besar di awal-awal lap.

Berbicara kepada MotoGP TV usai balapan di Sirkuit Brno, Rossi mengaku sempat berpikir Yamaha telah melakukan kesalahan strategi. Pasalnya, hampir seluruh pebalap lainnya memilih opsi ban lunak depan dan belakang sejak start di kondisi trek yang basah.

“Di awal balapan, saya sudah pasrah. Saya berpikir kami sudah membuat kesalahan,” ujar Rossi seperti dikutip dari Crash.net.

Perlahan tapi pasti, Rossi mulai memperbaiki posisi dan berada di kloter terdepan. The Doctor akhirnya finis di posisi kedua, di belakang pebalap LCR Honda Cal Crutchlow yang menggunakan ban keras depan dan belakang.

“Lap demi lap, situasinya semakin membaik. Anda harus tetap konsentrasi. Ini balapan yang hebat. Sekarang saya posisi kedua di klasemen dan hari ini kami membuat keputusan yang tepat,” ucap Rossi.

Dengan finis kedua, Rossi mengambil alih posisi rekan setimnya, Jorge Lorenzo, di posisi kedua klasemen sementara.

Tambahan dua puluh poin membuat Rossi saat ini mengoleksi seratus empat puluh empat poin, tertinggal lima puluh tiga poin dari pebalap Repsol Honda Marc Marquez yang finis di posisi ketiga

Rossi sendiri harus start dari posisi keenam

Rossi sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan satu putaran cepat terakhir di babak kualifikasi, namun ramainya kondisi trek membuat The Doctor gagal memperbaiki catatan waktu.

Bahkan Rossi sempat disalip Marquez di tikungan terakhir sebelum melakukan lap cepat.

“Sayangnya di tikungan kedua para pebalap menunggu dan saya terjebak di kemacetan pebalap. Ini seperti, sebut saja, terjebat kemacetan di tengah Kota Roma,” ujar Rossi seperti dikutip dari Motorsport.com.

“Para pebalap lainnya membuka gas, kemudian menunggu, kemudian mengerem. Benar-benar musibah. Saya berusaha melakukan lap cepat, tapi situasinya membingungkan,” sambung pebalap asal Italia tersebut.

Rossi tidak menyalahkan Marquez yang menyalipnya di tikungan terakhir sebelum melakukan putaran cepat. Ia menganggap hal seperti biasa dalam babak kualifikasi.

“Saya harus bersaing dengan Pol Espargaro dan Marquez. Saya menunggu untuk menyalip Espargaro di jalur lurus, tapi ketika saya memperlambat kecepatan untuk tikungan cepat, saya tidak tahu Marquez ada di belakang,” ujar Rossi.

Ditanya mengenai peluangnya pada balapan Minggu, Rossi tetap optimistis. Dengan berada di barisan kedua grid, Rossi yakin peluangnya meraih kemenangan masih terbuka lebar.

“Jika Anda punya kecepatan bagus, masih ada kemungkinan. Kecepatan saya tidak terlalu buruk. Pertanyaan lebih besarnya adalah kondisi cuaca,” ucap Rossi.

Rossi mengaku dirinya sempat dilanda kecemasan sebelum balapan. Kondisi lintasan di Brno yang basah di pagi hari sempat membuat ia bingung dalam mementukan penggunaan ban.

Bahkan, Rossi sempat berkonsultasi dengan orang dari Michelin sebelum menentukan ban yang akan dipilih untuk balapan.

Pasalnya penggunaan ban memang sangat menentukan dalam balapan.

“Saya melakukan lap pemanasan sebelum tiba di grid dan kondisi sangat berbeda di bandingkan pagi hari, saat di mana banyak air di lintasan,” kata Rossi, seperti disadur dari Crash, Senin, 22 Agustus 2016.

“Kami mengatakan, ‘apa yang harus kami lakukan – terus menekan?’ kami juga berbicara banyak dengan Pascal dari Michelin dan juga di grid ada sedikit kebingungan karena semua orang melihat ke arah motor yang berbeda untuk memahami pemilihan ban,” ujarnya.

Di lap-lap awal, Rossi tampil kurang meyakinkan pada lap-lap awal. Bahkan pembalap asal Italia  tersebut mengatakan bahwa dirinya sempat merasa frustrasi.

“Lap pertama adalah mimpi buruk, saya merasa frustrasi dan saya berkata ‘saya melakukan kesalahan lagi’. Semua menyalip saya dari dalam, dari luar – sangat sulit,” ujar Rossi

Kendati demikian, Rossi memutuskan untuk terus melanjutkan balapan sambil berharap kondisi aspal di Brno segera kering. Benar saja, lintasan yang mulai mongering membuat The Doctor –julukan Rossi– perlahan mampu memperbaiki posisinya.

Rossi yang mulai menemukan ritme membalap terus melejit melewati pembalap lainnya. Sampai akhirnya rider asal Italia itu sukses menyudahi balapan di tempat kedua.

“Pada satu titik saya mengerti bahwa mungkin hari ini kondisi lintasan akan cukup kering yang akan memberikan efek pada balapan. Mulai saat itu saya mengerti mungkin kesempatan saya untuk dapat meraih hasil lebih baik masih terbuka,” katanya.

Kepada crash,  Rossi menyampaikan selamat atas kemenangan perdana yang diraih Cal Crutchlow

“Saya sudah mengatakan kepada Cal  ucapan selamat yang sangat luar biasa karena saya sangat senang dengannya karena ia adalah salah satu pria yang menyenangkan di MotoGP dan kami memiliki hubungan yang baik,” kata Rossi

“Saya pikir, ia sedang menikmati momen spesial karena ia kedatangan ayahnya jadi selamat untuknya dan keluarganya,” ujarnya